MaiA ai-icon

Informasi

Mengenal Candi Banyunibo, Situs Buddha Bersejarah di Tengah Kawasan Prambanan

Di kawasan Prambanan yang terkenal dengan deretan candi peninggalan Mataram Kuno, terdapat sebuah situs Buddha yang masih belum banyak diketahui wisatawan, yaitu Candi Banyunibo. Berbeda dengan Candi Prambanan yang megah dan ramai dikunjungi, Candi Banyunibo menawarkan suasana yang lebih tenang dengan panorama perbukitan yang asri.

Meski berukuran lebih kecil, candi ini memiliki nilai sejarah yang penting sebagai bukti berkembangnya agama Buddha di Jawa pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Keindahan arsitektur, relief, serta lokasinya yang berada di tengah kawasan bersejarah menjadikan Candi Banyunibo destinasi menarik bagi pencinta sejarah, budaya, maupun fotografi.

Candi Banyunibo Peninggalan Kerajaan Apa?

Candi Banyunibo merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang diperkirakan dibangun sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Berdasarkan arsitektur dan unsur keagamaan yang ditemukan, candi ini diyakini berasal dari masa Wangsa Syailendra yang dikenal sebagai pendukung agama Buddha di Jawa.

Bukti Pengaruh Buddha di Kawasan Prambanan

Candi Banyunibo memiliki ciri khas arsitektur Buddha yang terlihat dari keberadaan stupa di bagian atap, relief bernuansa Buddhis, serta arca-arca yang dahulu menghiasi relung candi. 

Salah satu relief yang terkenal menggambarkan Dewi Hariti, tokoh yang dihormati dalam tradisi Buddha sebagai pelindung anak-anak dan simbol kesuburan.

Keberadaan Candi Banyunibo menunjukkan bahwa kawasan Prambanan pada masa Mataram Kuno tidak hanya menjadi pusat perkembangan agama Hindu, tetapi juga Buddha.

Status sebagai Cagar Budaya Nasional

Saat ini Candi Banyunibo telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi pemerintah. Berbagai upaya konservasi dan pemugaran telah dilakukan sejak abad ke-20 agar struktur bangunan tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Kenapa Dinamakan Candi Banyunibo?

Nama Banyunibo berasal dari bahasa Jawa, yaitu banyu yang berarti air dan nibo yang berarti menetes. Nama tersebut diyakini merujuk pada keberadaan sumber air atau tetesan air yang dahulu banyak ditemukan di sekitar kawasan candi.

Kaitan Nama Banyunibo dengan Kondisi Lingkungan Sekitar

Meski kini tidak lagi terlihat sumber air yang menetes secara jelas, kawasan sekitar candi masih didominasi persawahan, kebun, dan lahan hijau yang menunjukkan kondisi alam yang subur sejak masa lampau.

Sebagian arkeolog juga mengaitkan nama tersebut dengan adanya jaladwara atau saluran pembuangan air pada bangunan candi yang berfungsi mengalirkan air hujan.

Legenda dan Cerita yang Berkembang di Masyarakat

Masyarakat sekitar memiliki berbagai cerita lisan mengenai asal-usul nama Banyunibo. Meski belum memiliki bukti sejarah yang pasti, kisah-kisah tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang terus diwariskan secara turun-temurun.

Keunikan Candi Banyunibo yang Menarik Diketahui

Meski tidak sebesar atau sepopuler Candi Prambanan, Candi Banyunibo memiliki sejumlah keunikan yang membuatnya menarik untuk dikunjungi. Berikut beberapa daya tarik yang membuat Candi Banyunibo istimewa.

Salah Satu Candi Buddha di Kawasan Prambanan

Di tengah dominasi candi bercorak Hindu seperti Prambanan dan Ratu Boko, Candi Banyunibo menjadi salah satu peninggalan Buddha yang memperkaya keberagaman sejarah kawasan ini.

Berada di Tengah Perbukitan

Candi ini dikelilingi hamparan sawah, perkebunan, dan perbukitan hijau sehingga menghadirkan suasana yang tenang dan alami.

Memiliki Relief dan Ornamen Bernuansa Buddha

Ornamen stupa, relief Dewi Hariti, serta berbagai hiasan khas Buddha menjadi identitas utama Candi Banyunibo yang membedakannya dari candi-candi lain di sekitarnya.

Suasana yang Lebih Tenang Dibanding Candi Populer Lainnya

Karena belum seramai destinasi wisata utama di Yogyakarta, pengunjung dapat menikmati kawasan candi dengan lebih nyaman tanpa keramaian.

