Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
30 November 2012

Ditulis oleh
abd kodir jaelani

Kategori :
Diving & Snorkeling - Berpetualang

0 Komentar

Hidden Paradise In Banten

Posted on : 30 November 2012
Categories : Diving & Snorkeling - Berpetualang

Banten adalah provinsi termuda di Indonesia yang baru saja memisahkan diri dari Jawa Barat pada 2010. Tahukah Anda, di Banten ada tempat wisata tersembunyi dengan keindahan yang belum terjamah. Ada banyak tempat wisata yang selama ini menjadi andalan dan sudah dikenal khalayak banyak di Banten, salah satunya adalah Pantai Anyer, Carita dan Pantai Karang Bolong. Tapi tahukah Anda bahwa di kawasan Lebak–Banten, tepatnya di Desa Sawarna terdapat tempat wisata yang tidak terlalu dikenal oleh turis domestik, tetapi sudah terkenal di turis mancanegara bernama Sawarna.

Sawarna merupakan salah satu desa di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Panorama keindahan alam di sesa ini cukup menawan, terutama pantainya. Objek wisata ini paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari mancanegara. Miris memang, kita sebagai tuan rumah belum pernah mendengarnya, justru turis mancanegara yang lebih dulu mengetahui dari kita. Hal itu terlihat dari banyaknya bule yang berselancar di pantainya.

Hidden Paradise In Banten


Tempat wisata di Sawarna merupakan satu dari sekian banyak tempat di Indonesia berlabel hidden paradise yang belum tersentuh oleh industri pariwisata pemerintah. Hanya warga setempat yang memanfaatkannya. Desa Sawarna terkenal dengan desanya yang asri dan pantainya yang bersih, juga didukung masyarakat sekitar yang sangat ramah seperti masyarakat perdesaan Sunda pada umumnya. “Ini kelebihan dari objek wisata di Lebak, anak-anak maupun dewasa akan sangat senang diajak bicara mengenai daerah sekitar objek wisata”.

Hidden Paradise In Banten


Jalan raya menuju tempat wisata ini sudah memadai, sepanjang jalan kita akan disuguhkan pemadangan pantai dengan pasirnya yang putih, belum lagi rimbunan hutan karet dan hutan tropis sebelum memasuki area pantai.

Hidden Paradise In Banten


Untuk bisa mencapai Desa Sawarna, apabila datang dari Jakarta bisa melalui Serang menuju Malimping hingga memasuki kawasan kabupaten Lebak tepatnya di terminal Bayah. Alternative jalur lain adalah bisa juga melalui Sukabumi. Dari Jakarta, perjalanan menempuh waktu sekitar 9 jam. Dari terminal Bayah, Anda bisa melihat penunjuk jalan yang mengarahkan ke Desa Sawarna.

Hidden Paradise In Banten

Mulai dari terminal Bayah, mata kita akan disuguhkan dengan pemandangan pantai di sisi kanan dan bukit-bukit kecil dengan hamparan sawah nan hijau di sisi kiri di sepanjang jalan yang kita lewati menuju Desa Sawarna.

Ada beberapa tempat istimewa berlabel hidden paradise di Sawarna, yaitu Karang Taraje, Pulau Manuk dan Tanjung Layar.

1.Karang Taraje

Karang Taraje adalah pantai pertama yang akan kita temui jika berangkat via Serang. Objek wisata Karang Taraje, lokasinya sekira 4 kilometer dari pusat kota Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Karang Taraje adalah pantai karang dengan bentangan karang yang besar dan luas di sepanjang pantai Laguna Pari hingga Pantai Sepang/ Cikoromong. Dinamakan Karang Taraje karena pada suatu titik kami harus menaiki sebuah taraje (tangga–bahasa Sunda; red)
Hamparan karang sesekali terlihat di permukaan saat ombak kembali ke lautan. Semakin siang, puncak-puncak karang akan semakin jelas terlihat dan menyerupai trap atau undak-undak. Oleh karena itu, kawasan pantai sekitar 4 kilometer ini dinamai Karang Taraje.

Di Karang Taraje kita juga akan menemukan beberapa cekungan karang yang membentuk kolam di antara sela-sela karang. Cekungan/ kolam tersebut berisi air dan ikan. Tidak heran banyak penduduk lokal yang senang menjadikan Karang Taraje sebagai tempat untuk memancing.

2.Pulau Manuk

Setelah melewati Karang Taraje, Anda akan menemukan Pulau Manuk yang terletak tidak jauh dari Karang Taraje. Jika di Pantai Karang Taraje bibir pantainya dipenuhi karang, maka di Pulau Manuk ini kebalikannya. Sepanjang bibir pantai dipenuhi pasir putih yang terhampar luas, bersih dan sepi dari para wisatawan atau pun warga setempat. Tidak jauh dari pinggir pantainya terdapat pulau kecil yang diberi nama Pulau Manuk (Pulau Burung).

Kondisi pantai yang berpasir putih tanpa karang, landai dengan ombak yang tenang sangat aman untuk berenang maupun berselancar. Warna air laut yang biru bersih semakin mengundang kita untuk bermain bersama airnya. Ditempat ini, Anda tidak akan menemukan penjual akesories atau penjaja makanan lainnya, karena pantai ini salah satu pantai yang belum dijadikan tempat wisata resmi oleh Pemda setempat atau istilahnya masih wisata liar, sehingga tidak dikenakan retribusi untuk masuk.

3.Pantai Sawarna

Pantai Sawarna sebagai objek wisata andalan berjarak 1 (satu) kilometer dari jembatan gantung, yang akan kita temukan setelah melewati hutan dan jalanan yang berkelok dan menurun. Menuju pantai ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki atau menggunakan motor. Hal ini dikarenakan ukuran jembatan gantung yang kecil dan hanya memiliki lebar 1 (satu) meter. Pantai Sawarna adalah pantai pasir putih sebagaimana tipikal pantai-pantai di Jawa pada umumnya.

Sebelum mencapai pantainya, sepanjang perjalanan mata kita akan disuguhkan tanaman kacang dan sawah penduduk setempat, yang terdapat di kanan kiri jalan setapak yang akan kita lalui. Sementara, kurang lebih 500 meter di depan sana, tampak luasnya laut yang seolah menyambut kedatangan kita dengan ramah.

Disekitaran Pantai Sawarna ini terdapat Pantai Tanjung Layar. Dinamakan Tanjung Layar karena terdapat dua bukit mirip layar kapal di tengah lepas pantainya. Untuk mendekati bukitnya tidak sulit, karena airnya dangkal dan banyak karang yang bisa membantu untuk mendekat. Akan tetapi, jangan coba-coba untuk berenang melewati batas karang yang bertindak seolah seperti tembok yang menghalangi ombak menuju ke pinggir pantai.

Pemandangan menarik dan tidak terdapat ditempat lain ada di belakang dua bukit tersebut. Dari dekat bukit tempat kita berdiri akan terlihat hempasan ombak yang membentuk karang setinggi 3 meter lebih. Setiap deburan ombak yang membentur karang, akan berhamburan ke atas seperti letusan gunung merapi, dan menghempaskan air yang terbawa angin menghampiri wajah. Sungguh sangat menakjubkan.

Keadaan di Pantai Tanjung Layar ini tidak jauh beda dengan Pantai Pulau Manuk. Pantainya masih bersih dan hanya terdapat 3 warung yang menyajikan berbagai makanan kecil dan kelapa muda.

Jika Anda tertarik untuk berkunjung ke Desa Sawarna, tidak perlu mengkhawatirkan penginapan atau tempat untuk makan. Karena di tempat ini sudah banyak homestay yang baru saja dibangun dan tempat makan yang menyajikan ikan bakar dengan harga terjangkau.

Sawarna dengan keramah-tamahan penduduknya serta keindahan pantai yang begitu mempesona tidak akan pernah terlupakan untuk selamanya.

Tag : Masjid Agung Banten, Tari Bendrong Lesung: Menikmati Rasa Kesyukuran Petani Banten Menyambut Panen Raya , Pantai Sawarna

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR