MaiA ai-icon

Informasi

Museum Samparaja

Museum Samparaja: Pelestari Naskah & Sejarah Kesultanan Bima

Museum Samparaja adalah sebuah museum sejarah dan budaya yang terletak di Jalan Gajah Mada, Monggonao, Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Museum ini didirikan untuk menyimpan, melestarikan, dan memperkenalkan kepada publik berbagai peninggalan penting Kesultanan Bima, termasuk naskah-naskah kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi serta artefak budaya lokal lainnya. Museum ini menjadi bagian dari upaya memperkaya koleksi Museum Indonesia dengan fokus pada warisan budaya regional yang unik. 

Museum ini tercatat dalam Sistem Registrasi Nasional Museum Indonesia, memiliki status Museum Umum dengan Tipe B, menunjukkan bahwa koleksi dan fungsi museum ini dimaksudkan untuk pendidikan sejarah dan budaya yang luas bagi masyarakat.  

Apa Itu Museum Samparaja?

Museum Samparaja adalah lembaga permuseuman yang berfokus pada pengumpulan dan penyimpanan artefak-artefak sejarah, terutama naskah-naskah berhuruf Arab dan Bahasa Melayu yang ditulis antara abad XVII hingga XIX. Naskah-naskah tersebut berisi catatan sejarah pemerintah Kesultanan Bima, hukum adat, hukum Islam, serta berbagai pengetahuan masyarakat saat itu, termasuk kehidupan sosial budaya dan hubungan dengan wilayah lain. 

Nama “Samparaja” sendiri berasal dari nama sebuah keris Samparaja, sebuah peninggalan penting Kesultanan Bima, yang menjadi simbol kekuatan budaya lokal dan menjadi motif utama museum ini dalam melestarikan warisan sejarah. 

Jenis & Tipe Museum

  • Jenis Museum: Museum Umum — museum ini menyimpan koleksi beragam yang berkaitan dengan sejarah dan budaya lokal Bima. 
  • Tipe Museum: Tipe B — menandakan museum memiliki koleksi dan fasilitas yang cukup untuk pendidikan sejarah dan kajian budaya yang lebih luas. 

Klasifikasi ini menunjukkan bahwa Museum Samparaja bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, tetapi juga berperan sebagai pusat pendidikan budaya dan sejarah yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian. 

Pengelola & Kepemilikan Museum

Museum Samparaja dimiliki dan dikelola oleh Yayasan Museum Samparaja Bima, sebuah organisasi sipil yang dibentuk oleh Hj. Siti Maryam R. Salahuddin — putri dari Sultan Salahuddin, Raja Kesultanan Bima — sebagai bentuk dedikasi untuk melestarikan kekayaan sejarah keluarga kerajaan dan budaya masyarakat Bima. 

Pengelolaan oleh yayasan memberikan museum fleksibilitas untuk fokus pada pelestarian naskah bersejarah, penyusunan koleksi yang relevan, serta penyelenggaraan kajian budaya dan sejarah yang mendalam. 

Sejarah Museum

Museum Samparaja dirintis sejak tahun 1987 atas inisiatif Hj. Siti Maryam R. Salahuddin dengan tujuan utama menyelamatkan naskah-naskah Kesultanan Bima yang hampir hilang dan terancam punah. Pendirian museum diawali dari rasa tanggung jawab atas kekayaan budaya lokal, terutama naskah-naskah yang memuat hukum adat, sistem pemerintahan, serta pengetahuan masyarakat Bima masa lalu. 

Bangunan museum yang saat ini berdiri dibangun tahun 1990 dengan arsitektur tradisional Bima yang dikenal sebagai Uma Ceko, dan resmi dibuka untuk umum pada 10 Agustus 1995 oleh Bupati Bima saat itu, Adi Haryanto

Museum ini kemudian berkembang menjadi pusat koleksi artefak budaya yang tak hanya berisi naskah berharga, tetapi juga benda etnografi dan pakaian adat kesultanan yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bima pada era Kesultanan. 

Koleksi Museum

Museum Samparaja menyimpan dan memamerkan berbagai koleksi bersejarah, antara lain:

  • Naskah-naskah kuno berhuruf Arab dan bermakna Melayu dari abad ke-17 hingga ke-19 yang menjelaskan sejarah pemerintahan Kesultanan Bima, hukum adat, serta ilmu pengetahuan dan sosial saat itu. 
  • Manuskrip Hukum Adat & Hukum Islam yang mendasari kehidupan masyarakat Bima pada masa Kesultanan, termasuk dokumentasi hukum adat tanah dan kehidupan sosial yang komprehensif. 
  • Pakaian adat Kesultanan Bima, termasuk pakaian upacara, pakaian tradisional pangkat, serta pakaian anak-anak yang mencerminkan struktur sosial masyarakat. 
  • Artefak etnografi lain seperti ukiran kayu dan keramik lama serta benda-benda budaya lainnya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bima di masa lampau. 

Koleksi ini bukan hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi sumber kajian budaya bagi peneliti, pelajar, dan masyarakat luas yang ingin memahami warisan budaya lokal Indonesia. 

Visi Museum

Museum Samparaja hingga kini belum memiliki pernyataan visi resmi yang dipublikasikan secara formal oleh pengelola di sistem database nasional, tetapi tujuan pendirian museum jelas mengarah pada pelestarian warisan sejarah Kesultanan Bima dan pengembangan pemahaman budaya Bima kepada publik luas. 

Misi Museum

Misi dari Museum Samparaja dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Melestarikan naskah-naskah bersejarah dan artefak budaya yang menjadi saksi sejarah Kesultanan Bima. 
  2. Menyediakan sarana penelitian dan pendidikan bagi pelajar, peneliti, dan masyarakat untuk studi budaya Bima. 
  3. Memperkuat pemahaman tentang nilai budaya lokal melalui pameran artefak etnografi dan dokumentasi sejarah yang komprehensif. 

Misi ini sejalan dengan peran museum dalam jaringan Museum Indonesia sebagai medium pendidikan budaya dan sejarah.  

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Tenun Bima

Tenun Bima

Pakaian Rimpu

Pakaian Rimpu

Affordable and Budget-Friendly: Visit These Accommodations in Mandalika, Lombok!

Affordable and Budget-Friendly: Visit These Accommodations in Mandalika, Lombok!