Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
22 November 2011

Ditulis oleh
Ultimo Paradiso

Kategori :
Diving & Snorkeling

2 Komentar

Nikmat Sensasi Bersama Hiu Putih di Karimun Jawa

Posted on : 22 November 2011
Categories : Diving & Snorkeling

Jika berkunjung ke Karimunjawa, jangan lupa bermain dengan hiu. Penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar menyiapkan hiu-hiu yang akan diajak bermain. Ada hiu putih (Carcharodon carcharias) berukuran 100-150 centimeter. Hiu-hiu di sini, bukanlah hiu yang telah dijinakkan, melainkan hiu-hiu yang sudah terbiasa hidup berdampingan dengan manusia sejak kecil.

Hiu-hiu itu sama sekali tak memiliki naluri untuk menyerang. Bermain-main dengan belasan ikan hiu ini menjadi sensasi tersendiri bagi para wisatawan yang akan menikmati keindahan Kepulauan Karimunjawa.

Hiu-hiu itu berenang mengitari pengunjung yang sudah di air dengan gesitnya. Penangkaran ini berada dalam satu kompleks hotel apung yang bisa disewa untuk bermalam dengan tarif Rp 50 ribu per malam. Sensasi lainnya, jika malam tiba di sekitar hotel apung yang berada di perbatasan perairan dangkal dan dalam ini banyak didatangi cumi-cumi.

Cumi-cumi itu tertarik oleh cahaya penerangan kamar. Gugusan pulau yang berjarak 101 km dari Semarang ini menyimpan sejuta pesona sebagai tempat wisata. Lambaian nyiur di bibir pantai, laut biru dan pemandangan bawah air yang menakjubkan, pantai berpasir putih, serta keanekaragaman satwa dan floranya, menjadi andalan Kepulauan Karimunjawa, sekitar 72,5 km sebelah utara Jepara.

Untuk menuju kepulauan yang terdiri atas gugusan 27 pulau kecil dan besar ini bisa ditempuh melalui dua titik pelayaran. Dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dan Pelabuhan Kartini, Jepara. Di Karimunjawa, hanya ada delapan pulau yang berpenghuni. Yakni Pulau Karimunjawa, Kemojan, Menjangan, Parang, Nyamuk, Tambangan, Genting, dan Menyawakan.

Semua menawarkan kemolekan alam pantai dan pemandangan laut yang memesona. Untuk bisa menikmati berbagai keindahan di gugusan pulau ini banyak kapal motor kecil yang bisa disewa para wisatawan. Para pengemudi kapal ini biasanya juga bertindak sebagai pemandunya.

Harga sewa kapal ini bervariasi, mulai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu untuk kapal motor sedang kapasitas delapan orang per paket lima jam. Sedangkan untuk kapal yang ukurannya lebih besar dibandrol Rp 200.000 per paket yang sama.

Bila sedang mujur, untuk paket satu hari (pagi sampai sore) kapal motor yang lebih besar bisa ditawar sampai Rp 300 ribu. Paket ini akan mengantar para wisatawan tur laut. Menikmati keindahan bawah laut dengan mata telanjang, mengunjungi beberapa pulau untuk menikmati pasir pantai dan mandi di perairan dangkal, memancing, mengunjungi tempat penangkaran hiu, serta menikmati sun set bisa dilakukan sepuas-puasnya. Untuk menikmati terumbu karang bisa dilakukan dengan menyelam dan snorkeling. Ada pula kapal kaca yang memungkinkan wisatawan melihat keindahan bawah laut dari kapal.

Setelah lelah tur laut, untuk urusan istirahat malam, di Karimunjawa banyak tersedia tempat untuk melepas penat. Sedikitnya ada 27 tempat, mulai dari jenis homestay hingga resor. Bagi yang berbekal lebih, ada dua resor dengan tarif sekitar 75 dolar AS hingga 150 dolar AS semalam. Resor itu ada di Menyawakan, yaitu Kura-kura Resort, dan di Pulau kemojan ada Nirwana Resort.

Hotel dan penginapan dengan tarif Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu-an juga ada. Misalnya Dewandaru, Duta Karimun, Blue Laguna Inn, Karimunjawa Inn, Wisma Wisata, serta Wisma Apung. Yang lebih ekonomis, adalah homestay, tinggal di rumah penduduk. Tarifnya lebih ekonomis, hanya berkisar Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu plus makan prasmanan Rp 17.500 per orang untuk sekali makan. Dengan harga ini, wisatawan akan dimanjakan oleh aneka menu sea food seperti ikan bakar, sup ikan, aneka olahan cumi-cumi dan lalapan penggugah selera.

Untuk tur darat, dengan menyewa sepeda motor seharga Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu per hari, wisatawan bisa menyisir jalan darat di Pulau Karimunjawa dan Kemujan. Ada banyak tujuan yang bisa disinggahi, seperti pasar kerajinan yang menjual berbagai kerajinan khas Karimunjawa. Ada aneka kerajinan mutiara, kerang, dan kayu stigi serta kayu dewandaru yang diolah dalam berbagai jenis barang. Di antaranya tasbih, tongkat, keris, replika kapal, alat pijit refleksi.

Tanjung Gelam juga bisa dijadikan tujuan untuk menikmati kesegaran birunya air pantai yang dangkal dan untuk menikmati matahari terbenam. Makam Kyai Nyamplungan, putra Sunan Muria, yang berada dia atas bukit dengan pesona pemandangan alam yang indah juga bisa menjadi tujuan kunjungan.

Di Pulau Kemojan, Kampung Bugis di Batulawang bisa dijadikan tujuan berikutnya. Penghuni Karimunjawa, yang terdiri dari Bugis, Jawa, dan Madura hidup dengan damai. Dalam sehari mereka sudah biasa menggunakan tiga bahasa induk masing-masing dalam berinteraksi sosial. Di kampung ini masih banyak rumah adat panggung dan beberapa kebiasaan adat Bugis yang dipertahankan. Termasuk keahlian masyarakat Bugis dalam membuat kapal yang sudah masyur.

Untuk menjaga keseimbangan flora-fauna dan menekan kerusakan biota laut, paket wisata di Karimunjawa merambah wisata konservasi sebagai daya tarik. Melepas tukik (anak) penyu sisik dan penyu hijau ke perairan lepas menjadi salah satu wisata konservasi yang sering disuguhkan kepada para pelancong di kepulauan ini.

Bagi anak-anak, ini akan menjadi pengalaman baru yang mengasyikkan. Mereka bisa belajar untuk menghargai alam sekaligus mengenal keanekaragaman fauna yang dilindungi. Pelepasan tukik ini biasanya dilakukan di Pantai Tanjung Gelam (Karimunjawa Besar), di Menjangan Besar, Cemara Besar, Cemara Kecil, dan Menyawakan yang berpasir putih bersih. Wisata ini banyak dipelopori Kelompok Pelestari Penyu Karimunjawa. (Ultimo Paradiso)

Tag : Karimunjawa

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR