Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
4 Januari 2013

Ditulis oleh
Hasrinaldi

Kategori :
Bangunan Bersejarah

0 Komentar

Masjid Jami' Air Tiris: Menemukan Cerita dan Warisan Islam di Kabupaten Kampar

Posted on : 4 Januari 2013
Categories : Bangunan Bersejarah

Sebagai Kota Serambi Mekkah Riau, Kabupaten Kampar mempunyai banyak cerita tentang Islam. Salah satunya adalah Masjid Jami'. Masjid yang terletak di Jalan Pasar Usang, Desa Tanjung Barulak, Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar ini dibangun pada 1901 Masehi atas prakarsa Engku Mudo Sangkal. Ia adalah seorang ulama yang mengonsolidasikan potensi ninik-mamak dan cerdik-pandai dari 20 kampung di kenegerian Air Tiris. Sebagai panitia pembangunannya adalah yang disebut dengan Ninik Mamak Nan Dua Belas yaitu para ninik-mamak dari berbagai suku yang ada di seluruh kampung. Mereka mengerjakannya bersama anak kemenakan, termasuk tukang dari Trengganu, Malaysia, yang membuat mimbar dikerjakannya di Singapura. Tahun 1904 masjid ini selesai dan diresmikan meriah oleh seluruh masyarakat Air Tiris dengan menyembelih 10 ekor kerbau.


Masjid Jami' Air Tiris: Menemukan Cerita dan Warisan Islam di Kabupaten Kampar

Arsitektur masjid ini menunjukkan adanya perpaduan gaya arsitektur Melayu dan China, dengan atap berbentuk limas. Seluruh bagian bangunan terbuat dari kayu tanpa menggunakan besi dan paku melainkan hanya pasak kayu. Masjid dengan bahan konstruksi utama kayu ini terdiri dari bangunan induk yang ukuran aslinya 30 X 40 meter, mihrab 7X 5 meter, dan menara. Tinggi bangunan 24 meter, dilengkapi dengan 2 mimbar, 2 bak untuk mengambil wudhu. Atapnya berupa limas tiga tingkat yang meruncing ke atas dengan tiang dan konstruksi kayu yang masih asli dan terlihat sangat indah. Demikian pula dindingnya yang miring, penuh dengan ornamen atau ukiran yang mirip dengan ukiran yang terdapat di dalam sebuah masjid di Pahang, Malaysia. Engku Mudo Sangkal juga menukilkan ukiran di depan mimbar dan pada dua tonggak panjang dalam masjid masing-masing dengan tulisan basmallah dan dua kalimat syahadat.


Masjid Jami' Air Tiris: Menemukan Cerita dan Warisan Islam di Kabupaten Kampar

Di dalam salah satu bak air di masjid tersebut, terdapat sebuah batu alam yang besar dan bentuknya seperti kepala kerbau tanpa tanduk dan telinga. Konon batu itu bisa berpindah posisi dengan sendirinya sehingga batu berbentuk kepala kerbau ini begitu disakralkan. Banyak yang mengunjungi Masjid ini hanya untuk mandi dengan air yang ada batu kepala kerbau. Mereka mencuci muka atau tangan dengan air dari bak yang berisi kepala kerbau karena dipercaya dapat memberi berkah. Bahkan mereka bernazar untuk meminta suatu keinginan dan kesembuhan penyakit.

Masjid Jami' Air Tiris: Menemukan Cerita dan Warisan Islam di Kabupaten Kampar

Menurut pengakuan masyarakat sekitar yang tidak ingin namanya diketahui, bahwa dulunya ia pernah mendapati batu itu berada di dalam sumur masjid sedalam 8 meter. Tapi beberapa hari kemudian pindah lagi ke atas. Kalau dipindahkan orang, itu tak mungkin karena beratnya puluhan kilo.


Salah seorang pengurus masjid juga mengisahkan pada zaman penjajahan, Belanda beberapa kali mencoba membakar masjid tersebut. Namun upaya itu tak pernah berhasil. Masjid Jami' juga memiliki "keistimewaan" lain. Masjid Jami' selalu selamat dari bencana banjir. Pada saat banjir tiba, hampir semua tempat dan rumah terendam air, namun air di sekeliling masjid seperti mencekung ke bawah dan tak pernah masuk ke dalam masjid.



Bagaimana menuju Mesji Jami' Air Tiris

Sekurangnya ada 6 jalur penerbangan yang rutin menuju Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau, yaitu melalui Jalur Batam, Jakarta, Bandung, Medan, Singapura dan Kuala Lumpur. Dari Pekanbaru perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Jami'. Masjid yang terletak di Jalan Pasar Usang Desa Tanjung Barulak, Air Tiris ini dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi darat. Banyak pilihan kendaraan yang tersedia diantaranya taksi, mobil angkutan umum yang biasa disebut dengan mobil travel. Perjalanan dari Pekanbaru menuju Masjid Jami' ditempuh dalam waktu lebih kurang 45 menit. Untuk menuju Masjid Jami' ini tidaklah sulit karena adanya rambu dan petunjuk arah mengenai keberadaan masjid. Masjid ini berada di sebuah jalan desa yang persis berada di sebelah pasar Air Tiris.

Tag : Pengantin Sahur: Tradisi Menarik saat Ramadhan di Riau, Pulau Abang Kecil , Tari Zapin: Menikmati Khazanah Tarian Rumpun Melayu di Kepulauan Riau, Makyong: Teater Tradisional di Kepulauan Riau

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR