MaiA ai-icon

Informationen

Kerajinan Lokal dengan Harga Murah? Kasongan Tempatnya!

 

Tak salah Yogyakarta mendapat gelar Daerah Istimewa. Sebab sebagai daerah wisata, Yogyakarta memang terbilang lengkap mulai dari wisata budaya hingga wisata kuliner. Lebih menyenangkan lagi, lokasi wisata Yogyakarta seringkali tak terlalu jauh dari pusat kota. Salah satunya adalah Desa Wisata Kasongan, sentra kerajinan gerabah yang sudah kondang sampai mancanegara.  Experience Indonesia in 360

Jaraknya hanya sekitar 8 KM dari pusat kota. Tepatnya di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul. Untuk mencapai Desa Bangunjiwo dari tengah kota,terlebih dahulu Sobat Pesona harus mencari perempatan Dongkelan, atau perempatan ring road selatan dengan Jalan Bantul. Dari perempatan tersebut tinggal mengikuti petunjuk besar menuju Desa Kasongan. Hanya butuh sekitar 15-20 menit perjalanan, kok!

Sesampainya di Kasongan, Sobat Pesona akan disambut beragam hasil kerajinan dari gerabah, seperti kendi, guci, pot, perabotan rumah tangga, patung loro blonyo, patung Buddha, dan kerajinan gerabah lainnya yang sengaja dipamerkan di depan rumah-rumah yang telah disulap menjadi showroom.

Menurut legenda, Desa Kasongan berawal dari kematian seekor kuda milik seorang perwira polisi Belanda di persawahan warga. Karena takut dijatuhi hukuman, si pemilik tanah dan warga lainnya melepaskan hak kepemilikan tanahnya. Lahan tak bertuan tersebut akhirnya digunakan warga desa lain yang kemudian merintis usaha membuat perlengkapan dapur dari tanah liat.

Entah benar atau tidak, yang jelas para perajin di Kasongan telah dikenal piawai mengolah tanah liat menjadi berbagai jenis hasil kerajinan gerabah yang sanggup menembus pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Soal model dan bentuk, para perajin di Desa Wisata Kasongan tak hanya menghasilkan kerajinan gerabah dengan bentuk-bentuk tradisional klasik namun juga mengikuti tren. Mulai guci-guci berbagai motif, pot berbagai ukuran, bingkai, souvenir, hiasan dinding, perabotan, dan lain-lain dijamin up to date dengan kualitas yang tinggi namun dengan harga yang sangat bersaing.

Harga gerabah di sana sangat bervariasi, tergantung ukuran. Misalnya gerabah berupa kendi yang berukuran kecil dijual dengan harga mulai Rp 40 ribu. Tapi terkadang walau sudah dilabeli banderol, kita masih bisa menawar apalagi jika membeli dalam jumlah banyak.

kerajinan lokal

Belakangan selain gerabah, di Kasongan juga mulai dikembangkan produk kerajinan dari material selain tanah liat seperti batok kelapa, bambu, rotan, kayu, batu, dan lain-lain. Jenisnya tak kalah beragam, berupa perabotan rumah tangga seperti gelas, talenan, dan pisau serta hiasan sampai tas dan keranjang.

Tak hanya bisa puas berbelanja, Sobat Pesona juga bisa menyaksikan proses pembuatan gerabah dari masih berbentuk bahan baku tanah liat hingga hasil akhir. Bahkan, ada juga kursus singkat pembuatan gerabah untuk wisatawan yang hasilnya bisa dibawa pulang. Seru banget, kan?

Tempat wisata ini buka setiap hari dari Senin sampai Minggu mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Untuk memasuki Kasongan, kita tidak dikenakan tarif masuk, hanya biaya parkir saja. Fasilitas yang ada juga cukup lengkap mulai dari lahan parkir, mushola, toilet, penginapan, dan tempat makan.

INSIGHT

Travel Ideas

Angklung als Weltweites Erbe der Musikalischen Tradition der Nusantara

Angklung als Weltweites Erbe der Musikalischen Tradition der Nusantara

Die Beliebtesten Alternativen Heilmethoden in Indonesien

Die Beliebtesten Alternativen Heilmethoden in Indonesien

3 Arten und Vorteile von traditionellem Jamu für die Gesundheit

3 Arten und Vorteile von traditionellem Jamu für die Gesundheit