Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Tentang

Anggun Nugraha

Pengalamannya traveling diawali saat SMP ketika mengunjungi perkampungan masyarakat Baduy luar, Sirnarasa dan Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi. Diilhami MTV road rules, pengalamannya terus diukir melanjutkan hidup di atas motornya di SMA 5 Bandung, lalu terombang-ambing dengan kamera di FSU Tallahassee, Florida, dan terutama di Enhaii jurusan Manajemen Kepariwisataan. Didukung mentornya di Depbudpar, Sapta Nirwandar, ia mendalami kepariwisataan di UUM, Malaysia hingga dapat menjadi konsultan pariwisata dan bergabung sebagai penulis perjalanan dan pariwisata bagi website terkemuka di negeri ini. Kecintaannya berada di jalanan tak berhenti. Tersesat dan terperangkap di negeri antah berantah selalu menyadarkannya, bahwa hal itu membuatnya semakin menyukai perjalanan.

Email : angke.leisure@gmail.com

Articles posted by Anggun Nugraha

29

Terperangkap di Baduy

10 Februari 2012

Tak terasa, hari sudah mendekati waktu bedug Ashar. Panas udara di Rangkasbitung, Banten memaksa untuk berteduh di bawah teduh pohon besar di tepi kebun kelapa sawit. Baru 5 jam lalu aku tinggalkan Bandung yang seolah haru menangis. Kuingat lagi apa yang terjadi tadi pagi, saat dua anakku masih terlelap. Sambil menyelesaikan sebatang rokok terakhir, aku kembali memantapkan niat yang selalu gagal, itu rokok terakhir yang akan kuhisap. Dalam kegagalan menghentikan kebiasaan merokok, aku ingat lagi betapa perjalanan basahku ini lebih berbahaya da

Mengejar Matahari Bromo Dari Penanjakan yang Spektakuler

26 November 2012

Jurnal Perjalanan Petugas Front Office Java Banana seolah sudah terbiasa dengan jam jaga dini hari. Segera setiap tamu dibangunkan agar tak terlambat. Telfon di setiap kamar tertentu dideringkan sebagai pertanda waktu bangun telah tiba. Biasanya pukul 3.00 dini hari, tamu yang ingin memburu matahari terbit di balik pegunungan Bromo sudah siap menaiki mobil khusus berjenis Jeep yang tak akan tunduk pada ganasnya jalan pegunungan yang menanjak dan berpasir. Mengapa tamu datang ke Bromo tak lain biasanya untuk dapat mengabadikan momen penting ya