Image Contributor: Daniel_Ferryanto/imageBROKER/Shutterstock
Keraton Surakarta Hadiningrat, yang juga dikenal sebagai Keraton Kasunanan Surakarta, merupakan pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta sekaligus salah satu pusat pelestarian budaya Jawa di Kota Surakarta. Keraton ini menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Kesultanan atau Kerajaan Mataram Islam serta tradisi kebudayaan Jawa di wilayah Surakarta.
Kompleks keraton mencakup bangunan, halaman, dan ruang yang digunakan untuk berbagai kegiatan kerajaan serta pelestarian tradisi. Sebagian kawasan keraton juga dibuka untuk kunjungan publik dan menyimpan koleksi benda bersejarah, seperti pusaka, keris, gamelan, dan artefak yang berkaitan dengan kehidupan keraton.
Sejarah Keraton Surakarta Hadiningrat
Keraton Surakarta didirikan oleh Pakubuwono II pada 1744 setelah pusat pemerintahan Mataram dipindahkan dari Kartasura ke Desa Sala. Pembangunan keraton ini dilakukan sebagai pengganti Keraton Kartasura yang mengalami kerusakan akibat Geger Pacinan pada 1743.
Keraton Kasunanan memiliki luas sekitar 54 are dan menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah kerajaan, seperti patung, senjata, dan benda peninggalan kerajaan. Salah satu bangunan yang terdapat di kompleks Keraton Kasunanan adalah Menara Sanggabuwana.
Menara ini dibangun pada masa pemerintahan Susuhunan Pakubuwono III pada 1782 dan memiliki tinggi sekitar 30 meter. Dalam kepercayaan yang berkembang di lingkungan keraton, Menara Sanggabuwana dikaitkan dengan kisah pertemuan antara raja dan Ratu Laut Selatan. Pada masa kolonial, menara tersebut juga disebut memiliki fungsi untuk mengawasi atau memata-matai pihak Belanda.
Arsitektur dan Kompleks Keraton Surakarta
Keraton Surakarta memiliki tata ruang dan elemen arsitektur yang mencerminkan tradisi Jawa. Salah satu bangunan yang menjadi bagian penting dari kompleks keraton adalah Songgobuwono.
Nama Songgobuwono berasal dari kata songgo yang berarti “menyangga” dan buwono yang berarti “bumi”. Bangunan ini memiliki makna simbolis sebagai tempat spiritual yang dipercaya menjadi ruang pertemuan para raja Jawa dengan Laut Selatan untuk memperoleh wangsit atau wahyu kepemimpinan.
Keberadaan Songgobuwono menjadi salah satu unsur arsitektur yang tidak hanya memiliki fungsi bangunan, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan dan pandangan spiritual yang berkembang dalam lingkungan Keraton Surakarta.
Koleksi dan Benda Bersejarah di Keraton Surakarta
Keraton Surakarta memiliki sebuah museum yang berisi 13 ruang dengan jenis koleksi yang berbeda. Koleksinya mencakup benda-benda yang berkaitan dengan sejarah keluarga keraton, kesenian, upacara, transportasi, persenjataan, hingga perlengkapan rumah tangga.
Beberapa koleksi yang dipamerkan antara lain:
- Foto raja-raja Surakarta, kursi peninggalan Pakubuwono IV, dan lemari berukir.
- Arca, alat upacara, serta arca batu dari masa purbakala.
- Patung kuda pasukan keraton yang terbuat dari kayu dan dilengkapi perlengkapannya.
- Diorama dan relief pernikahan adat Jawa dari masa Pakubuwono X.
- Alat kesenian rakyat, seperti wayang kulit, klenengan, dan jaran kepang.
- Topeng tari yang mengambil cerita dari tokoh-tokoh dalam kisah Panji.
- Peralatan upacara, seperti bokor, kendi, tampan, sumbul, kencohan, perhiasan, dan payung bersusun tiga.
- Alat angkut tradisional, seperti joli jempono, kremun, jolen, dan gawangan.
- Kereta kerajaan, termasuk Kereta Kyai Garuda, Kyai Garuda Putra, dan Kyai Morosebo.
- Senjata, seperti bedil, pedang, perisai, keris, panah, dan pelana kuda.
- Patung Rojomolo serta berbagai maket rumah Jawa, seperti rumah bergaya limasan dan kampung.
- Perlengkapan rumah dan dapur, termasuk keramik porselen kuno dan alat menanak nasi yang digunakan tentara saat berperang.
Fungsi Keraton dalam Pelestarian Budaya Jawa
Keraton Surakarta tidak hanya memiliki fungsi historis sebagai pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta, tetapi juga berperan dalam mempertahankan berbagai tradisi Jawa.
Sejumlah kegiatan budaya yang berkaitan dengan keraton meliputi upacara adat, pertunjukan gamelan, tari tradisional, serta tradisi yang diwariskan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Keraton juga menjadi salah satu tempat yang memperlihatkan kesinambungan berbagai unsur budaya Jawa, termasuk tata upacara, seni pertunjukan, bahasa, busana, dan kerajinan tradisional.
Lokasi dan Cara Menuju Keraton Surakarta
Keraton Surakarta beralamat di Jl. Sasono Mulyo, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Dari pusat Kota Surakarta, kawasan keraton dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dan transportasi daring.
Lokasinya juga berada tidak jauh dari sejumlah kawasan bersejarah dan pusat aktivitas kota, termasuk Alun-Alun Lor dan Pasar Klewer. Bagi Anda yang datang melalui jalur udara, Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo merupakan salah satu akses udara menuju Surakarta. Perjalanan dari bandara dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan menuju pusat kota dan kawasan keraton.
Informasi Kunjungan Keraton Surakarta dan Fasilitas
Sebagian area Keraton Surakarta dapat dikunjungi sebagai kawasan wisata sejarah dan budaya. Namun, akses ke beberapa bagian kompleks dapat dibatasi karena masih berkaitan dengan kegiatan keraton.
Informasi mengenai jam kunjungan, tiket masuk, dan ketentuan fotografi dapat berubah sesuai kebijakan pengelola. Anda disarankan memeriksa informasi terbaru dari pihak pengelola sebelum berkunjung.
Fasilitas yang tersedia di kawasan keraton dapat mencakup area museum atau ruang koleksi, area parkir, serta layanan pemandu pada bagian yang dibuka untuk umum. Ketersediaan dan penggunaan fasilitas dapat berbeda sesuai area dan ketentuan kunjungan.
Makna Keraton Surakarta bagi Kebudayaan Jawa
Keraton Surakarta memiliki posisi penting dalam perkembangan kebudayaan Jawa karena menjadi salah satu pusat pewarisan tradisi Kasunanan Surakarta. Berbagai unsur kebudayaan yang berkembang di lingkungan keraton turut memengaruhi seni, tata upacara, busana, bahasa, dan tradisi masyarakat Jawa.
Selain nilai sejarahnya, keberadaan keraton juga menunjukkan perubahan pusat kekuasaan Jawa dari masa Mataram hingga terbentuknya Kasunanan Surakarta. Hingga kini, tradisi yang berkaitan dengan keraton masih menjadi bagian dari kehidupan budaya di Surakarta dan sekitarnya.
Referensi:
https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/destinasi-wisata/keraton-surakarta-hadiningrat
https://unair.ac.id/sejarawan-unair-kupas-dinamika-historis-keraton-surakarta-dan-yogyakarta/
https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/mengenal-sejarah-seni-dan-tradisi-solo-di-museum-keraton-surakarta/