MaiA ai-icon

Information

Mengenang Kisah Para Pahlawan Lewat 5 Museum Ini

Museum pahlawan merupakan salah satu sarana untuk mengenal kembali sejarah perjuangan tokoh-tokoh yang berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Koleksi yang disimpan di sini dapat berupa benda pribadi, foto, dokumen, bangunan bersejarah, diorama, hingga memorabilia yang berkaitan dengan kehidupan dan perjuangan.

Museum Joang 45, Jakarta

Museum Joang 45 yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat awalnya adalah sebuah hotel dengan nama Schomper. Hotel ini dibangun pada dekade 1920-an oleh keluarga L.C.Schomper, seorang pengusaha Belanda di Batavia.

Ketika pendudukan Jepang, gedung ini diambil alih oleh pemuda Indonesia dan menjadi lokasi perancangan strategi perebutan kemerdekaan. Bangunan ini kemudian diresmikan sebagai Museum Joang 45 pada tahun 1974 untuk melestarikan nilai perjuangan 1945.

Museum Joang 45 memiliki setidaknya 200 benda bersejarah, termasuk peralatan perjuangan, dokumentasi, dan kendaraan bersejarah. Salah satu koleksi yang dikenal di sini adalah mobil dinas Presiden dan Wakil Presiden pertama RI dengan nomor REP 1 dan REP 2.

  • Alamat: Jalan Menteng Raya No. 31, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat
  • Jam buka: Selasa–Minggu, 09.00–15.00 WIB (Senin tutup)
  • Harga tiket: Dewasa Rp5.000, mahasiswa Rp3.000, anak-anak/pelajar Rp2.000

Museum Bung Karno, Blitar

Museum Bung Karno merupakan bagian dari kompleks Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Blitar, Jawa Timur. Lembaga yang diresmikan pada 3 Juli 2004 ini terdiri atas tiga area utama, yaitu area makam, perpustakaan, dan bangunan museum yang menyimpan koleksi bersejarah. 

Museum ini menyimpan berbagai memorabilia yang berkaitan dengan kehidupan Soekarno, Presiden pertama sekaligus salah satu Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang wafat pada 21 Juni 1970.

Beberapa koleksi di sini adalah foto, lukisan, pakaian, koper, uang seri Bung Karno, serta sketsa yang berkaitan dengan perjalanan hidupnya.

  • Alamat: Jalan Ir. Soekarno No. 152, Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur
  • Jam buka: Setiap hari, pukul 08.00–16.00 WIB
  • Harga tiket: Dewasa WNI Rp25.000, WNA Rp50.000, anak-anak Rp10.000

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Benteng Vredeburg merupakan bangunan pertahanan peninggalan kolonial yang kemudian difungsikan sebagai museum sejarah. Museum ini menampilkan perjalanan perjuangan bangsa Indonesia melalui diorama perjuangan sejak masa Pangeran Diponegoro hingga masa pendudukan Jepang yang disertai foto, lukisan dan berbagai koleksi lainnya.

Salah satu galeri di dalamnya memuat 19 minirama mengenai periode Proklamasi Kemerdekaan hingga Agresi Militer Belanda. Bangunan seluas sekitar 2.100 meter persegi ini dibangun sejak tahun 1970, kemudian direnovasi dan diresmikan sebagai museum pada tahun 1992.

  • Alamat: Jalan Margo Mulyo No. 6, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta
  • Jam buka: Selasa–Kamis 08.00–20.00 WIB; Jumat–Minggu 08.00–21.00 WIB; Senin tutup
  • Harga tiket: Mulai dari Rp10.000 untuk pelajar, Rp15.000 untuk dewasa, dan Rp25.000 untuk WNA. Tiket masuk gratis untuk anak-anak dan terdapat penyesuaian harga di akhir pekan.

Baca Juga: Museum 10 Nopember

Museum R.A. Kartini, Rembang

Museum R.A. Kartini menempati bekas rumah dinas Bupati Rembang yang tidak lain adalah suaminya sendiri, R.M.A.A. Djojo Adhiningrat. Museum yang didirikan pada t21 April 1967 ini memiliki arsitektur perpaduan Jawa dan Eropa, lengkap dengan pendopo serta pilar-pilarnya.

Salah satu ruangan di museum ini dikenal sebagai Kamar Pengabadian R.A. Kartini, tempat ia menulis pemikirannya tentang emansipasi wanita. Koleksi di sini, meliputi tempat tidur, mesin jahit, cermin rias, serta naskah asli surat-surat dan buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Museum ini juga menyediakan ruang audio visual dan ruang Kartini Mengajar.

Selain di Rembang, perjuangan R.A. Kartini juga diabadikan di Museum R.A. Kartini Jepara. Sebagai tanah kelahiran, museum di sini lebih banyak menyimpan benda-benda masa kecil R.A. Kartini.

  • Alamat: Jalan Gatot Subroto No. 8, Kutoharjo, Rembang, Jawa Tengah
  • Jam buka: Senin–Minggu, pukul 08.00–15.00 WIB; Khusus Jumat pukul 09.00–11.00 WIB
  • Harga tiket: Dewasa Rp5.000, anak-anak Rp4.000 

Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung

Museum Konferensi Asia Afrika berada di sayap kiri Gedung Merdeka, Bandung. Bangunan ini merupakan tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pada 18–24 April 1955 dan diresmikan sebagai museum pada 24 April 1980 oleh Presiden Soeharto untuk memperingati 25 tahun konferensi tersebut. 

Koleksi di sini, didominasi oleh dokumentasi rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi KAA dan dampaknya terhadap hubungan negara-negara Asia dan Afrika, termasuk Konferensi Kolombo dan Konferensi Bogor sebagai rangkaian menuju KAA.

Museum Konferensi Asia Afrika juga dilengkapi perpustakaan dengan koleksi mengenai sejarah, politik, sosial, dan budaya negara-negara Asia-Afrika.

  • Alamat: Jalan Asia Afrika No. 65, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung
  • Jam buka: Rabu, Kamis, Sabtu: 09.00–12.00 dan 13.00–15.00; Jumat: 09.00–11.30 dan 13.30–15.30 (Minggu, Senin, Selasa, dan hari libur nasional tutup)
  • Harga tiket: Gratis; kunjungan rombongan perlu melakukan reservasi terlebih dahulu

Baca Juga: Menjelajahi 5 Tempat Pengasingan Tokoh Nasional Indonesia

Museum A.H. Nasution, Jakarta

Rumah yang kini menjadi museum ini merupakan kediaman keluarga Jenderal Besar Abdul Haris Nasution sejak tahun 1949, ketika ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Museum ini menjadi saksi peristiwa penculikan 30 September 1965, ketika Nasution berhasil lolos, tetapi putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, gugur dalam insiden tersebut. Museum ini diresmikan pada 3 Desember 2008 dan dikelola oleh Dinas Sejarah Angkatan Darat.

Koleksi utama di Museum Jenderal Besar A.H. Nasution adalah diorama yang menggambarkan kronologi kejadian pada malam penculikan di tahun 1965, serta patung Nasution yang berdiri di halaman depan, diapit sepasang meriam.

  • Alamat: Jalan Teuku Umar No. 40, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat
  • Jam buka: Selasa–Minggu, 08.00–14.00 WIB; Senin tutup
  • Harga tiket: Gratis

Rumah Kelahiran Bung Hatta, Bukittinggi

Rumah Kelahiran Bung Hatta berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, dan menjadi museum yang menggambarkan masa kecil Mohammad Hatta. Bangunan asli rumah ini didirikan sekitar dekade 1860-an, tetapi kemudian mengalami kerusakan dan dibangun kembali pada dekade 1960-an.

Rumah hasil rekonstruksi tersebut kemudian diresmikan dibuka untuk umum pada 12 Agustus 1995, bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Bung Hatta. Museum ini menyimpan berbagai perabotan masa kecil Bung Hatta, seperti meja belajar, sepeda ontel, dan foto keluarga yang disusun mengikuti kondisi rumah aslinya.

  • Alamat: Jalan Soekarno-Hatta No. 37, Bukittinggi, Sumatera Barat
  • Jam buka: Setiap hari, 08.00–17.00 WIB
  • Harga tiket: Gratis, tersedia kotak donasi sukarela

Jika Anda memiliki keinginan mengunjungi satu per satu museum pahlawan di suatu kota, gunakan bantuan fitur Rencanakan Perjalanan Anda dari indonesia.travel. Fitur ini akan membantu menyusun itinerary sesuai preferensi dan waktu Anda.

Anda juga bisa memanfaatkan fitur Maia untuk mendapatkan rekomendasi destinasi serta tips dan informasi perjalanan. Fitur ini juga dapat menjawab berbagai pertanyaan seputar destinasi wisata Anda.

Referensi

INSIGHT

Travel Ideas

10 Tempat Bersejarah di Solo yang Sarat Nilai Budaya

10 Tempat Bersejarah di Solo yang Sarat Nilai Budaya