Gunung Bromo lebih dari sekadar ikon keindahan alam Jawa Timur. Di kawasan pegunungan ini, terdapat tradisi budaya yang telah berakar ratusan tahun yaitu upacara ritual sakral Yadnya Kasada dan Festival Bromo Exotica.
Kedua perhelatan ini digelar di lautan pasir tepat di kaki Mount Bromo dan telah menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru, menawarkan pengalaman yang menyentuh spiritualitas dan kekayaan seni budaya.
Perayaan ini adalah manifestasi ketaatan masyarakat adat Tengger terhadap kepercayaan kuno mereka dari era Kerajaan Majapahit. Yuk, pahami makna di balik ritual dan seni yang ditampilkan di hamparan lautan pasir Bromo.
Mengenal Upacara Yasad Kasada
Yadnya Kasada, atau dikenal juga dengan sebutan Kesodo, merupakan upacara ritual sakral tahunan yang diselenggarakan oleh masyarakat Hindu Suku Tengger. Tradisi ini berakar dari legenda kuno Roro Anteng dan Joko Seger.
Dalam ritual ini, masyarakat Tengger akan melemparkan persembahan ke kawah gunung Bromo sebagai wujud syukur dan untuk menenangkan dewa-dewa gunung setelah janji pengorbanan anak bungsu dipenuhi.
Meskipun pengorbanan manusia tidak lagi dilakukan, tradisi memberikan sesajen berupa hasil bumi, ternak, uang, dan barang berharga ke dalam kawah Gunung Bromo tetap dipertahankan.
Prosesi sakral ini dimulai sejak malam hari di Pura Luhur Poten di kaki Bromo, dilanjutkan dengan iring-iringan menuju puncak kawah saat menjelang fajar. Di puncak kawah, persembahan dilarung, menjadi momen puncak spiritualitas yang melambangkan rasa syukur atas hasil panen melimpah dan permohonan keselamatan.
Ritual Yadnya Kasada ini dilaksanakan setiap tanggal 14 atau 15 bulan Kasada menurut penanggalan lunar Hindu tradisional Tengger.
Baca Juga: Jazz Gunung Bromo
Cara Menyaksikan Yadnya Kasada
Upacara ini biasanya diadakan pada bulan Juni atau Juli setiap tahun, namun tergantung pada penanggalan Tengger, dan berlangsung dari tengah malam hingga dini hari di Pura Luhur Poten dan kawah Bromo.
Cara menuju lokasi:
- Anda bisa terbang menuju Bandara Juanda (Surabaya) atau Abdul Rachman Saleh (Malang).
- Anda juga bisa naik kereta api atau kendaraan pribadi menuju Malang.
- Lanjutkan perjalanan darat menuju salah satu pintu masuk Bromo, seperti Cemoro Lawang (Probolinggo) atau Wonokitri (Pasuruan).
- Selanjutnya, Anda bisa naik transportasi umum dari pintu masuk ke kawasan lautan pasir dan kawah, umumnya menggunakan mobil Jeep sewaan.
Kisaran harga tiket masuk:
Tiket masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (2025):
- Wisatawan lokal di hari kerja: Rp54.000
- Wisatawan lokal di akhir pekan/libur: Rp79.000
- Wisatawan mancanegara di hari kerja: Rp255.000
- Wisatawan mancanegara di akhir pekan/libur: Rp255.000
- Sewa Jeep: Rp600.000-Rp1.500.000 (harga sesuai dengan rute pilihan Anda)
Untuk metode pembelian tiket masuk atau informasi lainnya menuju kawasan TNBTS ini, Anda bisa akses situs resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau akun media sosial resminya.
Hal yang perlu Anda perhatikan:
- Persiapkan fisik dan mental karena upacara berlangsung di suhu dingin dataran tinggi dan pendakian tangga menuju kawah Gunung Bromo.
- Hormati adat dan tradisi dengan menjaga sopan santun, berpakaian rapi, dan tidak mengganggu jalannya prosesi yang sangat sakral.
- Hindari penggunaan flash kamera dan suara bising.
- Pertimbangkan untuk menyewa pemandu lokal yang dapat menjelaskan makna setiap tahapan ritual serta menunjukkan tempat terbaik untuk menyaksikan upacara dari kejauhan seperti Bukit Kingkong atau Bukit Cinta.
Baca Juga: Berkunjung ke Kawah Ijen
Apa itu Festival Bromo Exotica?
Festival Bromo Exotica, atau Eksotika Bromo, merupakan festival budaya tahunan yang mendahului upacara Yadnya Kasada, biasanya diadakan beberapa hari sebelum ritual inti dengan tema memuliakan kehidupan dan alam.
Festival ini adalah kolaborasi seni budaya yang menampilkan keragaman Indonesia, mulai dari seniman lokal Tengger hingga penampilan dari berbagai daerah di Nusantara, bahkan mancanegara.
Festival ini adalah panggung bagi beragam pertunjukan, mulai dari tarian kolosal Sendratari Kidung Tengger, tarian-tarian tradisional yang megah, pembacaan puisi, musik orkestra, hingga kompetisi fotografi dan videografi.
Festival ini bertujuan mempromosikan kekayaan seni dan budaya masyarakat Tengger serta menjadi atraksi wisata budaya kelas dunia. Eksotika Bromo memberikan pengalaman yang unik dan ruang pertemuan spiritualitas lokal dan seni.
Cara Menyaksikan Festival Bromo Exotica
Festival ini umumnya digelar pada bulan Juni di lautan pasir kaki Gunung Bromo. Karena ini event tahunan, tanggal pastinya akan diumumkan oleh penyelenggara dan seringkali masuk dalam agenda pariwisata nasional.
Cara menuju lokasi:
- Dengan cara yang sama dengan rute menuju Gunung Bromo sebelumnya, berangkatlah menuju pintu masuk Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, baik dari Malang atau dari Surabaya.
- Anda bisa lanjutkan perjalanan menuju lautan pasir menggunakan transportasi umum, biasanya dengan menyewa Jeep.
Kisaran harga tiket masuk:
Tiket masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (2025):
- Wisatawan lokal di hari kerja: Rp54.000
- Wisatawan lokal di akhir pekan/libur: Rp79.000
- Wisatawan mancanegara di hari kerja: Rp255.000
- Wisatawan mancanegara di akhir pekan/libur: Rp255.000
- Sewa Jeep: Rp600.000-Rp1.500.000 (harga sesuai dengan rute pilihan Anda)
Hal yang perlu Anda perhatikan:
- Festival ini berlangsung di area lautan pasir dan rentan terhadap debu vulkanik atau suhu dingin, terutama menjelang sore dan malam hari.
- Selalu bawa jaket tebal, syal, topi, dan masker untuk melindungi diri dari dingin dan debu. Acara ini biasanya dihadiri banyak penonton, Anda disarankan untuk datang lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik.
- Terakhir, jaga kebersihan dan kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya setempat.
Yadnya Kasada dan Festival Bromo Exotica adalah gelaran budaya yang menjadikan Gunung Bromo sebagai destinasi wisata spiritual dan budaya. Komunitas ini pun tetap mempertahankan nilai-nilai warisan budaya dan harmoni dengan alam.
Keunikan tradisi masyarakat Suku Tengger ini menghasilkan sebuah perayaan yang unik dan penuh pesona. Selamanya, kedua festival ini menjadi pengingat pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.