production

Dengan adanya panduan protokol kesehatan untuk penyelenggaraan event, berbagai kegiatan #DiIndonesiaAja dapat terselenggara dengan lebih nyaman lagi nih. Salah satu event yang sudah sukses dilaksanakan adalah Ijen Geopark Run Exhibition. Kebayang nggak sih betapa serunya lari dengan jalur yang memiliki pemandangan alam yang menakjubkan dan melewati situs geopark juga? Ini tentu menjadi pengalaman yang nggak biasa. Selain sebagai olahraga, lari lintas alam di daerah Kawah Ijen, Jawa Timur, ini juga bisa menjadi sarana piknik. Simak keseruan dan cerita selengkapnya terkait acara ini, yuk. 
 

Tentang Ijen Geopark Run Exhibition

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, Pemerintah Daerah Bondowoso akhirnya sukses melaksanakan Ijen Geopark Run Exhibition pada 2-4 April 2021 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh 50 pelari yang terdiri dari 10 pelari ultra marathon dan 40 pelari lokal yang berasal dari Banyuwangi dan Bondowoso. Jarak yang harus ditempuh kurang lebih 65 kilometer dengan lintasan yang bisa dikatakan cukup menantang sekaligus mengundang rasa takjub. Track  yang cukup menantang bagi beberapa pelari ternyata nggak bikin semangat redup karena pemandangan yang disuguhkan sepanjang lintasan memang luar biasa.

Ijen Geopark Run Exhibition ini sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian Geopark Run Series. Tahun 2021 juga bukan tahun pertama penyelenggaraan lari lintas alam ini. Ijen Geopark Run Exhibition pertama kali diadakan pada tahun 2018. Tujuannya adalah untuk mempromosikan situs-situs penting yang ada di Ijen Geopark yang berada di Bondowoso dan Banyuwangi. Terlebih lagi, sekarang ini Ijen Geopark sedang diajukan untuk masuk ke daftar warisan dunia UNESCO Global Geopark. Konsep utama dari kegiatan ini adalah menyatukan olahraga lari jalanan dan menikmati keunikan geopark. Para pelari yang bergabung tentu mendapatkan pengalaman yang unik dan berbeda karena bisa sekaligus menikmati dan mengenal beberapa spot menarik yang ada di sepanjang lintasan. Sebelum diberangkatkan, ada persembahan istimewa yakni Tari Singo Ulung. Ini adalah tarian yang saat ini sedang diusulkan ke UNESCO sebagai warisan budaya, lho.  
 

Rute Ijen Geopark Run Exhibition

Penasaran nggak sih detail dari rutenya dan seberapa menarik sih spot yang dilewati? Sebenarnya tadi sudah banyak disinggung tentang rute untuk Geopark Run Exhibition ini yakni melewati beberapa destinasi wisata unggulan yang berada di kawasan Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur. Puncak Dinding Kaldera Ijen Megasari Bondowoso adalah titik awal dari eksibisi ini. Sebelum mulai berlari, para peserta sudah disuguhi dengan kecantikan matahari yang baru terbit di antara bentang pegunungan. Dari titik start ini, para pelari juga bisa menikmati pemandangan kebun kopi yang membentang.

Setelah dari atas bukit, pelari melewati Aliran Lava Plalangan. Sudah pernah ke sini belum? Ini merupakan geosite yang berada di antara Desa Kalianyar dan Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Ketika melintas, para pelari disuguhi dengan ilalang yang rimbun serta batuan lava yang merupakan sisa dari letusan Gunung Ijen. Bebatuan tersebut didominasi oleh warna hitam. Lokasinya juga masih cukup tinggi sehingga Dinding Kaldera Ijen yang terhampar cantik bisa juga disaksikan dari spot ini.

Rute untuk Ijen Geopark Run juga melewati Kawah Wurung, yaitu kawasan geosite yang terbentuk karena aktivitas beberapa gunung api di sekitarnya yakni Gunung Kawah

Wurung, Gunung Genteng, Gunung Pendil, Gunung Pendlan, dan Gunung Anyar. Hamparan rumput hijau serta bentuk bukit di lokasi ini sering disebut sebagai Bukit Teletubbies. Situs menarik di Bondowoso belum habis. Pelari juga melintas di Kali Pait, yakni sungai yang memiliki air rasa pahit. Airnya mengalir tapi nggak terlalu deras dan lebih banyak didominasi oleh batuan. Selain itu, sungai ini juga memiliki warna yang unik yakni hijau kekuningan. Fenomena tersebut terjadi karena airnya sudah tercampur dengan belerang. Sungai dengan kontur menanjak eksotis banget.


Spot menarik yang terakhir ialah Kawah Ijen, destinasi wisata yang tentunya sudah cukup akrab di telinga kita. Fenomena Blue Fire menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang ingin datang ke sini. Selain itu, pemandangan di kawah yang berada di atas ketinggian 2368 meter ini juga menyuguhkan pemandangan yang sulit didapatkan di tempat lainnya. 
 

Rekomendasi Destinasi di Ijen Geopark


Selain lima geosite yang menjadi bagian dari rute Ijen Geopark Run Exhibition, masih ada destinasi menarik lainnya di daerah Banyuwangi dan Bondowoso atau di dekat Kawah Ijen. Ada Bukit Watu Dodol yang merupakan perbukitan karst dengan tinggi sekitar 100 mdpl. Lokasi ini cocok banget untuk para pemburu sunrise. Kalau mau melihat hutan mangrove yang masih terjaga, datanglah ke Teluk Pangpang yang juga merupakan bagian dari Ijen Geopark. Di bulan-bulan tertentu, biasanya akan ada banyak burung yang bermigrasi dan bisa disaksikan oleh wisatawan. Mau mandi atau mencari yang segar di tengah pemandangan alam yang indah? Yuk, langsung tancap gas ke Air Terjun Lider, sebuah situs geosite yang berada di Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Salah satu ciri khas dari spot ini adalah batuan berbentuk

balok yang berjajar membelakangi air terjun.
 

Panduan Wisata Olahraga dan Wisata Alam


Kesuksesan penyelenggaraan Ijen Geopark Run Exhibition 2021 tentu nggak lepas dari penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan anjuran dari Kementerian Pariwisata

dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Lebih dari sekadar penerapan jaga jarak, ada berbagai macam detail yang wajib dipersiapkan dan dilakukan baik sebelum acara dimulai, ketika acara berlangsung, hingga acara sudah berakhir. Event ini menerapkan Protokol CHSE atau  Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability yang merupakan standar dan pedoman dalam mencegah penyebaran COVID-19 dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.  

Setelah menyimak keseruan Ijen Geopark Run Exhibition, siapa yang langsung ingin datang ke Kawah Ijen dan sekitarnya? Nggak terbatas pada geosite, Ijen Geopark juga menawarkan pengalaman lain yakni biosite (situs dengan kekayaan flora dan fauna) dan culture site (situs yang terbentuk oleh peradaban manusia). Ketika berkunjung ke destinasi wisata ini, jangan lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ya. Selalu pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan ya.