Kawasan Cagar Budaya Nasional Sangiran adalah sebuah situs prasejarah terkenal yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Diakui sebagai Sangiran Early Man Site dan masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1996, kawasan ini mencakup ribuan hektar bukti arkeologis serta fosil manusia purba yang memberi wawasan penting tentang sejarah awal evolusi manusia.
Situs Sangiran merupakan salah satu tempat paling penting di dunia untuk memahami proses evolusi manusia karena di sini telah ditemukan fosil Homo erectus, hewan purba, dan alat-alat batu yang usianya mencapai jutaan tahun.
Sejarah Penemuan Fosil di Cagar Budaya Sangiran
Eksplorasi kawasan Sangiran dimulai pada era kolonial ketika para peneliti mengidentifikasi temuan fosil hominid di area ini. Pencarian yang terus berlangsung sejak tahun 1930-an telah menghasilkan puluhan fosil penting, termasuk fosil Homo erectus yang dikenal sebagai salah satu leluhur awal manusia.
Secara geologis, lapisan tanah di Sangiran menyimpan catatan evolusi manusia dan fauna sejak sekitar 2,4 juta hingga 0,4 juta tahun yang lalu, menjadikannya referensi berharga bagi ilmu pengetahuan global.
Fosil-fosil tersebut termasuk bagian dari lebih dari 100 individu Hominoid yang ditemukan di situs ini, yang memainkan peran penting dalam pemahaman tentang bagaimana nenek moyang manusia hidup dan berevolusi dalam kondisi lingkungan yang berubah.
Selain fosil hominid, situs ini juga menghasilkan artefak dan fosil hewan purba, yang semuanya berada dalam lapisan geologi yang utuh tanpa gangguan besar. Kondisi ini membantu peneliti memahami kehidupan manusia purba dan hubungannya dengan lingkungan sekitar secara detail.
Cara Menuju Cagar Budaya Sangiran
Kawasan Cagar Budaya Nasional Sangiran mudah dijangkau dari Kota Solo. Dari pusat Solo, perjalanan darat ke Sangiran memakan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi, transportasi daring, atau bus lokal.
Bagi yang datang dengan kereta api, turun di Stasiun Solo Balapan atau Stasiun Solo Jebres, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Sangiran. Alternatif lain, wisatawan dari luar daerah dapat menggunakan Bandara Internasional Adi Soemarmo, kemudian melanjutkan perjalanan darat.
Jalan menuju kawasan cukup baik dan jelas petunjuknya, sehingga nyaman untuk yang melakukan solo traveling, bersama teman, atau keluarga.