Menpar Pantau Gunung Agung Pastikan Bali Aman bagi Kunjungan Wisman

 

Jakarta, 7 Okober 2017 ---Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk memantau perkembangan status Awas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem sekaligus memastikan bahwa kondisi Bali aman untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), “Bali aman untuk kunjungan wisman. Status Awas Gunung Agung tidak mengurangi minat wisman berkunjung ke Bali,” kata Menpar Arief Yahya seusai meninjau Pura Besakih, akhir pekan lalu.

Pura Besakih yang dikunjungi Menpar bersama rombongan berjarak sekitar 9 km dari lereng Gunung Agung ini menjadi salah satu obyek wisata di Kabupaten Karangasem yang harus dikosongkan karena berada di ‘zona merah’ dalam radius 12 km dari pusat erupsi.

Kunjungan wisman ke Bali, kata Menpar Arief Yahya, hingga kini tetap normal sebagaimana terlihat di kawasan Nusa Dua, Kuta, Ubud, Sanur, maupun kawasan Seminyak. “Banyak artis terkenal bahkan ramai berlibur ke Bali seperti Janine Gutierrez dari Filipina dan Mawar Rashid dari Malaysia mengunggah Instagram-nya terlihat mereka sangat menikmai liburannya di Bali,” kata Arief Yahya seraya mengatakan, media sosial banyak membantu memberitakan kondisi aman di Bali saat ini.

Menpar Arief Yahya mengatakan pasca penetapan status Awas Gunung Agung, Kemenpar terus memantau setiap waktu perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan tim Bali Tourism Hospitality (sebagai crisis center) yang diketuai Gubernur Bali Made Mangku Pastika. “Setiap saat saya berkoordinasi dengan Pak Made Mangku Pastika untuk memastikan Bali aman dikunjungi wisman,” kata Arief Yahya.

Dijelaskan pada 33 Konjen di Bali

Kondisi aman Bali untuk kunjungan wisman dijelaskan oleh Gubernur Made Mangku Pastika dalam pertemuan dengan 33 konsulat jenderal dan honorary consul di Bali, baru-baru ini. Pada pertemuan itu Gubernur Pastika menjamin bahwa Bali aman untuk kunjungan turis dan meminta agar mereka tidak mengeluarkan travel advice (himbauan untuk tidak ke Bali sementara waktu) karena Gunung Agung yang dikabarkan akan erupsi itu sampai saat ini masih aman.

"Situasi terakhir Gunung Agung masih berstatus Awas, namun aktivitas gunung telah menurun. Seandainya terjadi letusan, manajemen pengendalian bencana kita akan melakukan tugas dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Jika airport tutup karena erupsi Gunung Agung dan diprediksikan banyak penumpang yang tidak bisa berangkat, Gubernur Pastika memastikan pihaknya akan mengurus visa dan akomodasi. “Kalaupun terdesak harus berangkat, warga negara asing tersebut akan diterbangkan melalui Surabaya atau Lombok. Kita yang akan siapkan transportasinya, kita urus tiketnya, kami akan lakukan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Pastika memastikan tidak akan ada korban karena area (zona merah) 12 km dari Gunung Agung telah dikosongkan. Selain itu, pemerintah Bali telah memasang alat canggih yang dapat mendeteksi dini jika terjadi erupsi. Pastika menenangkan dengan menjelaskan bahwa Pemerintah Bali telah menyiapkan antisipasinya, termasuk memberikan nomor pribadi yang bisa dihubungi terkait Gunung Agung. ( Biro Hukum dan Komunikasi Publik)

 

Pave your way to amazing stories with us.