Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Dieng: Satu Wisata, Tiga Cerita

Posted on : 26 Desember 2012
Categories : Mendaki Gunung, Trekking, - Trekking - Berjalan-jalan - Berpetualang

Dieng, Dataran Seribu Masjid

Alhamdulillah, liburan kemarin saya bersama teman-teman berkesempatan untuk rihlah ke Dieng. Sebenarnya agenda jalan-jalan kali ini tidak direncanakan. Ketika itu kami memenuhi undangan walimahan di Wonosobo. Setelah acara selesai sayang sekali jika kami langsung balik ke Jogja. Alhasil, kami meneruskan perjalanan ke arah utara menuju Dieng.

Bagi yang pertama kali ke Dieng seperti kami tidak perlu takut tidak tahu arah. Saat melewati tempat penarikan retribusi, kita akan di beri peta kawasan wisata di Dieng. Dari peta tersebut diinformasikan bahwa di kawasan ini terdapat beberapa lokasi wisata alam, seperti: Telaga Tiga Warna, Telaga Pangilon, Komplek Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Dieng Volcano Theatre, Museum Dieng, dan lainnya.

Dalam perjalanan menuju kawasan wisata Dieng akan disuguhkan panorama perbukitan. Udara sejuk, pemandangan hijau, awan dan kabut yang mengelayut adalah secuil keindahan yang Allah hadirkan di Bumi. Tapi ada hal lain yang menjadi perbicangan panjang selama kami di dalam mobil. Ketika kami memandang perkampungan penduduk dari jalan raya yang terletak perbukitan, kami menemukan masjid dalam hitungan yang luar biasa banyaknya. Tiga, empat bahkan sampai enam.

Cukup mudah membedakan masjid dibandingkan bangunan lainnya. Seperti foto kami di bawah ini. Anda pasti dengan mudah menemukan masjid di sekitar bangunan lainnya. Masjid memiliki bentuk atap yang unik dan seringkali dibangun kubah dan menara di dekatnya.

Dieng: Satu Wisata, Tiga Cerita

Untuk jarak dari satu masjid ke masjid lainnya juga tidak begitu jauh. Saat kami melewati perkampungan tersebut. Bangunan masjid dapat dengan mudah kami temui baik dari sisi kiri maupun kanan.

Dieng: Satu Wisata, Tiga Cerita

Oleh karena itu, kami membuat julukan tersendiri, Dieng dataran seribu masjid. Bukan dalam pengertian harfiah terdapat seribu masjid. Julukan ini hanya menandakan banyaknya masjid di sekitar dataran Dieng.

Nah, bagi sahabat yang sedang melakukan perjalanan ke Dieng, tidak perlu khawatir untuk mencari tempat sholat. Karena masyarakat di Dieng alhamdulillah telah menyediakan masjid yang begitu banyak. Selain itu, sepanjang perjalanan itu pula kami melihat banyak wanita baik muda ataupun yang sudah sepuh mengenakan kerudung dan jilbab. Semoga bukan hanya bertujuan menahan hawa dingin tetapi karena mereka berusaha menjalankankan perintahNya.

Dieng, Negeri Di Balik Kabut

Dataran tinggi Dieng memang sudah dikenal sebagai kawasan yang memiliki suhu udara yang cukup dingin. Pada siang hari suhunya bisa mencapai 15 derajat celicius. Oleh karena itu, wajar jika uap air di sekitar permukaan tanahnya seringkali berkondensasi membentuk kabut. Nah sahabat, pada liburan kemarin kami ke Dieng, cuaca di sana sering kali gerimis sehingga suhu udaranya diperkirakan anjlok di bawah 15 derajat. Alhasil, asap dari uap air lebih sering terbentuk dan kamipun mendapatkan pemandangan Dieng bak negeri di balik kabut.

Satu tempat yang sayang untuk dilewatkan ketika berada di Dieng adalah kawasan komplek Candi Arjuna. Komplek ini adalah satu dari sekian banyak komplek candi di Dieng dan memiliki delapan bangunan candi yang masih berdiri. Terletak di tanah lapang, membuat kawasan ini sangat indah. Sebab, pengelola menghiasi sekitar candi dengan beragam jenis tanaman dan tumbuhan berbunga. Belum lagi ketika kabut mulai turun, komplek candi ini lebih terkesan sangat eksotis.

Dieng: Satu Wisata, Tiga Cerita

Seperti terlihat pada gambar-gambar di atas, beberapa candi terlihat sudah tidak utuh. Memanglah demikian, beberapa batu candi telah rontok dan dibiarkan teronggok di awal tempatnya berdiri. Selain itu, candi yang masih berdiri pun memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Terdapat retakan di sana sini pada tubuh candi. Satu hikmah yang bisa kita petik, segala kemampuan manusia selalu memilki batas. Bangunan batu yang pasti terlihat kokoh pada zamannya ternyata tidak akan selamanya bertahan ketika berhadapan dengan usia. Apalagi dengan diri kita. Jadi, pantaskah selama ini kita masih sombong?

Dieng, Sensasi Wisata Tiga Indera

Agenda liburan ke Dieng kemarin akhirnya membawa kami ke tempat yang luar biasa. Melihat sebuah kawah dalam jarak yang sangat dekat. Satu kawah terbesar di daerah Dieng ini adalah Kawah Sikidang. Konon namanya diambil dari kata kidang atau kijang, satu binatang yang memiliki karakteristik suka melompat lompat. Nah, sifat yang suka melompat inilah yang dianggap seperti halnya uap air dan lava berwarna kelabu yang terdapat di Kawah Sikidang. Selalu bergolak dan munculnya berpindah-pindah bahkan melompat seperti seekor kidang atau kijang.

Berada dalam jarak yang begitu dekat dengan kawah, sudah berarti kami harus rela menghirup belarang dalam konsetrasi tinggi. Aroma menyengat ini sedikit mengusik indera penciuman, apalagi ketika arah angin mengarahkan asap kawah ke arah kita. Tidak hanya indera penciuman, indera peraba dan penglihatan pun mendapatkan sensasi ketika berada di sekitar Kawah Sikedang. Udara dingin yang menusuk sepanjang pori-pori dan tentu saja panorama luar biasa memanjakan pandangan. Kami menyimpulkan, inilah sensasi wisata dengan tiga indera.

Tidak lengkap rasanya ketika kami serombongan berada di sekitar kawah tanpa membuat dokumentasi. Berikut adalah gambar yang berhasil kami ambil dimana seolah-olah kami sedang berada di ujung lubang yang menghubungkan kami dengan pusat bumi.

Dieng: Satu Wisata, Tiga Cerita

Dieng: Satu Wisata, Tiga Cerita

Dieng: Satu Wisata, Tiga Cerita

Seperti sahabat ketahui, untuk kondisi tanah di sekitar kawah pada umumnya, profil tanah di Kawah Sikidang banyak mengandung sulfur. Oleh karena itu memiliki karakter berwarna putih kekuningan. Kondisi inilah yang membuat tanaman sulit tumbuh sehingga pemandangan di sekitar kawah terlihat gersang.

Tapi tunggu dulu Anda. Saat hendak kembali ke mobil untuk pulang, saya menemukan satu hal yang menarik perhatian saya. Persis di samping jalan setapak dari kawah menuju tempat parkir mobil. Akhirnya saya kembali mengeluarkan ponsel dan memotretnya. Semoga bisa jadi oleh-oleh spesial saya dari Dieng untuk Anda semuanya.

Dieng: Satu Wisata, Tiga Cerita

Bertahan memang tidaklah mudah
Tumbuh menjadi lebih baik sesuai keinginan semua
Namun, yang muda pasti menggantikan yang tua
Meneruskan perjuangan dalam bingkai ibadah
Yakinlah, pasti bisa
Karena ada Allah yang selalu membersamai kita



Tag : Dataran Tinggi Dieng, Telaga Warna Dieng

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR