Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Melewati Pesona Panorama Danau Diatas dan Danau Dibawah

Melewati Pesona Panorama Danau Diatas dan Danau Dibawah

Ditulis 6 Jun 2013 pukul 19:36 | Dilihat: 3984

Melewati Pesona Panorama Danau Diatas dan Danau Dibawah

Sumatera Barat selain memiliki Danau Singkarak dan Danau Maninjau yang indah, ada lagi dua danau lainnya yang siap memukau wisatawan. Adalah Danau Kembar yang meliputi Danau Diatas dan Danau Dibawah merupakan kombinasi sempurna panorama alam nan menawan di Tanah Minang.

 

Meskipun disebut kembar tetapi kedua danau ini berbeda luas, bentuk, serta letak ketinggian. Hal unik dari keduanya ini adalah danau yang letaknya lebih tinggi justru disebut Danau Dibawah dan yang di bawah disebut Danau Diatas. Hal tersebut lebih dikarenakan lokasi pandang yang mengecoh. Disebut Danau Kembar karena keduanya saling berdampingan di jajaran Bukit Barisan dengan jarak sekira 300 meter.

 

Danau Kembar berlokasi di Bungo Tanjung, Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Kabupaten Solok sendiri memilki tanah subur di ketinggian 400-1.700 mdpl. Suhu rata-rata tempat ini terbilang sejuk bahkan saat siang hari.  Selain itu, juga merupakan kawasan pertanian dan perkebunan seperti teh, markisa, kol, kentang, cabe, dan aneka sayuran lainnya. Masyarakat sekitar telah menyulap perbukitan menjadi pesawahan atau perkebunan yang menghijau.

 

Pemandangan alam di kawasan Alahan Panjang sangat memukau. Mulai dari kombinasi dua danau dengan perkebunan di bagian sisinya hingga kabut dan  sinar mentari bergantian muncul dan hilang. Petani dan nelayan danau di tempat ini juga sangat ramah pada pendatang.

 

Untuk menuju Danau Kembar di Alahan dapat ditempuh dengan mobil atau motor sekira 3 jam dari Kota Padang.  Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi pemandangan alam pegunungan menghijau. Anda dapat menyewa kendaraan roda empat untuk menjelajah beberapa tempat indah secara sekaligus di sekitar kawasan Danau kembar.

 

 

Kembali, Juara yang Berbeda di Etape 5

 

Menunjukan keseruan sekaligus persaingan ketat, Tour de Singkarak etape 5 rupanya kembali menghadirkan juara yang berbeda dari empat etape sebelumnya. Adalah Amir Kolahdozhagh dari Tabriz Petrochemical Cycling Team (TPT) Iran menjadi yang tercepat mencapai garis finis dari dari Sawahlunto menuju Muara Labuh.

 

Mencatat waktu tiga jam 39 menit dan 56 detik, Kolahdozhagh menjuarai etape kelima yang menempuh jarak 138,5 km. Rekan satu timnya, Ghader Mizbani Iranaghi menempati posisi kedua dengan catatan waktu yang sama. Di posisi ketiga adalah Oscar Pujol Munoz dengan waktu tiga jam, 47 menit dan 59 detik.

 

Sementara itu pembalap Indonesia yang mampu masuk 10 besar adalah Bambang Suryadi dari Timnas Indonesia dengan waktu 03.50.34. Berikutnya disusul Hari Fitrianto dari CCN Cycling Team dab Robin Manulang dari Timnas Indonesia dengan catatan waktu sama.

 

Hasil etape 5 ini mengakibatkan klasifikasi umum berubah. Mizbani Iranagh rekan setim Kolahdozhagh berhasil mendongkrak posisinya ke peringkat satu di klasifikasi umum dan berhak mengenakan Yellow Jersey. Menariknya, Kolahdozhagh tidak pernah meraih juara pertama dalam 4 etape sebelumnya tetapi catatan waktunya stabil.

 

Di kategori pebalap lokal terbaik, Aiman Cahyadi kembali berhak atas Red and White Jersey setelah menuntaskan etape kelima dengan total catatan waktu 19 jam, 25 menit dan tiga detik. Ia unggul 38 detik dari Robin manulang di posisi dua dan memimpin 52 detik dari Hari Fitrianto yang sementara ini menduduki posisi tiga.

 

Setelah etape lima ini, keesokan harinya Jumat (7/6) lomba diliburkan. Semua pembalap akan melanjutkan etape keenam dari Padang Pariaman menuju Painan, Sabtu (08/06) dengan jarak tempuh 144,5 kilometer.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikan Komentar Anda