Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Menyusuri Eloknya Pesisir Sumatera Barat

Menyusuri Eloknya Pesisir Sumatera Barat

Ditulis 8 Jun 2013 pukul 14:06 | Dilihat: 5535

Menyusuri Eloknya Pesisir Sumatera Barat

Pariaman adalah salah satu kota tertua di pesisir pantai barat Pulau Sumatera. Di sinilah budaya dikembangkan dan ragam kuliner diciptakan. Tidak cukup dengan itu, bentangan keindahan alam baharinya pun menanti untuk dikunjungi. Kota kecil ini pun tengah mengembangkan dirinya untuk menjadi tujuan wisata andalan di Sumatera Barat.

 

Ada beragam tempat menarik di Pariaman yang sejenak lagi akan dipopularkan. Salah satunya Pantai Sunur yang ideal untuk lokasi selancar. Ombak pantai ini tidak kalah dari yang ada di Pulau Mentawai maupun Bali. Kota kecil ini juga memiliki segudang kuliner yang lezat seperti gulai kepala ikan, nasi sek, sate piaman, ladu arai pinang, serta emping melinjo. Pastikan Anda mencicipnya saat menyambangi Pariaman.

 

Festival Tabuik Pariaman sudah rutin digelar di di Pantai Gondoria dan menjadi atraksi yang diminati banyak wisatawan. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Pariaman tentunya saat Festival Tabuik berlangsung pada sepuluh hari pertama bulan Muharam. Anda dapat menyaksikan acara tersebut mulai dari persiapannya hingga prosesinya. Setelah menikmati suguhan budaya maka dengan menjelajah wisata bahari di kawasan ini akan melengkapi wisata di pesisir selatan Sumatera Barat.

 

Selain Pariaman, ada satu lagi kota di pesisir Sumatera Barat yang menyimpan keindahan alam dan budaya yang memikat di Tanah Minang. Nama kota itu adalah Painan, dialiri Sungai Batang Pinang Gadang dan Sungai Batang Pinang Ketek yang menuju ke Teluk Painan yang tenang dan diapit Bukit Langkisau dan Pincuran Boga.  Berkunjunglah ke dua bukit tersebut dan perolehlah arah pandang terbaik di kawasan tersebut yang akan membuat Anda enggan beranjak turun.

 

Di Teluk Painan, ada beberapa tujuan wisata yang dapat disambangi. Diantaranya adalah Pulau Batu Kereta, Pulau Cingkuk, dan Pulau Aur besar yang didiami kera dan menjadi tempat penangkaran penyu. Ada pula sebuah benteng Portugis di sana. Painan sendiri mudah untuk diakses melalui Jalan Raya Lintas Sumatera bagian Barat.

 

 

Lagi, Juara Berbeda di Etape Keenam TdS 2013

 

Etape keenam Tour de Singkarak kali ini menyusuri pesisir Sumatera Barat sejauh 144,5 km dari Padang Pariaman menuju Painan. Lomba diikuti 97 pembalap dari 21 tim karena 37 pembalap tidak bisa melanjutkan lomba akibat tidak mencapai finis pada etape sebelumnya.

 

Etape keenam didominasi lintasan datar yang menyajikan tontonan adu sprint terutama di dua titik, yaitu di Km 31,5 dan Km 62. Mengambil start dari depan Kantor Walikota Pariaman tepat di hadapan Pantai Gandoriah, semua pembalap menyusuri dua pelabuhan terbesar di Sumbar yaitu Pelabuhan Teluk Bayur dan Pelabuhan Bungus. Selain itu, pembalap juga melalui Sungai Rundang, Tarusan dan terus ke Sago hingga beradu cepat secara bergerombol hingga ke Painan.

 

Hampir seluruh pembalap saling beradu cepat hingga 10 km menjelang finis. Bahkan sempat terjadi kecelakaan melibatkan belasan pembalap termasuk juara bertahan TdS Oscar Pujol Munoz. Pembalap asal Filipina, Ronnel Hualda, akhirnya memenangi etape keenam ini dengan catatan waktu 03 jam 30 menit dan 7 detik. Di posisi kedua adalah Moh. Zamri Saleh dari Trengganu Cycling Team (Malaysia), kemudian diikuti Hossein Nateghi dari Trabriz Petrochemical Team (Iran) di posisi ketiga dengan torehan waktu sama.

 

Tour de Singkarak menyisakan satu etape lagi, yaitu dari Padang Panjang menuju Circuit Race di Kota Padang, Minggu (9/6). Jarak tempuh etape ketujuh ini sejauh 143,5 km. Etape terakhir ini dipastikan seru karena 5 pembalap terdepan dalam klasmen umum akan berebut menjadi juara keseluruhan lomba Tour de Singkarak 2013.

 

Pembalap yang paling berpeluang menjadi juara umum adalah Ghader Mizbani dari Tabriz Petrochemical Cycling Team (Iran) meski pada etape enam tidak masuk dalam 10 besar. Ghader Mizbani memiliki selisih cukup besar yaitu 00.05.40 dengan pebalap kedua Johan Coenen dari Team Differdange-Losch. Rekan setim Mizbani, yaitu Amir Kolahdozhagh juga masih berpeluang juara dengan catatan waktu 22.47.19. (him/Indonesia.travel)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda