Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
14 September 2012

Ditulis oleh
Rangga Yudhika

Kategori :
Berjalan-jalan

0 Komentar

Serunya Dicium Ikan Dewa di Cibulan, Kuningan

Posted on : 14 September 2012
Categories : Berjalan-jalan

Bumi pertiwi ini memang tidak pernah kehabisan pesona wisata, mulai dari wisata alam hingga atraksi yang terhitung sangat unik. Sungguh menyenangkan dan memberikan pengalaman yang berharga ketika bisa begitu dekat dengan alam dan makhluk hidup lainnya.

Beruntung saya pernah menjadi saksi proses pengeluaran telur dari seekor penyu betina di tengah malam di pesisir pantai Ujung Genteng. Pengalaman yang berkaitan dengan penyu tersebut menambah pengalaman saya untuk menyatu dengan alam ketika melakukan pelepasan sebuah kehidupan baru untuk bayi penyu di kepulauan Derawan.

Setelah memilih menempuh perjalanan ke kepulauan Karimun Jawa untuk merasakan sensasi adrenalin berenang bersama hiu, kali ini kota Kuningan menjadi destinasi berikutnya untuk melihat keunikan Kolam Cibulan.

Kabarnya, kolam yang berlokasi sekitar tujuh kilometer dari kota Kuningan, sekitar 20 kilometer dari keluar pintu tol Cirebon ini menyajikan sensasi adrenalin tersendiri. Dengan menumpang transportasi mobil Elf, kami pun tiba tepat di pinggir jalan tak jauh dari gerbang masuk. Sayangnya, kolam yang sangat unik ini masih jauh dari promosi atau sekedar papan petunjuk yang layak.

Tiket objek wisata ini terhitung sangat murah dibandingkan untuk wahana permainan air di Jakarta. Ketika melewati gerbang masuk, dua kolam yang cukup besar langsung menarik perhatian para pengunjung. Kolam pertama berbentuk kolam renang yang hampir serupa dengan kolam untuk pertandingan renang pada umumnya, dengan kedalaman sekitar 120 cm.

Setelah semakin mendekat, akhirnya saya baru mengetahui mengapa banyak pengunjung yang hanya melihat-lihat dari sisi kolam dan tidak langsung berenang. Seketika, saya dan @stefansantoso pun langsung takjub dan terkagum-kagum tidak percaya ketika mulai melihat satu demi satu ikan berwarna hitam berenang di dasar kolam, di kolam yang juga dipergunakan oleh pengunjung lainnya! Eits, ikan disini bukanlah ikan sembarangan tapi kancra bodas atau biasa disebut ikan dewa!

Tidak berapa lama, semakin banyak ikan-ikan yang terlihat berseliweran dibawah kaki para pengunjung. Tidak tanggung-tanggung, ukuran ikan ini pun bervariasi dari yang sekitar 30 cm hingga mencapai satu meter!

Bayangkan,anda bisa berenang di kolam dengan ratusan ikan-ikan “dewa” yang panjangnya bahkan bisa mencapai satu meter!

Tidak perlu khawatir, ikan dewa tersebut tidak akan menyerang anda. Walaupun begitu, mayoritas pengunjung hanya berani bermain di pinggir kolam sambil melihat-lihat puluhan ikan yang berseliweran di depan mata mereka. Di kolam utama dengan sisi kolam yang lebih dangkal, relatif lebih banyak dipenuhi anak-anak yang berenang menggunakan ban pelambung atapun anak-anak yang mencoba menaklukkan rasa takutnya dengan melangkah di dasar kolam.

Di kejauhan tampak kolam kedua yang lebih dalam berikut dengan papan untuk melompat dari ketinggian. Pengunjung hanya terlihat ramai bermain air dari sisi kolam dikelilingi pepohonan besar kaki gunung Ciremai ini.

Relatif tidak banyak yang berani berenang di kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter ini. Maklum, dengan kedalaman tersebut rasanya semakin menyeramkan berenang. Namun demikian, tetap saja masih ada anak-anak yang berani berlomba renang dan bermain bola air di kolam yang tampak dalam tersebut. Artinya, mereka juga berlomba renang bersama ikan-ikan dewa ini! Nampaknya, saat ini bukan lagi ikan yang berenang di kolam renang manusia tapi justru manusia yang berenang di kolam ikan!

Objek wisata di kaki gunung Ciremai ini konon merupakan objek wisata tertua di Kuningan. Kolam yang dipenuhi ikan-ikan dewa yang berwarna hitam keabu-abuan ini diresmikan tahun 1939. Konon, ada cerita rakyat yang mengatakan bahwa ikan-ikan tersebut merupakan prajurit-prajurit yang dikutuk Prabu Siliwangi.

Berhati-hatilah karena kabarnya ikan-ikan tersebut sudah dikeramatkan oleh penduduk setempat sehingga tak heran jika tidak ada yang berani mengambil ikan-ikan meskipun jumlahnya begitu banyak.

Pengalaman lainnya yang semakin menambah keseruan adalah ketika memberikan makanan kepada ikan-ikan dewa tersebut. Ketika ada pengunjung yang melemparkan makanan berupa pelet, puluhan ikan langsung berkumpul dan memperebutkan makanan di titik tersebut. Kumpulan ikan-ikan yang melompat langsung menjadi tontonan menarik.

Tidak hanya sampai disitu, ada satu sudut kolam yang paling menarik perhatian. Di sudut kolam tersebut berkumpul puluhan ikan-ikan dewa. Yang bikin seru adalah karena ada satu petugas yang bersedia mengangkat satu ikan dengan tangannya dan dibawa keluar kolam untuk difoto bersama salah satu pengunjung. Tarifnya, sukarela!

Selama beberapa detik, ikan tersebut akan diangkat untuk difoto di pangkuan pengunjung. Kalau pengunjung tersebut masih membutuhkan tantangan selain menyentuh badan ikan, sang petugas juga bisa mengarahkan mulut ikan tersebut ke arah pipi kita. Persis ciuman ikan yang begitu terkenal di gelanggang Samudera Ancol. Hal membedakan dicium lumba-lumba di gelanggang Samudra di Ancol yang hanya bersentuhan dengan ujung mulut lumba-lumba adalah ketika mulut ikan tersebut seperti mengemut pipi kita. Saya sendiri tidak mau melewatkan kesempatan ini. Alhasil , selain terasa sensasi yang berisi adrenalin, juga terasa sedikit geli ketika bibir ikan tersebut menempel dan mulai mengemut pipi saya.

Tantangan berenang bareng hiu di Karimun Jawa sudah berhasil saya tuntaskan, namun untuk tantangan berenang bersama ikan dewa belum berhasil saya lakukan. Rasanya masih harus mempersiapkan diri lebih siap untuk berenang dan dikelilingi ratusan ikan dewa itu.

Ketika pulang, saya masih tidak dapat percaya kalau Indonesia mempunyai wisata yang begitu unik seperti kolam ikan dewa Cibulan ini. Pengalaman berkunjung ke kolam ikan ini begitu memberikan pengalaman unik untuk semakin menyatu dengan alam.

Travelling tidak hanya melakukan kegiatan wisata, melainkan harus dapat memaknai value dan inspirasi dari lingkungan sosial, budaya dan potensi yang ada di lingkungan sekitarnya. Dibalik polemik politik negara ini yang tidak kunjung membaik, justru Indonesia masih mempunya ribuan potensi wisata dan ekonomi mikro terkait dibelakangnya. Sekali lagi, produk wisatanya sudah ada di negara ini, hanya kemasan dan managementnya yang masih harus banyak dibenahi.

“Like all great travellers, I have seen more than I remember, and remember more than I have seen.” ~Benjamin Disraeli

@ranggayudhika

www.ranggayudhika.multiply.com

Travelling while u r breathing

Tag : Upacara Adat Seren Taun di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat: Kebersamaan dan Kearifan Lokal Masyarakat

 

TULIS KOMENTAR