Museum Sunan Drajat merupakan salah satu destinasi edukatif dan religius penting di Jawa Timur yang menghadirkan jejak sejarah penyebaran Islam melalui peninggalan Sunan Drajat, salah satu Wali Songo. Berlokasi di Kabupaten Lamongan, museum ini berdiri di kawasan yang sarat nilai spiritual karena berada di lingkungan kompleks makam Sunan Drajat. Kehadirannya menjadi pelengkap wisata religi sekaligus pusat pembelajaran sejarah Islam Nusantara.
Sebagai museum khusus, Museum Sunan Drajat tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang interpretasi nilai-nilai dakwah, sosial, dan budaya yang diwariskan Sunan Drajat. Pengunjung diajak memahami peran beliau dalam membangun masyarakat melalui pendekatan budaya dan kemanusiaan yang relevan hingga saat ini.
Sejarah Pendirian Museum Sunan Drajat
Pembangunan Museum Sunan Drajat dimulai pada tahun 1991 dan selesai pada 1992. Museum ini diresmikan pada 1 Maret 1992 oleh Gubernur Jawa Timur. Lokasinya berada di sebelah timur cungkup makam Sunan Drajat, menjadikannya bagian integral dari kawasan wisata religi. Pendirian museum diprakarsai oleh Bupati Lamongan saat itu, H.R. Mohammed Faried, S.H., sebagai bentuk penghormatan atas jasa Sunan Drajat dalam menyebarkan Islam dan membangun kehidupan sosial masyarakat.
Awalnya, museum ini dibangun untuk melestarikan benda-benda bersejarah peninggalan keluarga dan sahabat Sunan Drajat. Seiring waktu, koleksi dan perannya berkembang sebagai pusat edukasi sejarah Islam lokal.
Museum Sunan Drajat adalah museum yang didedikasikan untuk menyimpan, merawat, dan menampilkan peninggalan sejarah Sunan Drajat beserta keluarga dan para sahabatnya. Museum ini menjadi media edukasi yang memperkenalkan sejarah penyiaran Islam di Lamongan dan sekitarnya melalui koleksi benda budaya bernilai tinggi.
Jenis dan Tipe Museum
Museum Sunan Drajat termasuk Museum Khusus dengan Tipe C. Klasifikasi ini menunjukkan fokus tematik yang spesifik pada tokoh dan sejarah tertentu, serta pengelolaan koleksi yang disesuaikan dengan skala dan fungsi edukatif museum.
Kepemilikan dan Pengelola
Museum ini dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan dan dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Sunan Drajat. Pengelolaan tersebut memastikan museum berjalan sesuai standar pelayanan publik dan pelestarian cagar budaya.
Koleksi Museum Sunan Drajat
Museum Sunan Drajat memiliki berbagai jenis koleksi dari beragam material seperti perunggu, keramik, kayu jati, terakota, batu besi, kulit, kuningan, baja, kertas, lontar, bambu, kain, hingga bedug. Koleksi unggulan yang telah tercatat secara resmi adalah Gamelan Singo Mengkok (Gambang). Selain itu, terdapat sejumlah koleksi lain yang masih dalam proses pendataan resmi. Redaksi ini digunakan untuk menjelaskan kondisi koleksi secara akurat dan transparan.
Peran Edukatif dan Budaya
Museum Sunan Drajat berperan penting dalam menjaga memori kolektif masyarakat Lamongan. Museum ini menjadi sarana pembelajaran lintas generasi, memperkenalkan nilai dakwah Sunan Drajat yang menekankan kesejahteraan sosial, solidaritas, dan kearifan lokal.
Keberadaan Museum Sunan Drajat memperkuat identitas Lamongan sebagai wilayah dengan sejarah Islam yang kuat. Museum ini tidak hanya menyimpan benda, tetapi juga merawat nilai dan pesan moral yang diwariskan Sunan Drajat kepada masyarakat Nusantara.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan pengembangan edukasi yang tepat, Museum Sunan Drajat diharapkan terus menjadi pusat pembelajaran sejarah, budaya, dan spiritual yang relevan bagi generasi masa kini dan mendatang.