Menjadi Bukti Toleransi pada Masa Mataram Kuno

Keberadaan Candi Banyunibo yang berdampingan dengan situs Hindu menunjukkan bahwa masyarakat Mataram Kuno hidup dalam keberagaman kepercayaan. Kondisi ini menjadi salah satu bukti penting mengenai toleransi dan harmoni kehidupan beragama di Jawa pada masa lampau.

Baca juga: 3 Tempat Liburan Dengan Campervan di Yogyakarta

Arsitektur dan Bagian-Bagian Candi Banyunibo

Candi Banyunibo memiliki desain arsitektur yang menarik dan dipengaruhi oleh ajaran Buddha. 

Struktur Bangunan Utama

Kompleks Candi Banyunibo terdiri atas satu candi utama yang dahulu dikelilingi beberapa candi perwara. Bangunan utama menghadap ke arah barat dengan denah berbentuk hampir persegi.

Relief dan Hiasan Candi

Pada dinding luar terdapat berbagai relief dan relung yang dahulu menjadi tempat arca Buddha maupun tokoh-tokoh penting dalam ajaran Buddha. Hiasan kala-makara juga menghiasi bagian pintu masuk sebagai elemen dekoratif khas arsitektur klasik Jawa.

Stupa dan Unsur Buddhis

Bagian atap candi berbentuk stupa, salah satu ciri utama bangunan suci agama Buddha. Elemen ini menjadi pembeda paling jelas dibandingkan candi bercorak Hindu di sekitarnya.

Material Penyusun Bangunan

Seperti kebanyakan candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Candi Banyunibo dibangun menggunakan batu andesit yang terkenal kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca selama berabad-abad.

Baca juga: 8 Kuliner Kaki Lima Yogyakarta Terbaik yang Wajib Anda Coba

Informasi Kunjungan ke Candi Banyunibo dan Cara Menujunya

Candi Banyunibo berlokasi di Dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan cagar budaya ini umumnya dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Saat ini, pengunjung dapat menikmati kawasan Candi Banyunibo tanpa dikenakan biaya tiket masuk, meskipun kebijakan retribusi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan pengelola setempat.

Fasilitas Candi Banyunibo

Fasilitas yang tersedia meliputi area parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, toilet, area istirahat, serta papan informasi mengenai sejarah candi. Akses menuju lokasi juga relatif mudah karena jalan menuju kawasan candi sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan pribadi maupun transportasi daring.

Cara Menuju Candi Banyunibo

Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan menuju Candi Banyunibo memerlukan waktu sekitar 35 hingga 45 menit menggunakan kendaraan pribadi.

Rute yang paling umum adalah melalui Jalan Solo menuju Prambanan, kemudian mengikuti arah menuju Ratu Boko sebelum berbelok ke kawasan Bokoharjo. Jalan menuju lokasi sudah beraspal dan dapat dilalui mobil maupun sepeda motor. Wisatawan juga dapat menggunakan layanan transportasi daring hingga area parkir candi.

Baca juga: Cari Kerajinan Tangan di Yogyakarta? Yuk, Kunjungi 5 Tempat Ini!

Sebelum berkunjung, sebaiknya periksa informasi terbaru mengenai jam operasional, ketentuan kunjungan, serta kondisi cuaca. Dengan begitu, Anda dapat menikmati wisata sejarah di Candi Banyunibo dengan lebih nyaman dan aman.

Ingin menjelajahi Candi Banyunibo dan destinasi menarik lainnya di Yogyakarta? Gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia.travel untuk menyusun itinerary sesuai durasi liburan, menemukan rekomendasi destinasi terdekat, serta memperoleh inspirasi perjalanan. 

Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, Anda juga dapat bertanya kepada MaiA, asisten virtual Indonesia.travel yang siap membantu memberikan rekomendasi wisata, transportasi, hingga aktivitas terbaik selama perjalanan di Indonesia.

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Dje Djak Rasa, Menjajaki Rasa Nusantara Melalui Walking Tour

Dje Djak Rasa, Menjajaki Rasa Nusantara Melalui Walking Tour

Uniknya Boja The Magic Table Menikmati Gastronomi Nusantara

Uniknya Boja The Magic Table Menikmati Gastronomi Nusantara

18 Makanan Khas Yogyakarta dari Gudeg hingga Sate Klatak yang Melegenda

18 Makanan Khas Yogyakarta dari Gudeg hingga Sate Klatak yang Melegenda