MaiA ai-icon

Informations

Perhiasan Intan Khas Kalimantan Selatan

Image Contributor: Shutterstock/Kamar Mini

Intan telah menjadi bagian dari kehidupan ekonomi dan kerajinan masyarakat Kalimantan Selatan. Martapura dan Cempaka menjadi dua kawasan yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri intan di daerah ini. 

Cempaka dikenal dengan aktivitas pendulangan intan, sedangkan Martapura berkembang sebagai pusat penggosokan, pengolahan, dan perdagangan batu permata.

Keberadaan intan kemudian melahirkan rangkaian kegiatan ekonomi yang melibatkan pendulang, penggosok, pengrajin, hingga pedagang. Tradisi pengolahan inilah yang membuat intan menjadi bagian dari kerajinan dan kehidupan ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan.

Sejarah Penambangan Intan di Kalimantan Selatan

Tradisi penambangan intan di Cempaka telah berlangsung secara turun-temurun. Intan dari kawasan pendulangan tersebut kemudian dibawa ke Martapura untuk dibersihkan, diasah, dan diperdagangkan. 

Memasuki abad ke-20, penggosokan intan di Martapura dan sekitarnya telah berkembang sebagai keterampilan yang diwariskan antargenerasi. Bahkan, kegiatan tersebut sudah dikenal sebelum Perang Dunia II, dan data tahun 1981 menunjukkan terdapat 63 usaha penggosokan intan di Martapura. 

Pada masa itu, sebagian besar penggosok masih menggunakan peralatan sederhana untuk mengolah intan mentah menjadi batu permata.

Pengolahan Intan Mentah Menjadi Perhiasan

Intan yang ditemukan dari kegiatan pertambangan tidak langsung menjadi perhiasan. Batu tersebut perlu melalui proses pengolahan agar menghasilkan permukaan dan bentuk yang dapat memantulkan cahaya dengan lebih baik. 

Di Martapura, kegiatan ini dikenal sebagai penggosokan intan, yang mengolah intan mentah menjadi intan yang telah dipotong dan dipoles atau dikenal sebagai berlian. 

Setelah itu, batu dapat dipadukan dengan bingkai yang disebut amban, biasanya dibuat dari emas atau perak untuk menghasilkan perhiasan.

Ciri Khas Perhiasan Intan Kalimantan Selatan

Perhiasan intan dari Kalimantan Selatan memiliki karakter yang berkaitan dengan tradisi pengolahan batu permata di Martapura. Beberapa hal berikut menjadi bagian penting dari produk perhiasan yang dapat ditemukan di kawasan tersebut.

1. Menggunakan Intan yang Telah Diolah

Bahan utama perhiasan adalah intan yang telah melalui proses pemotongan dan pemolesan. Pengolahan membuat batu memiliki bidang-bidang yang dapat memantulkan cahaya sehingga tampil lebih berkilau ketika dipasang sebagai perhiasan. Di Martapura, proses penggosokan intan menjadi salah satu keterampilan kerajinan yang telah lama berkembang.

2. Dipadukan dengan Bingkai Emas atau Perak

Intan umumnya dipasang pada amban, yaitu bingkai perhiasan yang dibuat dari logam seperti emas atau perak. Bentuk ini memungkinkan batu digunakan sebagai bagian dari berbagai jenis aksesori.

3. Hadir dalam Berbagai Bentuk Perhiasan

Intan yang telah diolah dapat digunakan untuk membuat berbagai perhiasan, seperti cincin, gelang, kalung, anting, dan liontin. Jenis serta desainnya dapat berbeda berdasarkan ukuran batu, bentuk potongan, material bingkai, dan rancangan pengrajin.

4. Tidak Terbatas pada Desain Tradisional

Perdagangan batu permata di Martapura berkembang mengikuti kebutuhan pembeli. Karena itu, perhiasan yang dijual tidak hanya memiliki bentuk tradisional, tetapi juga tersedia dalam desain yang lebih sederhana dan modern. Perkembangan tersebut membuat produk intan dapat diposisikan sebagai perhiasan sekaligus cendera mata.

Jenis Kerajinan Intan Khas Kalimantan Selatan

1. Cincin Bermata Intan

Cincin merupakan salah satu bentuk perhiasan yang umum menggunakan intan atau berlian sebagai batu utama. Setelah intan dipotong dan dipoles, batu dipasang pada bingkai perhiasan sehingga dapat dikenakan sebagai aksesori. 

Perdagangan perhiasan di Martapura mencakup cincin bermata intan, baik dengan desain sederhana maupun dengan tambahan batu permata lainnya.

2. Kalung dan Liontin

Intan yang telah diasah dapat dipasang pada bingkai logam untuk dijadikan liontin atau bagian dari kalung. Batu permata tersebut ditempatkan pada bagian depan perhiasan sehingga menjadi elemen utama yang menonjolkan kilau dan bentuk intan.

3. Gelang

Gelang menjadi bentuk olahan lain yang dapat dihiasi batu permata, termasuk intan. Dalam perdagangan kerajinan Martapura, gelang termasuk produk perhiasan yang dijual bersama cincin, kalung, dan jenis aksesori lainnya.

4. Anting atau Giwang

Intan juga dapat dipasang sebagai hiasan telinga dalam bentuk anting atau giwang. Pengrajin perhiasan di kawasan Martapura mengolah batu permata menjadi berbagai aksesori dengan bentuk yang menyesuaikan rancangan dan permintaan pembeli.

5. Bros dan Aksesori

Selain perhiasan yang dikenakan pada jari, leher, tangan, atau telinga, batu permata juga digunakan pada bros dan aksesori lainnya. 

Baca Juga: Anyaman Purun, Kerajinan Unik dari Kalimantan Selatan

Martapura sebagai Pusat Perdagangan Intan

Julukan “Kota Intan” yang melekat pada Martapura berkaitan erat dengan aktivitas pengolahan dan perdagangan batu permata. Selain memiliki pengrajin penggosokan, kota ini juga memiliki pusat perdagangan yang mempertemukan pedagang dengan pembeli.

Salah satu tempat yang dikenal dalam kegiatan tersebut adalah Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) atau Pasar Intan Martapura. 

Kawasan ini menjadi bagian dari aktivitas perdagangan berbagai jenis batu permata dan produk kerajinan. 

Perdagangan intan di Martapura juga memiliki pola yang khas. Transaksi tidak selalu berlangsung secara langsung antara pemilik batu dan pembeli. 

Terdapat pengempet atau simsar, yaitu pihak yang mempertemukan penjual dan pembeli dalam transaksi tertentu. 

Dalam praktik umumnya di Martapura, pengempet tidak selalu menjadi pihak dalam akad jual beli karena transaksi tetap dilakukan antara pemilik intan dan pembeli. Atas jasanya sebagai perantara, pengempet dapat memperoleh imbalan yang disepakati.

Baca Juga: Mengenal Keunikan Rumah Adat Banjar Kalimantan Selatan

Tempat Membeli Oleh-oleh Intan di Kalimantan Selatan

Jika ingin membawa pulang perhiasan intan sebagai oleh-oleh dari Kalimantan Selatan, Pasar Intan Martapura atau dikenal sebagai Pasar Permata Cahaya Bumi Selamat (CBS) dapat menjadi salah satu tujuan utama. 

Berlokasi di Martapura, Kabupaten Banjar, kawasan ini menjadi pusat perdagangan intan dan batu permata yang mempertemukan berbagai pedagang serta pengrajin. 

Anda dapat menemukan intan yang sudah diasah maupun yang telah dipasang menjadi berbagai bentuk perhiasan dan aksesori.

Selain berbelanja, kunjungan ke kawasan CBS juga dapat menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat aktivitas perdagangan batu permata yang telah menjadi bagian dari identitas Martapura sebagai Kota Intan. 

Di sekitar kawasan ini terdapat pula pengrajin dan tempat penggosokan intan, sehingga pengalaman berkunjung tidak hanya terbatas pada membeli perhiasan.

Karena terdiri atas banyak pedagang dan toko, pilihan produk serta harga dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. 

Untuk pembelian intan bernilai tinggi, sebaiknya tanyakan secara rinci mengenai jenis batu, proses pengolahan, dan dokumen atau hasil pengujian yang menyertainya sebelum melakukan transaksi.

Alamat: Jl. A. Yani, Cindai Alus, Kec. Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan 71213

Jam operasional: Setiap hari, pukul 08.00-17.00 WITA

Siap berburu oleh-oleh intan di Kalimantan Selatan?

Gunakan fitur Maia untuk menemukan rekomendasi wisata dan aktivitas di Martapura dan sekitarnya, lalu manfaatkan fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk menyusun itinerary yang disesuaikan dengan durasi, preferensi, dan minat Anda. 

Dengan begitu, agenda berburu oleh-oleh intan khas Martapura bisa dipadukan dengan pengalaman wisata lainnya di Kalimantan Selatan.


Referensi

  1. Nasution, Lely Adriani, Suratman, & Sudrajat. “Kajian Kerusakan Lingkungan pada Tambang Intan Berbasis Pertambangan Rakyat di Kecamatan Cempaka, Kalimantan Selatan.” Majalah Geografi Indonesia, Vol. 35 No. 2, 2021. https://journal.ugm.ac.id/mgi/article/view/63231
  2. Yasir, Muhammad, Ersis Warmansyah Abbas, Mutiani, Sovia Husni Rahmia, & Fatwa Nur'aini. “The Attraction of Martapura Intan Market As A Tourist Object in Banjar District.” The Innovation of Social Studies Journal, Vol. 6 No. 1, 2024. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/iis/article/view/12977
  3. Hidayat, Yusuf. “Modal Sosial dan Kesuksesan Pedagang Intan Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.” DIMENSI: Journal of Sociology, Vol. 10 No. 2, 2017.  https://journal.trunojoyo.ac.id/dimensi/article/view/3758
  4. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan – Penguatan Industri Batu Mulia dan Intan. Sumber terbaru untuk perkembangan industri intan dan batu mulia di Martapura pada 2026. https://diskominfomc.kalselprov.go.id/2026/07/07/pemprov-kalsel-dorong-penguatan-industri-batu-mulia-dan-intan-sebagai-penggerak-ekonomi-daerah/

INSIGHT

Travel Ideas

7 LIEUX ÉTONNANTS À VISITER À BANJARMASIN

7 LIEUX ÉTONNANTS À VISITER À BANJARMASIN

Un aperçu de Kalimantan: la beauté exotique de Bornéo

Un aperçu de Kalimantan: la beauté exotique de Bornéo

Maison traditionnelle Bubungan Tinggi

Maison traditionnelle Bubungan Tinggi