Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Gunung Lawu: Aku Kembali!

Posted on : 5 Januari 2013
Categories : Mendaki Gunung, Trekking, - Berpetualang - Berjalan-jalan - Trekking

Lawu, aku datang kembali…

Gunung Lawu: Aku Kembali!

Setelah pendakianku pada 28/12/2010 gagal menggapai puncak tertinggi Gunung Lawu "Argodumilah". Dengan kondisiku yang tidak memunngkinkan saat itu karena sakit, kondisi alam juga tidak bersahabat sehingga tidak memungkinkan bagi kami untuk melanjutkan perjalanan ke puncak Argodumilah. Angin yang sangat kencang, kabut yang sangat tebal hingga menutupi pandangan kami, bahkan badai, hujan menghadang perjalanan kami.

Tapi aku berniat dalam hati untuk kembali mendaki kesana suatu saat nanti dengan harapan dapat menemukan pesona alam Gunung Lawu yang eksotis di ketinggian 3265mdpl. Selain itu ada sebuah misi yang kuemban yang mungkin belum dilakukan oleh para pendaki sebelumnya, yaitu mengenakan pakaian toga wisuda di puncaknya setelah aku lulus kuliah nanti. Aku bertekad untuk kembali mendaki dan merasakan pesona keindahannya.

Berawal dari sebuah komunitas pendaki gunung Indonesia di Facebook, aku menemukan sosok sahabat-sahabat pendaki yang mudah-mudahan mengerti akan cara memaknai pesona alam dan keagungan Tuhan serta menjadi teman dalam petualanganku ke Gunung Lawu. Mereka adalah @wawan (Bekasi), @na tuh strawberry (Bekasi), @phywe dian balita (Solo), @de rezia indah (Solo), @teguh septiawan (Solo),@ferdy satria (Jakarta). Setelah kami menjalin persahabatan dan komunikasi melalui chating, sms dan telepon, kami pun sepakat mendaki Gunung Lawu pada tanggal 17 Mei 2012.

Selesai packing, kami pun janji bertemu di tempat yang sudah disepakati sebelumnya. Sepanjang perjalanan kami pun banyak bertukar cerita dan saling mengenal satu sama lain, "berangkat saudara pulang pun bersaudara".

Tanggal 18 Mei 2012 pagi hari, kami tiba di Stasiun Solo Jebres. Kami istirahat sejenak sekaligus membersihkan muka yang kucel karena semalaman dalam perjalanan kami tidak tidur. Di stasiun ini, kami dijemput oleh @teguh septiawan (Solo). Kebetulan Teguh adalah sahabatku asal Purwokerto yang bertemu 2 tahun lalu dalam pendakian. Aku pikir takkan bisa bertemu lagi dengannya, tapi ternyata hobi yang sama mempertemukan kami lagi di Solo. Kami beristirahat sejenak di kostan Teguh, mengisi perut yang sudah mulai terasa lapar, dan bertemu dengan anggota tim mendaki lainnya, yaitu @de'rezia indah dan @phywee dyan balita.

Berangkat

Gunung Lawu: Aku Kembali!

Setelah melepas lelah, perjalanan dilanjutkan menuju ke Tawangmangu dan disambut dengan hawa dingin, udara segar dan suasana pegunungan. Sebelum melanjutkan perjalanan ke basecamp Gunung Lawu, kami pun menyiapkan dan membeli perbekalan logistik karena di Tawangmangu yang banyak menjual berbagai logistik lumayan lengkap.

Di Gunung Lawu terdapat 2 jalur pendakian, yaitu Cemoro Kandang (Jawa Tengah) dan Cemoro Sewu (Jawa Timur). Letak kedua basecamp saling berdekatan karena Gunung Lawu berada di perbatasan kedua provinsi. Kami tiba di basecamp Cemoro Kandang pada sore hari. Sebenarnya aku agak khawatir cuaca kali ini kembali tidak bersahabat. Jika sudah begitu, akankah kembali gagal usaha pendakianku ke Gunung Lawu sementara tekad dan keinginanku untuk mengenakan seragam toga wisuda dipuncaknya demikian kuatnya?

? ".

Gunung Lawu: Aku Kembali!

Gunung Lawu: Aku Kembali!

Kami putuskan beristrahat sejenak di sebuah warung sambil menunggu cuaca kembali baik. Akhirnya, kami sepakat untuk bermalam di basecamp Cemoro Kandang dan melanjutkan perjalanan mendaki ke Gunung Lawu esok pagi melalui jalur pendakian Cemoro Sewu. Udara pagi yang menyentuh kulitku dan membangunkan tidurku membawa isyarat bahwa cuaca hari itu akan cerah. Karena jarak antara kedua basecamp tidak berjauhan dan pemandangan sangat bagus dan indah, kami memutuskan berjalan kaki menuju Cemoro Sewu.Pemandangan indah di sepanjang jalan menggoda kami untuk mengabadikannya dengan kamera.

Gunung Lawu: Aku Kembali!

Setelah tiba di Cemoro Sewu, kami kembali menyiapkan perlengkapan sekaligus mengisi perut kami yang sudah bernyanyi dengan semangkuk soto ayam di sebuah warung. Dengan mengucapkan bismillah, kami pun mulai mendaki medan yang terjal dan menanjak selama 1 jam untuk tiba di Pos 1. Setelah istirahat dan menghela nafas sejenak kami melanjutkan pendakian menuju Pos 2 dan Pos 3. Dalam perjalanan menuju Pos 4, kami dihadiahi Matahari terbenam yang keindahannya tak boleh luput dari bidikan kamera. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sendang Derajat, di sana kami mendirikan tenda untuk bermalam sebelum melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Lawu esok harinya.

Gunung Lawu: Aku Kembali!

Sambil menikmati malam, kami menghangatkan diri di depan api unggun. Tak lupa memasak air panas untuk kopi dan susu, serta memasak nasi dan mie instan sebagai menu makan malam. Bertindak sebagai koki malam itu adalah Rina. Malam yang semakin larut dan dingin yang kian menusuk tulang menghantarku masuk ke dalam tenda dan istirahat agar esok pagi dapat menyaksikan Matahari terbit dari puncak gunung. Perjuangan kami tidak sia-sia: kami sampai di puncak Argodumilah Gunung Lawu.

Gunung Lawu: Aku Kembali!

Gunung Lawu: Aku Kembali!

Tag : Berarung Jeram di Arus Liar Jawa Timur: Keseruan Berteman Pemandangan yang Menakjubkan, Selain Nama Kota, Kupang adalah Nama Kuliner Khas Jawa Timur

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

    TULIS KOMENTAR