Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
11 Mei 2012

Ditulis oleh
Edwin Syahrizal

Kategori :
Trekking - Ekotour - Berpetualang

0 Komentar

Pulau Santolo: Sang Perawan di Garut Selatan

Posted on : 11 Mei 2012
Categories : Trekking - Ekotour - Berpetualang

Berwisata ke Kota Garut yang terkenal dengan olahan dodol dan wisata pemandian air panas kali ini tidak seperti biasanya. Itu karena penulis tengah melakukan perjalanan untuk menuju sebuah pantai istimewa di selatan Garut, yaitu Pulau Santolo.

Santolo sudah banyak menjadi bahan pembicaraan karena alamnya indah, alami, bersih, dan penduduk yang ramah. Salah satu yang terbaim di sini adalah daya tarik pesisir Cilaut Eurueun (artinya air laut yang berhenti). Pesisir ini bentuknya menjorok dari lautan sehingga ombak yang yang melaju tidak terlalu besar tiba di pesisir Cilaut Eureun tersebut.

Berkendara dari Bandung sekira 5 jam akan digenapi suguhan panorama yang memanjakan mata, seakan mengobati rasa lelah perjalanan. Akan tetapi, perlu hati-hati melewati Cikajang Garut karena medannya cukup sempit dan berkelok tajam, tentunya ini memaksa konsentrasi dan kewaspadaan. Tidak dianjurkan melakukan perjalanan menjelang malam hari karena minimnya penerangan dan akan melalui bukit terjal dengan jurang yang curam sepanjang Cisompet dan Cikelet.

Lamanya perjalanan yang menguras energi dan konsentrasi terbayar sudah dengan bingkisan panorama pantai yang bersih dan alami, terntunya juga begitu terasa jauh dari keramaian.

Jalan yang ekstra berkelok di daerah cisompet - cikelet membutuhkan konsentrasi ekstra dalam mengemudikan kendaraan. Penting untuk memeriksa tekanan ban serta fungsi rem kendaraan.

Inilah pesisir pantai pertama yang dikunjungi yaitu Cilaut Eureun dengan hamparan pasir putih ditemani birunya langit nan indah. Sempurna untuk diabadikan oleh Kamera kesayangan.

Tersedia penginapan sederhana di sekitarnya yaitu berupa rumah penduduk. Harganya cukup bersahabat mulai dari Rp200.000,- per malam (bisa ditawar) dengan kapasitas maksimal hingga 10 orang.

Untuk makanan, dapat Anda cicipi hasil tangkapan para nelayan. Cukup manjakan lidah dan membunuh rasa lapar ketika perut kita bernyanyi. Untuk hidangan lezat ini harganya Rp80.000,-. Harga untuk yang sudah matang, hitungan per kilo, cukup bersahabat bukan harganya!

Kepiting saus maknyos... proteinnya tinggi!

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Santolo Indah dimana harus membayar jasa penyebrangan Rp5.000,-, yaitu dari hulu sungai yang memisahkan antara Cilaut Eureun dan Pulau Santolo.

Selama penyebrangan ke Pulau Santolo, nikmati panoramanya dan abadikan dengan kamera kesayangan

Ucapan selamat datang di Pulau Santolo

Inilah Pulau Santolo

Masuk ke pulau ini kita diharuskan membayar retribusi Rp2.000,- kepada penjaga setempat, harga yang relatif terjangkau untuk menikmati kebesaran ciptaan Tuhan.

Pengunjung dilarang berenang karena selain ombaknya yang besar juga banyak karang tajam yang dapat membahayakan keselamatan sahabat.

Di Pulau Santolo kita akan melihat karang yang seperti layar perahu, karang yang bernama Karang Kukus dipercaya tempat singgahnya Ratu Pantai Selatan. Di sini pengunjung disarankan jangan berkata tidak senonoh.

Pemandangan batu karang di dataran Pulau Santolo dihuni beberapa kera liar. Anda perlu menjaga barang bawaan untuk menghindari tindakan tidak terduga dari hewan ini.

Setelah puas menelusuri pesisir Cilaut Eureun dan Pulau Santolo Indah, kita pun bergegas ke Ranca Buaya dimana ada pantai dengan deburan ombak cukup besar dan hamparan pasir putih. Jaraknya sekira 20 km atau berkendara selama 30 menit dari objek pertama. Tiket masuk ke sini Rp3.000,-. Di sini disarankan tidak berenang di pantainya karena ombak besar serta hamparan karang yang dapat membahayakan keselamatan sahabat.

Hamparan pasir Ranca Buaya.... Bersih!

Salah satu pesisir bernama Cicalobak menarik perhatian karena hamparan karangnya yang mendominasi. Jaraknya sekira 15 menit perjalananan dari Ranca Buaya


" Fight with the moon light di Cilaut Eureun"

Itulah perjalanan singkat penulis di sepanjang pesisir pantai Gaurt Selatan. Terasa sulit mendapatkan moment sunrise dan sunset karena letaknya di selatan. Akan tetapi, terasa puas sekali dapat merasakan bersih dan indahnya pesisir selatan Jawa Barat selain Pangandaran, Pelabuhan Ratu, serta Ujung Genteng.

Julukan Perawan memang pantas untuk pantai di pesisir Garut Selatan.

Untuk layanan transportasi sahabat bisa berangkat dari terminal Leuwipanjang Garut - Pameungpeuk - Cikelet dengan biaya Rp30.000,- sekali berangkat. Jalurnya menyusuri Cianjur Selatan untuk arah dari Jakarta, atau menggunakan kendaraan pribadi. (ES)

Atas karyatulis ini penulis mengucapkan terima kasih untuk:

  • Tuhan Yang Maha Kuasa atas moment dan keselamatan bagi kami,
  • Keluarga Abandi Wangsakarsa,
  • Keluarga L Series,
  • Keluarga Canon DSLR,
  • Keluarga Nikon DSLR,
  • Fuji X 10, dan
  • Keluarga SX4 Suzuki

Tag : -

 

TULIS KOMENTAR