MaiA ai-icon

信息

Menelusuri Jejak 10 Tempat Bersejarah di Kota Malang

Credit Foto: Shutterstock/Anom Harya

Kota Malang menyimpan kekayaan masa lalu yang luar biasa melalui berbagai peninggalan bangunan kuno berarsitektur kolonial serta situs budaya.

Mengunjungi situs-situs bernilai sejarah tinggi ini memberikan pengalaman liburan yang memperkaya wawasan serta mendekatkan diri pada akar tradisi lokal.

10 Tempat Bersejarah di Malang

Menjelajahi kawasan bersejarah di Malang membuka kesempatan luas untuk melihat langsung warisan masa lalu yang tetap terjaga kelestariannya. Berikut adalah beberapa tempat bersejarah di Malang yang dapat Anda kunjungi:

1. Kawasan Ijen

Kawasan Ijen mulai ditata pada masa kolonial Belanda sebagai bagian dari pengembangan kota baru di Malang, Jawa Timur. Area perumahan elite ini dirancang dengan tata kota modern berlorong luas yang dikelilingi pepohonan rindang.

Lokasi kawasan ini berada di pusat Kota Malang, membentang dari sekitar Jalan Ijen hingga gereja katedral. Hingga kini, bangunan rumah kolonial bergaya art deco di kawasan ini masih dipertahankan dengan baik dan dihuni warga.

2. Gedung Balai Kota Malang

Gedung Balai Kota Malang mulai dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda sekitar tahun 1927. Bangunan pusat pemerintahan ini berfungsi sebagai kantor administrasi resmi wali kota serta pusat kendali administratif wilayah setempat.

Lokasi bangunan bersejarah ini terletak di Jalan Tugu Nomor 1, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kondisi arsitektur bergaya kolonialnya masih dijaga keasliannya dan berfungsi aktif hingga hari ini.

3. Kayutangan Heritage

Wilayah Kayutangan Heritage dulunya merupakan persimpangan jalan penting yang dinamai Kajoetanganstraat sejak masa penjajahan Belanda. Kawasan permukiman tertua ini diresmikan sebagai kampung wisata budaya untuk merawat memori kolektif masa lalu.

Wilayah ini terletak di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Deretan bangunan rumah tua di kawasan ini masih dipertahankan utuh dan bertransformasi menjadi destinasi wisata kreatif.

4. Alun-Alun Merdeka Malang

Alun-Alun Merdeka Malang berawal dari lapangan rumput kabupaten kecil yang eksis sejak kurun waktu tahun 1767. Lapangan ini kemudian ditata ulang pada tahun 1882 menjadi ruang publik lengkap dengan jalur tram dan pepohonan rindang.

Lokasi alun-alun ini berada di jantung Kota Malang, dikelilingi oleh bangunan penting seperti Masjid Jami. Kondisi alun-alun kini telah direvitalisasi menjadi taman kota modern yang ramah pejalan kaki dan tetap mempertahankan fungsi sejarahnya.

5. Gedung BI Cabang Malang

Gedung Bank Indonesia (BI) cabang Malang berdiri resmi pada 1 Desember 1916 sebagai cabang De Javanische Bank. Gedung megah ini berfungsi sebagai pusat layanan perbankan dan moneter penting pada masa pendudukan kolonial Belanda.

Lokasi bangunan ini terletak di Jalan Merdeka Utara Nomor 7, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Keaslian arsitektur bergaya Eropa rancangan biro arsitek terkenal Hulswit tetap dipertahankan kokoh hingga saat ini.

Baca Juga: 10 Ide Liburan yang Membuat Liburanmu di Malang dan Sekitarnya Jadi Berkesan

6. GPIB Immanuel Malang (Gereja Concordia)

Gereja Protestan tertua ini mulai dibangun pada masa kolonial Belanda untuk melayani ibadah masyarakat Eropa. Tempat ibadah ini berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Kristen Protestan di wilayah karesidenan Malang.

Lokasi gereja ini terletak di Jalan Merdeka Barat Nomor 1, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bangunan fisik gereja dengan jendela besar khas kolonial ini masih berdiri megah dan digunakan beribadah secara rutin.

7. Monumen Juang 45

Monumen Juang 45 dibangun pada era 1970-an untuk mengenang perlawanan rakyat Malang pada masa revolusi 1945. Monumen ini berfungsi sebagai lambang simbolis perjuangan arek-arek Malang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Lokasi monumen ini berada persis di depan Stasiun Kota Baru Malang di Jalan Kertanegara, Kota Malang, Jawa Timur. Kondisi monumen berbentuk patung raksasa dan pejuang tersebut dirawat dengan baik sebagai monumen publik.

8. Kelenteng Eng An Kiong

Kelenteng Eng An Kiong didirikan pada tahun 1825 atas prakarsa tokoh masyarakat Tionghoa setempat. Tempat ibadah ini berfungsi sebagai pusat kegiatan spiritual umat Buddha, Tao, dan Konghucu di Malang.

Lokasi kelenteng ini terletak di Jalan Laksamana Martadinata Nomor 1, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang. Bangunan tradisional Tionghoa berornamen naga ini masih terawat sangat baik dan aktif digunakan hingga kini.

9. Stasiun Kota Malang

Stasiun Kota Malang mulai beroperasi pada akhir abad ke-19 untuk mendukung jalur transportasi kereta api kolonial. Stasiun ini berfungsi sebagai gerbang utama mobilitas barang dan penumpang lintas wilayah di Jawa Timur.

Lokasi stasiun ini berada di Jalan Trunojoyo, Klojen, Kota Malang. Struktur bangunan utamanya masih mempertahankan arsitektur era kolonial meskipun fasilitas interiornya telah disesuaikan dengan standar modern.

10. Hotel Pelangi Malang

Hotel Pelangi mulai beroperasi sejak era kolonial Belanda dengan nama awal Hotel Malang. Bangunan penginapan bersejarah ini berfungsi sebagai tempat beristirahat para pelancong asing dan pejabat kolonial masa itu.

Lokasi hotel ini terletak di Jalan Merdeka Selatan Nomor 3, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bentuk fasad bangunan klasik bergaya kolonial di hotel ini masih dipertahankan dan beroperasi normal hingga kini.

Baca Juga: Punya Waktu 3 Hari di Jawa Timur? Yuk Explore dengan Road Trip!

Perhatikan Ini Saat Berkunjung ke Tempat Bersejarah

Selalu jaga sikap dan patuhi aturan setempat agar warisan budaya masa lalu tetap lestari untuk generasi mendatang. Perhatikan beberapa hal berikut saat berkunjung ke tempat bersejarah:

  • Hati-hati saat berinteraksi dengan benda-benda kuno agar struktur bangunan bersejarah tidak mengalami kerusakan fisik.
  • Patuhi seluruh batas area kunjungan yang telah ditetapkan oleh pengelola situs cagar budaya setempat.
  • Gunakan busana yang santun dan pantas sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai sejarah kawasan wisata.
  • Pelihara kebersihan lingkungan sekitar dengan tidak meninggalkan sampah berserakan di area situs.

Baca Juga: Museum Satwa Jawa Timur Park 2

Segera Rencanakan Perjalanan Anda dari sekarang untuk menjelajahi berbagai peninggalan bangunan arsitektur kolonial dan situs masa lalu yang memukau di Kota Malang dan sekitarnya.

Anda juga bisa memanfaatkan MaiA, asisten virtual canggih yang siap menemani perjalanan Anda ke mana pun di Indonesia. Susunlah itinerary khusus dan dapatkan rekomendasi destinasi wisata terbaik.

 

Referensi:

https://sidita.disbudpar.jatimprov.go.id/destinasi/detail/2e68d883426258eadaed17d01cb3c96e9eb9c16bca8ff36676f93a6357b0e12f64d37d1248621066df5449450ced577178ca2c60fe872e83ae3e765105b77e3f

https://disporapar.malangkota.go.id/tugu-balai-kota-malang/

https://kajoetanganheritagevillage.com/id 

https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/668/570 

https://tugumalang.id/10-tempat-bersejarah-di-kota-malang/ 

https://www.wearemania.net/ngalam/ngalampedia/gpib-immanuel-dan-sejarahnya/388 

https://tugumalang.id/monumen-juang-45-simbol-perlawanan-rakyat-di-kota-malang/ 

https://malangkota.go.id/2021/02/11/mengulik-sejarah-bangunan-heritage-kelenteng-eng-an-kiong/ 

https://tugumalang.id/sejarah-stasiun-kota-lama-malang-di-jawa-timur/ 

https://disporapar.malangkota.go.id/hotel-pelangi-favorit-bule-belanda/

INSIGHT

Travel Ideas

适合冲浪初学者的外南梦海滩

适合冲浪初学者的外南梦海滩

2018年亚运之路: 冉冉升起的旅游体育城市—巨港

2018年亚运之路: 冉冉升起的旅游体育城市—巨港

Amazing! Meet These 12 UNESCO Intangible Cultural Heritages from Indonesia

Amazing! Meet These 12 UNESCO Intangible Cultural Heritages from Indonesia