Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
23 Agustus 2011

Ditulis oleh
Liburan Lokal

Kategori :
Berpetualang - Berjalan-jalan

2 Komentar

Keindahan Pulau Rinca, Pulau Komodo, & Pink Beach

Posted on : 23 Agustus 2011
Categories : Berpetualang - Berjalan-jalan

Indonesia Timur memang surganya wisata alam & bahari. Salah satu yang baru saja saya kunjungi bersama dengan Kementrian Budaya & Pariwisata adalah Flores Barat, tepatnya Labuan Bajo, Pulau Rinca, & Pulau Komodo.

Akses menuju ke wilayah tersebut dari Jakarta kami tempuh dengan terbang ke Bali, utk kemudian melanjutkan ke Komodo Aiport di Labuan Bajo.

Ada 3 penerbangan Bali – Labuan Bajo, yaitu Merpati, TransNusa, & Wings Air. Semua penerbangan tersebut menggunakan pesawat berbaling-baling dua. Ketinggian jelajah pun tidak terlalu tinggi, sehingga keindahan pulau-pulau yang dilewati sepanjang perjalanan bisa kita rekam melalui kamera.

Tiba di Komodo Airport, rombongan langsung menuju ke pelabuhan kecil Labuan Bajo, dengan jarak sekitar 5 menit saja. Pemandangan menuju pelabuhan pun sangat menarik. Kami sempat minta supir untuk berhenti di salah satu spot dimana kita bisa memotret ke arah pelabuhan.

Dari pelabuhan ini kita menggunakan speed boat untuk mengunjungi Pulau Rinca. Di pelabuhan terlihat juga kapal2 LOB (Live Aboard) yang biasa digunakan para penyelam untuk diving di sekitar sini.

Jarak dari Labuan Bajo ke Rinca adalah sekitar 1 jam, dan perjalanan ini melalui pulau-pulau kecil yang bertebaran di sekitar perairan Flores Barat. Jangan lupa untuk selalu siaga dengan kamera kalian, pemandangan yang dilewati sangat sayang untuk tidak diabadikan.

Di Pulau Rinca ini kami mengunjungi Taman Nasional Komodo di Loh Buaya. Perairan di sekitar Loh Buaya ini sangat jernih. Kami dikawal oleh beberapa ranger yang mengantar kami ke Pos Ranger. Perjalanan dari dermaga Loh Buaya ke Pos Ranger melewati pemandangan yang cantik, pohon2 kering berwarna putih, pasir coklat muda, dan bukit-bukit hijau.

Setelah tiba di Pos Ranger, kami mendengarkan penjelasan dari Polisi Hutan setempat tentang pilihan trek yang ada di Loh Buaya ini. Ada yang short, medium, dan long trek. Saat itu kami memilih short-medium trek. Menurut mereka, short-medium trek ini bisa ditempuh dalam waktu 1.5jam secara total. Disarankan menggunakan sepatu yang sesuai dengan kegiatan trekking ini. Tidak jauh dari Pos Ranger tsb ada dapur, dan memang Komodo sering berkumpul di sekitar dapur ini karena mereka mencium bau ikan/daging/dan lainnya. Oya, Komodo mampu mencium sejauh 5 km lho. Jadi bagi wanita yang sedang haid, sebaiknya menunda trekking atau jika berjalan bersama group sebaiknya berada di tengah.

Kami berjalan mendaki bukit, dan begitu tiba di puncak bukitnya kami disuguhi (lagi2) pemandangan yang menakjubkan, yaitu teluk Loh Buaya dan pulau-pulau di luar teluk.

Bukitnya sendiri saat itu sedang berwarna coklat muda keemasan, namun beberapa pohon di sekitarnya masih berwarna hijau. Jadi bayangkan saja kombinasi warna coklat muda, hijau segar, biru laut, dan biru langit. That was amazingly beautiful!

Jangan lewatkan kesempatan berfoto di atas bukit ini yah.

Dari atas bukit, kami berjalan turun, melewati sebuah sarang terlur Komodo yang kosong, memasuki hutan kecil dan berjalan di sisi sungai kecil sebelum akhirnya tiba di kantin. Makan siang sudah disiapkan untuk rombongan kami.

Selesai makan, kami langsung kembali ke dermaga Loh Buaya untuk segera menuju ke Loh Liang di P. Komodo. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Tiba di Loh Liang, kami segera berkumpul untuk mendengarkan penjelasan dari Polisi Hutan mengenai jalur trekking yang ada.

Mengingat waktu yang sudah semakin siang, kami memutuskan mengambil jalur tersingkat, yaitu hanya sampai ke sebuah bangunan bekas restaurant. Sayang juga sebetulnya bangunan ini terbengkalai, karena dari bentuknya sih sudah modern dan bagus. Entah kenapa restaurant ini tutup.

Di sekitar bangunan tsb, kami melihat ada 2 komodo dgn ukuran lebih besar daripada yang kami temui di Loh Buaya. Tiba2 Pak Saleh, Polisi Hutan yang mengawal trip kami hari ini, iseng melempar tasnya ke depan salah satu komodo. Lalu komodo tersebut menoleh dan mulai berjalan mendekati rombongan kami yang sedang asik memotret. Tentu saja kami langsung bubar, lari sambil berteriak, dan makin cepat pula larinya si komodo mengejar kita.

Rombongan terpecah 2, ada yang naik ke rumah panggung, dan ada yang naik ke bangunan bekas restaurant. Rasanya seperti terjebak, karena 2 komodo itu sekarang ada di sekeliling kami hehehehe.

Setelah berhasil diusir, rombongan segera turun, dan kembali ke dermaga utk menaiki boat menuju Pink Beach, berjarak sekitar 30 menit dari Loh Liang.

Tiba di Pink Beach, rombongan segera turun dari boat dan melakukan kegiatan snorkeling. Airnya luar biasa jernih, dengan snorkeling beberapa meter saja bisa melihat coral2 cantik seperti karpet, ikan2 aneka warna & jenis, bahkan bisa melihat ikan pari berukuran sedang. Suhu air saat itu cukup dingin. It’s the best snorkeling I’ve ever experienced.

Memang ajaibnya pasir di pink beach ini akan berubah warna menjadi pink jika tersapu ombak. Wow!
Pulang menuju Labuan Bajo ditempuh dalam waktu hampir 2 jam karena hari sudah semakin sore, dan kami menikmati pemandangan sunset sepanjang perjalanan ini. Langit yang cantik berwarna ink, ungu, biru, orange, sampai akhirnya gelap.

Pagi harinya, pemandangan dari depan kolam renang di hotel Bintang Flores ini sungguh indah. Birunya laut, pulau, dan langit menjadi sebuah kesatuan seperti sedang memandangi ‘surga’ hehehehe. Cantik banget!

Sayang ini adalah hari terakhir kami di Labuan Bajo, kami harus segera check-out untuk menuju airport dan terbang bersama SKY aviation ke Denpasar Bali sebelum dilanjutkan ke Jakarta.

Bagi saya yang belum pernah menginjakkan kaki di NTT, merupakan sebuah kebanggaan akhirnya bisa melihat sendiri the legendary komodo, indahnya pink beach, dan cantiknya pemandangan di Labuan Bajo. Next time saya akan kembali lagi ke sini, bersama teman2 saya yang ‘heboh’ bbm begitu mereka tau bahwa saya sedang melakukan perjalanan ke Komodo island. Oya, dan lain kali jika dive log saya sudah cukup banyak, saya akan diving di sini.

Kata orang mahal ke Pulau Komodo atau Flores. Iya mungkin memang mahal, tapi bagi saya worth it kok mengeluarkan uang untuk bisa datang ke sini. Semoga pertumbuhan jumlah wisatawan domestik sama pesatnya dengan wisatawan asing. Yang cukup menyedihkan adalah jumlah wisatawan lokal hanya 15% dari jumlah total wisatawan yang berkunjung ke Flores Barat ini.

Di atas langit masih ada langit yang lebih tinggi, semakin ke timur akan semakin bagus pula pemandangan alamnya. Insya Allah saya diberi rejeki untuk bisa menjelajahi negeri yang cantik ini.

Terimakasih untuk Bu Ratna, Bu Esty, & twitter @indtravel dari Kementrian Budaya & Pariwisata yang telah mengundang saya mengikuti trip ini. Semoga tulisan saya bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke Pulau Komodo & sekitarnya.

Tag : Taman Nasional Komodo

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR