Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
4 Januari 2013

Ditulis oleh
Hasrinaldi

Kategori :
Budaya - Seni

0 Komentar

Pacu Jalur: Pesta Masyarakat Kuantan Singingi

Posted on : 4 Januari 2013
Categories : Budaya - Seni

Kabupaten Kuantan Singingi kaya beragam adat dan budaya. Salah satu diantaranya adalah Pacu Jalur. Pacu berarti lomba adu cepat, sedangkan jalur berarti perahu besar yang dapat memuat 40-50 orang anak pacu. Jalur dibuat dari sebatang pohon Bonio atau kulim kuyian dengan panjang 30 meter atau lebih dengan diameter sekira 2 meter.

Untuk membuat Pacu banyak ritual yang mesti dilalui, kayu yang diambil dihutan sebelumnya harus melalui sebuah upacara persembahan dan semah yang dipimpin oleh pawang. Upacara ini dilakukan agar proses penebangan kayu dapat berjalan lancar karena kayu tersebut dianggap memiliki penghuni. Kemudian pohon ditebang sesuai dengan panjang jalur yang akan dibuat. Setelah pohon ditebang, pohon diseret bersama-sama ke desa dengan menggunakan tenaga manusia. Nuansa gotong royong dan kebersamaan masih kental dalam proses pembuatan jalur.

Sesampai di Desa Pohon yang ditebang dan diseret tadi di layur (diasapi) selama kurang lebih 12jam, proses pengasapan ini dilakukan pada malam hari diiringi upacara adat dan tari-tarian yang dihadiri oleh pemuka masyarakat. Tujuan kayu diasapi agar kayu atau jalur menjadi kering dan tidak berat saat dipacu.

Pacu Jalur: Pesta Masyarakat Kuantan Singingi
PACU JALUR

Pacu jalur awalnya dilaksanakan untuk memperingati hari besar agama Islam seperti Maulid nabi, Idul Fitri, Tahun Baru Islam 1 Muharam. Tetapi Ketika Penjajah Belanda memasuki daerah Riau diawal tahun 1900 mereka memanfaatkan Pacu jalur sebagai peringatan Ulang Tahun Ratu Wilhelmina yang jatuh pada setiap 31 Agustus. Akan tetapi, sejak Indonesia merdeka Pacu jalur menjadi Agenda untuk memperingat Hari kemerdekaan, kini Pacu jalur diadakan setiap Bulan Agustus atau dipercepat sebelum Agustus jika pada Saat Bulan Agustus bertepatan dengan Bulan Ramadhan.


Kini Pacu jalur menjadi pesta masyarakat Kuantan Singingi dan masyarakat Riau pada umumnya yang telah menjadi kalender Pariwisata Nasional. Pacu Jalur ini diadakan di Tepian batang Narosa Sungai Kuantan Taluk Kuantan, event Pacu Jalur tidak hanya diikuti oleh Jalur dariKecamatan yang ada di Kabupaten Kunatan Singingi saja tapi juga diikuti oleh jalur dari kabupaten lain di Provinsi Riau dan juga diikuti Jalur Provinsi tetangga dan juga negara lain.

Pacu Jalur: Pesta Masyarakat Kuantan Singingi

Bagaimana Menuju Lokasi Pacu Jalur? Sekurangnya ada 6 jalur penerbangan yang rutin menuju Pekanbaru Ibu Kota Provinsi Riau,yaitu melalui Jalur Batam, Jakarta, Bandung, Medan, Singapura dan Kuala Lumpur. Dari Pekanbaru perjalanan dilanjutkan menuju Kota Taluk Kuantan ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi dengan menggunakan perjalanan darat. Banyak pilihan kendaraan yang tersedia diantaranya Taxi, mobil angkutan umum yang biasa disebut dengan mobil travel. Perjalanan dari Pekanbaru menuju Taluk Kuantan ditempuh dengan waktu lebih kurang 4jam hingga 4,5jam. Untuk Penginapan di Taluk Kuantan tidak perlu khawatir karena banyak pilihan wisma, penginapan untuk bermalam.

Tag : Makyong: Teater Tradisional di Kepulauan Riau, Tari Zapin: Menikmati Khazanah Tarian Rumpun Melayu di Kepulauan Riau, Pengantin Sahur: Tradisi Menarik saat Ramadhan di Riau, Pulau Abang Kecil

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR