Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
3 Januari 2013

Ditulis oleh
Hasrinaldi

Kategori :
Ekotour - Olahraga

1 Komentar

Ekowisata Tesso Nilo : Harmonisasi dengan Alam

Posted on : 3 Januari 2013
Categories : Ekotour - Olahraga

Hutan Tesso Nilo merupakan salah satu zamrud khatulistiwa dan keunikan hutan hujan tropis dataran rendah di Pulau Sumatera. Kawasan ini memiliki kekayaan tumbuhan vaskular tertinggi di dunia mengalahkan kawasan hutan lainnya termasuk hutan amazon.

Tesso Nilo berasal dari kata Teso dan Nilo yang merupakan nama dua buah sungai yang membelah wilayah tersebut. Sejak zaman dahulu tempat ini masih menjadi sarana transportasi vital. Bagi masyarakat lokal yang mayoritas suku Melayu, tesso nilo merupakan kawasan perlindungan dan pengelolaan hutan. Beberapa tradisi masyarakat Melayu seperti mengambil ikan dan madu merupakan tradisi unik yang tidak lepas dari keberadaan Hutan Tesso Nilo.


Ekowisata Tesso Nilo : Harmonisasi dengan Alam

Hutan Tesso Nilo merupakan bentang alam yang terdiri dari mozaik ekosistem hutan hujan tropis meliputi hutan tanaman akasia, dan perkebunan kelapa sawit. Di sini ada pula berbagai keanekaragaman hayati dapat ditemui di kawasan ini termasuk tumbuhan tinggi khas dan endemik Sumatera seperti seminai, rengas, kulim, pulai, durian dan kruing. Ada pun tumbuhan rendah yang ada di sini diantaranya adalah: anggrek, rotan, liana, paku-pakuan dan jenis rumput.

Berbagai jenis hewan yang khas dan endemik di kawasan ini antara lain: gajah sumatera, harimau sumatera, dan tapir. Berbagai jenis primata juga hidup di hutan ini seperti siamang, wau-wau, kera ekor panjang, dan berbagai jenis burung langka seperti burung pemakan lebah, sikep madu, dan elang terkecil di dunia yaitu Microxhierax fringilarius.



Ekowisata Tesso Nilo : Harmonisasi dengan Alam
Harimau SUmatera (http://www.wwf.or.id)

WWF-Indonesia dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo sejak tahun 2009 telah mengembangkan kegiatan ekowisata di taman Nasional Tesso Nilo, sembilan trek ekowisata telah diidentifikasi yang merupakan kawasan menarik dan berpotensi untuk melihat berbagai macam satwa liar, patroli gajah dan kearifan lokal suku setempat.

Sekurangnya ada 5 jalur penerbangan yang rutin menuju Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau, yaitu melalui Jalur Batam, Jakarta, Medan, Singapura dan Kuala Lumpur. Dari Pekanbaru perjalanan dilanjutkan menuju Taman Nasional Tesso Nilo dengan kendaraan roda empat berjarak sekira 4,5 jam perjalanan melalui jalan Lintas Timur menuju Kabupaten Pelalawan, Kecamatan Ukui.

Taman nasional tesso Nilo ditunjuk sebagai Pusat Konservasi Gajah Sumatera. Ada sekira 150-200 ekor gajah sumatera mendiami kawasan ini. Habitat yang menyempit menjadi penyebab konflik manusia dan gajah, salah satu upaya penanganan konflik tersebut adalah mengoperasikan Elephant Flying Squad. Elephant Flying Squad merupakan tim yang terdiri dari 4 ekor gajah terlatih dan 8 orang perawatnya yang bertugas melakukan penanganan konflik gajah dan manusia.

Ekowisata Tesso Nilo : Harmonisasi dengan Alam
Patroli Gajah (http://www.wwf.or.id)

Ekowisata Tesso Nilo : Harmonisasi dengan Alam
Aktifitas Memandikan Gajah Oleh nadine Chandrawinata (http://www.wwf.or.id)

Patroli Gajah (http://www.wwf.or.id)

Patroli dengan menggunakan Gajah Flying Squad merupakan salah satu aktifitas yang ditawarkan kepada pengunjung ekowisata Tesso Nilo. Pengunjung dibawa ke trek-trek patroli gajah yang alami dan khas yang melewati rawa,sungai,pinggir hutan dan kebun masyarakat. Aktifitas memandikan dan memberikan makan gajah menjadi salah satu aktifitas menarik.

Beberapa trek ekowisata difokuskan dalam pemantauan flora dan fauna melewati sungai menggunakan perahu kecil bermesin tempel (pompong). Primata seperti siamang, wau-wau dan kera ekor panjang banyak dijumpai di sungai Nilo dan Lubuk Balai. Di lokasi trek ekowisata kita dapat menjumpai jejak-jejak beruang, gajah, tapir dan harimau sumatera.

Salah satu kegiatan ekowisata Tesso Nilo yang sangat menarik dan menantang adalah observasi tanda-tanda keberadaan harimau dengan menggunakan kamera jebak (camera trap).

Ekowisata Tesso Nilo : Harmonisasi dengan Alam
Photo dari http://www.wwf.or.id

Di sini tersedia pula trek untuk bersepeda yaitu di pinggiran hutan dan kawasan pemukiman Desa Lubuk Kembang Bunga. Trek ini memberikan pengunjung kesempatan melihat kebun karet dan jelutung milik masyarakat.


Madu hutan Tesso Nilo adalah salah satu ikon ekowisata berbasiskan sumber daya alam dan tradisi lokal masyarakat Tesso Nilo. Madu hutan Tesso Nilo terdapat cabang-cabang pohon yang tinggi dimana oleh masyarakat lokal disebut pohon sialang. Pohon ini terdiri dari berbagai jenis pohon, seperti keruing, rengas dan kedondong hutan.

Dalam satu sialang terdapat sarang lebah hutan apis dorsata mencapai 10-50 sarang dengan rata-rata berat15 kg/sarang. Panen madu sialang sangat menarik karena pengunjung diperkenalkan dengan tradisi masyarakat yang masih tradisional, ritual puji-pujian pada prosesi pemanenan dan pemanjatan pohon sialang merupakan kegiatan yang bernilai budaya.

Lokasi yang menarik lainnya adalah kampung terapung Kuala napu untuk melihat tradisi masyarakat Melayu yang hidup di sungai dengan kegiatan utama mencari ikan. Kuala Napu merupakan desa nelayan penghasil berbagai jenis ikan sungai yang terletak di kecamatan Pangkalan Kuras. Sungai Napu ini terhubung dengan Sungai nilo di Taman nasional Tesso Nilo.

Ekowisata di Tesso Nilo terbagi menjadi tiga bagian, yaitu interpretasi terhadap flora dan fauna, ekowisata pengetahuan, serta ekowisata budaya masyarakat tradisional dan pendidikan lingkungan. Kegiatan penunjang ekowisata meliputi berjalan di hutan (jungle trekking), penggunaan gajah latih, berkemah dan bersepeda, kemudian juga beberapa trek pendukung ekowisata yaitu trek patroli gajah, trek sungai, trek jelajah hutan, trek alternatif jelajah hutan, trek sepeda dan trek kano.

Untuk akomodasi, di Taman Nasional Tesso Nilo tersedia 2 unit rumah sebagai tempat penginapan bagi pengunjung di area camp Flying. Anda dapat berkemah dalam area tersebut atau memanfaatkan rumah-rumah penduduk di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo.


Informasi lengkap dapat diperoleh di alamat berikut.

Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Jl. Langgam II Km 4 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan
Telp : (0761) 494728

WWF-Indonesia Program Riau
Perkantoran Grand Sudirman Blok B-1
Jalan Datuk Setia Maharaja Telp : (0761) 8550006

Tag : -

 

TULIS KOMENTAR