Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Unforgetable Sempu Malang

Posted on : 19 November 2012
Categories : Trekking - Berpetualang - Berjalan-jalan - Diving & Snorkeling

Perjalanan kali ini punya kisahnya tersendiri, became a true backpacker! Hahah... lebih tepatnya petualang sejati mungkin. Untuk menuju Malang banyak akses yang bisa dipilih dari mulai pesawat, kereta sampai bus. Pilihan saya jatuh pada kereta (kenapa?), karena hari itu bertepatan dengan hari libur panjang dan saya tidak mau ambil resiko dengan naik bus karena pasti macet total. Naik kereta pun kita tetap harus memilih, pilih yang nyaman, biasa atau super biasa hahahah alias ekonomi. Pilihan lagi lagi jatuh pada yang paling murah kereta ekonomi Matarmaja. Yup.. mungkin bagi sebagian orang akan mentertawakan saya dan sedikit underestimate ga mungkin tahan naik kereta 17 jam duduk tegak hihi tetapi ini juga namanya pilihan jadi saya pasti terima segala resikonya.

Singkat cerita hari yang ditunggu tiba bersama 11 orang kawan lain memulai perjalanan panjang itu. Kesan pertama di KA Matarmaja puanasss sekaleee kirain mah bakal rame kaya ikan pepes ternyata kosong and lenggang aja tuhhh. Bahkan si 'boss' bisa duduk sendirian dengan 3 kursi, beuhh. Sebagian waktu dihabiskan dengan tidur tidur dan jajan, hahah ini yang saya suka naik ekonomi setiap stasiun berhenti dan banyak pedagang menjajakan jualannya dari mulai nasi rames, nasi pecel, pop mie, telor asin, nasi sate, nasi kuning, nasi goreng, baju batik, maenan anak, ikat pinggang, sendal jepit, rujak beuhh pokoknya komplit semua disini hahah jadi inget masa kuliah naik kereta ekonomi. O’ya yang pling bikin seneng harganya semuaaaa terjangkauu cuma berkisar 1.000-5.000 rupiahh, sampe penuh perut beli ini itu, hahhahah... Untung ga kena tipes ya.


Sebenarnya naik ekonomi yang bikin bosen cuma 1 yaitu kita ga tau harus ngapain saat semua alat elektronik yang kita bawa MATEK hahahah... Hiks sedih disaat kita ga bisa update status, ga bisa berbagi perasaaan di dalam kereta dengan teman-teman maya. Jadi yaa paling cuma ngobrol dan tidur lagi tidur lagi. Akan tetapi, di sini kita banyak belajar, belajar utk berkenalan dengan teman sebangku kita mungkin, atau teman di samping di depan ataupun di belakang. Ya, semua yang di sini ga ada tuh yang sombong, diem... Pasti semua akan berbicara dengan yang lainnya, entah basa basi tanya turun di mana, mau ngapaian, sama siapa, sampai tanya kerja dimana atau mungkin sama-sama gangguin pedagang yang lewat.

Malam semakin larut dan laju kereta punn kian menyurut di tengah kantuk yang mendera, ditemani suara hiruk pikuk pedangan yang lewat tanpa habisnya saya pun mulai terlelap sambil sesekali terbangun hanya untuk liat jam.

Kereta Matarmaja mulai berhenti pukul 07.45 di stasiun terakhir Malang Kota Baru. Senang akhirya saya bisa menginjakkan kaki di Malang. Ahaha, setelah dulu ingin ke sini tetapi tak pernah kesampean, sekarang sampe juooo, hihii. Satu Kata buat kota Malang... Panas!

Setelah bertemu driver maka selama di kota Malang nanti, trus langsung lanjut ke tempat penyewaan tenda dan cuss ke Sendang biru. Perjalanan lumayan memakan waktu lama tetapi berhubung kita semua sudah kelelahan, bahh di kereta pann cm duduk doank) akhirnya semua terlelap.

Unforgetable Sempu Malang


Sendang biru itu bisa dibilang pelabuhan kali yaa karena banyak perahu-perahu nelayan tertambat di situ. Untuk tiba ke Pulau Sempu kita perlu menyebrang dari sini, waktunya? Ga perlu berjam-jam cukup 10-15 menit nyampe deh ke Teluk Semut (ni dia tempat yang bakal kita kangenin). Dengan menenteng dan menggendong semua perlengkapan tempur kita mulai perjalanan panjang itu. Jam menunjukkan pukul setengah 3 sore.

Unforgetable Sempu Malang

Unforgetable Sempu Malang

Unforgetable Sempu Malang

Unforgetable Sempu Malang


1 jam pertama masih dilalui dengan ketawa-ketiwi foto sana-sini dan bersih dari lumpur. Akan tetapi, kemudian sampai bertemu orang-orang yang baru balik dari Segoro Anakan liat kondisi kaki dan celana mereka rada bertanya juga dalem hati, itu lumpurr ga salahhh ampe sebetis? Ketika kita tanya mass mbaa masih berapa lama lagi? Jawaban semua orang pasti sama, 2 jam-an lagii... Awalnya kita tetep semangat tetapi 2 jam berlalu... setiap berpapasan dengan orang yang balik kenapa jawabannya tetep sama yaa 2 jam lagi?... Langit mulai menggelap, suara-suara hewan liar di hutan mulai bersahutan dan jalanan kian licin dan berlumpurrr. Oh God pengen nangis banget saat itu. Manah bawaan juga berat dan ga ada option untuk kita berhenti karna bahaya bisa kemaleman di hutan dan digigit harimau lagi. Bueeehhhhh semogaa boongan yang ini.

Unforgetable Sempu Malang


Setelah hampir 4 jam kita trekking melewati jalur yang sulit, bahkan harus melipir di tebing yang tidak kelihatan jalanannya karena gelap gulita dan penerangan yang seadanya. Suara deburan ombak bisa juga terdengar dan mulai terdengar suara orang yang bermain di air dan terlihat sinar senter. Horay! Akhirnyaa sampee, tetapi ternyata kesenangan kita langsung berhenti saat itu juga karena, jeng jengggg... hujan deras! Bahh belum bikin tenda, belum sempet istirahat pelemasan otot kaki udah musti bersusah payah lagi bangun tenda dan basah kuyubbb. Ga cuma badan dan baju yang dipakai yang basah tapi bawaaan sampe peresediaan makan malam juga basah. Alamak... Berasa jadi Yunus saat di kapal dan kena angin ribut, kurang lebih 1 jam kita semua berusaha membangun tenda dan merapihkan semua.

Akhirnya hujan mulai reda dan kita semua udah masuk tenda masing-masing. Beuhh... tenda yang muat hanya 5 orang akhirnya diisi 6 orang. Hahah, kaki bisa satu gaya aja dan ga bisa ngapa-ngapain gerak kanan kiri saja tetapi lumayan bisa menghangatkan. Jujur ini bakal jadi pengalaman seumur hidup yang ga bakal dilupakan. Tetap bersyukur karena ga ada yang terluka dan bisa ngelewatin malam ini dengan baik.


Pukul 4 dini hari
Karena kaki keram dan suara di luar tenda ramai maka akhirnya bangun pula kita. Ketika membuka tenda suhunya tidak terlalu dingin dan menatap ke langit nampak taburan bintang lalu lurus ke depan deburan ombak yang menghantam karang menyimpankan pengalaman yang tidak bakal terlupakan.

Unforgetable Sempu Malang

Unforgetable Sempu Malang


Saat Matahari mulai bercahya, kita mencoba naik ke atas karang dimana dapat melihat pemandangan lautan lepas sekaligus landskap Segara Anakan dari atas. Ternyata panoramanya indah sekali sesuai dengan foto-foto yang beredar di Google. Tenda kami yang berwarna warni menambah indah pemandangan pantai segara anakan. Puas berfoto di atas karang langsung berbenah tenda dan packing untuk truss cuss balik ke Sendang Biru.

Unforgetable Sempu Malang


Perjalanan kembali sama beratnya ketika datang yaitu dengan menggendong matras backpack dan sleeping bag. Mencoba menerobos hutan, kali ini lucunya bukan kita lagi yang tanya kepada orang berapa jam lagi tiba di jalan tetapi kita jawabannya sama aja 2 jam lagi!

Hampir 3/4 perjalanan dilewati, terjadilahh malapetaka itu. Tamparan Tuhan untuk kedua kali mendarat tepat di kaki saya, hikkkk.... Jadi kronologisnya gini... (cailahhh) berhubung kaki saya terus kepentok dan saya ngerasa seperti mau copot tuh kuku dan sakitnya minta ampun pake sepatu karet itu akhirnya saya memutuskan utk istirahat sejenak dan duduk sebentar. Saya biarkan teman-teman jalan terus dan menunggu si 'boss' muncul karna kebetulan emang si boss ketinggalan jauh di belakang.

Baru duduk sebentar kemudian datang 2 orang bapak yang bertanya dan saya pun menjawab lagi istirahat dan menunggu teman. Awalnya ia menemani cuma berhubung saya jd ga enak hati ditungguin jadi saya bilang aja duluan, eh bapaknya juga ga enak hati ninggalin saya akhirnya bilang bareng aja dan nanti sepatu dan tas nya dibawain. Haha tanpa pikir panjang, saya iya iya aja secara seneng kan barangnya ada yang bantu bawa tetapi justru disitulah kejadian itu terjadi, karena ga pake sepatu maka jalan saya pun makin licin dan ga sampe 5 menit tiba tiba trak saya kepeleset dan jempol terantuk ke batang pohon apa kayuu gitu dehh, saya ngerasain sakit di jempol dan pas angkat kaki dan pegang kuku, tesss darah segar mengalir bercampur lumpur. Huahhhh shock bukan main dan sakit minta ampun. Tuhan tolong tangis tersedu-sedu pun meledak. Si bapak mencoba menenangkan cuma ya di tengah hutan bersama orang ga dikenal dan kondisi kaki begitu siapa juga yang ga panik.

Ga berapa lama tim si bapak yang bilang dari pos indonesia itu datang. Salah satunya dokter, dia langsung membantu memberikan pertolongan pertama. Kaki saya disiram air yang tinggal sedikit trus dilap darahnya pake daun kemudian jempol saya diikat pake bandana yang ada di kepala. Benar-benar ga ada apa-apa selain itu dan ingin mengakhiri hari itu secepatnya. Sudah selesaikah urusan rawat lukaa? Ternyata belum, perjuangan sampe di finish masih harus menempuh waktu kurang lebih 1 jam lagi dengan medan berlumpur. 1 jam penuh perjuangan dengan kaki satu terluka dan satu lagi memar kudu ngelewatin jalan berlumpur, licin dan penuh akar serta tanjakan dan turunan dan masih lagi ditambah pikiran harus ke rumah sakit kudu cabut kuku. Oh no!

Akhirnya sampai juga di tujuan akhir, perasaan sedikit lega menghampiri juga. Lalu menyebrang ke sendang biru dan langsung ke rumah sakit. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya sampai juga di RS besar dan kaki saya harus operasi kecil dan cukup menguras kantong. Ya sudahlah Tuhann saya ikhlas.

Unforgetable Sempu Malang


Dari RS langsung lanjut makan malam dan menuju penginapan di Bromo. Malam itu menjadi malam terpanjang ditemani 'boss' yang sama ngantuknya kami mengakhiri perjalanan panjang di hari ini. Terima kasih Tuhan setidaknya saya masih mampu tertawa dan tersenyum menghadapi ini semua meski kuku mesti hilang satu.

Sampai jumpa Sempu... sampai bertemu ketika kuku saya telah sembuhhh hihihi

Tag : Kota Batu Malang, Bersantai di Malang

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR