Lampuyang, dalam tradisi Jawa Barat, dikenal sebagai tanaman atau simbol yang digunakan dalam berbagai upacara adat untuk tujuan perlindungan spiritual. Daun dan batang Lampuyang dipercaya memiliki kekuatan untuk mengusir energi negatif dan menjaga keharmonisan lingkungan. Oleh masyarakat Sunda, Lampuyang sering ditempatkan di area tertentu saat acara ritual berlangsung untuk memperkuat perlindungan.
Selain penggunaannya dalam ritual, Lampuyang juga mengandung makna filosofis yang mendalam. Ia melambangkan kekuatan alam yang dapat dimanfaatkan secara bijaksana oleh manusia untuk menjaga keseimbangan hidup. Tradisi menggunakan Lampuyang diajarkan turun-temurun, membuktikan bahwa masyarakat Jawa Barat selalu menjaga hubungan harmonis dengan alam sebagai bagian dari kepercayaan dan identitas budayanya.