Museum Basoeki Abdullah adalah museum seni yang berlokasi di Jakarta Selatan, DKI Jakarta, dan tercatat sebagai salah satu bagian penting dari jaringan Museum Indonesia yang terdaftar dalam sistem Pendaftaran Museum dengan Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) 31.74.K.01.0103. Sebagai satu dari museum-museum nasion al berjenis museum khusus, museum ini menyimpan dan memperkenalkan koleksi museum karya dan warisan pribadi maestro seni lukis terkenal Indonesia, Basoeki Abdullah.
Apa Itu Museum Basoeki Abdullah?
Museum Basoeki Abdullah merupakan museum khusus seni yang didirikan untuk melestarikan karya seni dan koleksi pribadi Basoeki Abdullah (1915–1993), seorang pelukis berpengaruh dalam sejarah seni rupa Indonesia. Koleksinya mencakup lukisan, buku, serta barang-barang seni seperti patung, topeng, wayang, dan tekstil yang menunjukkan perjalanan kreatif sang seniman dari masa kecilnya hingga puncak karier.
Jenis & Tipe Museum
- Jenis Museum: Museum Khusus — difokuskan pada seni rupa dan warisan Basoeki Abdullah.
- Tipe Museum: Tipe A — menandakan koleksi dan fungsi museum yang mencakup peran edukatif, penelitian, serta pelestarian budaya secara signifikan.
Sebagai museum seni bertipe A, Basoeki Abdullah tidak hanya memamerkan karya lukis tetapi juga menjadi sumber belajar dan inspirasi bagi pelajar, seniman, serta masyarakat umum yang ingin memahami perkembangan seni rupa Indonesia.
Pengelola & Kepemilikan Museum
Museum ini dimiliki oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan dikelola oleh unit Museum dan Cagar Budaya di bawah Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi. Pengelola bertanggung jawab atas konservasi, pengembangan koleksi, penyelenggaraan pameran, serta pelayanan publik museum secara profesional sesuai dengan standar permuseuman Indonesia.
Sejarah Museum
Museum Basoeki Abdullah berdiri berdasarkan hibah wasiat pelukis Basoeki Abdullah kepada Pemerintah Republik Indonesia. Setelah meninggal pada tahun 1993, rumah pribadi Basoeki Abdullah di Jalan Keuangan Raya No. 19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan diserahkan oleh keluarga kepada negara melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Bangunan tersebut direnovasi dan diresmikan sebagai museum pada 25 September 2001 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu, Drs. I Gede Ardika, menandai dibukanya museum yang memuat karya serta koleksi pribadi sang maestro. Pengembangan area museum kemudian dilanjutkan dengan dibukanya Gedung II pada 29 November 2016 guna menambah ruang pamer dan pelayanan publik.
Koleksi Museum
Museum Basoeki Abdullah memiliki koleksi yang sangat kaya, mencerminkan perjalanan seni sang maestro dan wawasan budaya luas dalam karya-karyanya, antara lain:
- Koleksi lukisan asli Basoeki Abdullah, termasuk karya-karya figuratif yang menggambarkan subjek sosial, potret, dan pemandangan.
- Lebih dari 3.000 buku dan majalah yang mencakup referensi seni, sejarah, dan kehidupan sang pelukis.
- Ratusan benda seni pribadi, seperti wayang kulit, topeng, patung, tekstil, serta koleksi budaya lain yang menunjukkan ketertarikan Basoeki Abdullah pada seni tradisional dan modern.
Koleksi museum ini tidak hanya sebagai dokumen karya seni tetapi juga sebagai refleksi pengaruh budaya dan estetika yang mempengaruhi praktik seni di Indonesia.
Visi Museum
Visi Museum Basoeki Abdullah adalah untuk menjadi pusat pelestarian seni rupa Indonesia, khususnya seni lukis representatif dari sang maestro, sekaligus ruang edukasi yang meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya nasional.
Misi Museum
Untuk mewujudkan visinya, museum ini memiliki beberapa misi pokok, antara lain:
- Melestarikan dan mengawetkan karya serta dokumen yang berkaitan dengan Basoeki Abdullah dan seni rupa Indonesia.
- Menyelenggarakan pameran, seminar, dan publikasi terkait karya seni, interpretasi kreatif, dan penelitian seni.
- Memberikan layanan pendidikan publik dan kegiatan kreatif, seperti workshop seni dan acara apresiasi budaya.
- Meningkatkan keterlibatan publik dan generasi muda melalui program yang bersifat inspiratif dan informatif.