Museum Penerangan adalah museum khusus yang berlokasi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur yang menyimpan dan menampilkan sejarah perkembangan informasi dan komunikasi di Indonesia dari masa lalu hingga era modern. Museum ini menjadi bagian penting dalam sistem pendaftaran museum Indonesia sebagai salah satu referensi koleksi museum seputar komunikasi, media massa, dan keterbukaan informasi.
Museum ini dianggap sebagai representasi dari salah satu media informasi penting yang pernah berkembang di Nusantara, mulai dari media tradisional hingga media modern seperti radio, film, televisi, dan pers.
Jenis & Tipe Museum
Museum Penerangan diklasifikasikan sebagai:
- Jenis Museum: Museum Khusus — fokus pada dokumentasi sejarah komunikasi dan informasi.
- Tipe Museum: Tipe B — menandakan peran pentingnya dalam pendidikan publik dan kurasi koleksi dengan cakupan nasional.
Klasifikasi ini menunjukkan bahwa Museum Penerangan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai wahana edukasi dan penelitian mengenai evolusi komunikasi di Indonesia.
Pengelola & Kepemilikan Museum
Museum Penerangan dimiliki dan dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Museum ini merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik dan Media yang memiliki tugas menjaga dan menyampaikan sejarah komunikasi kepada publik.
Pengelolaan museum mencakup pemeliharaan koleksi museum, penyusunan pameran, pelayanan pengunjung pendidikan, serta pengembangan program edukatif yang relevan dengan perkembangan media dan komunikasi masyarakat.
Sejarah Museum
Museum Penerangan didirikan sebagai bentuk penghormatan terhadap peran penting lembaga penerangan di Indonesia, terutama dalam masa pra-kemerdekaan serta perkembangan media modern setelahnya. Museum ini berada di wilayah Taman Mini Indonesia Indah dan secara resmi diresmikan pada 20 April 1993 oleh Presiden Soeharto atas prakarsa Ibu Tien Soeharto dan Menteri Penerangan saat itu.
Bangunan museum dirancang dalam bentuk bintang bersudut lima, menggambarkan sila-sila Pancasila, dan mencerminkan filosofi hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan media massa. Koleksi benda-benda sejarah komunikasi kemudian dikembangkan untuk mencerminkan dinamika informasi di Indonesia sepanjang abad ke-20 hingga kini.
Koleksi Museum
Museum Penerangan memiliki sekitar 68 koleksi utama yang terdaftar, berupa alat dan artefak yang berkaitan dengan dunia informasi dan komunikasi. Koleksi ini mencakup mesin cetak, alat komunikasi radio, mikrofon dan perangkat siaran, hingga mesin ketik huruf Jawa yang dulu digunakan oleh institusi-institusi penting.
Beberapa koleksi lain menunjukkan perjalanan media massa Indonesia, termasuk koleksi alat-alat pers dan media lama yang pernah digunakan dalam percetakan, penyiaran radio, televisi, dan film.
Visi Museum
Museum Penerangan memiliki visi untuk menjadi “Museum Smart dan Komunikatif” yang mampu menghadirkan warisan sejarah komunikasi Indonesia dalam format yang informatif, menarik, dan relevan terhadap perkembangan masyarakat modern.
Misi Museum
Misi Museum Penerangan meliputi beberapa tujuan penting:
- Mengelola koleksi museum sesuai dengan standar nasional dan internasional.
- Memberikan pelayanan prima bagi pengunjung dan edukasi publik.
- Menjadikan museum sebagai sarana edukasi dan rekreasi.
- Mengembangkan kajian permuseuman yang berkualitas.
- Meningkatkan tata pamer yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
- Memberdayakan masyarakat melalui pelibatan publik dalam program museum.