Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » 30 Kota di Indonesia Kampanyekan Earth Hour 2013

30 Kota di Indonesia Kampanyekan Earth Hour 2013

Ditulis 25 Mar 2013 pukul 18:06 | Dilihat: 6673

30 Kota di Indonesia Kampanyekan Earth Hour 2013

Sabtu 23 Maret, pukul 20:30 WIB, sekitaran bundaran Hotel Indonesia diliputi kegelapan.  Pemadaman lampu di sekitar Bundaran HI ini merupakan bentuk dukungan kampanye Earth Hour yang juga diikuti 150 negara di dunia. Di Indonesia sendiri lebih dari 30 kota ikut serta dalam kampanye ini.

 

30 kota di Indonesia yang ikut berpartisipasi antara lain Jabodetabek dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Kota-kota besar seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bandung, Semarang , Yogyakarta, Surabaya, Solo, Malang, Kota Batu, Sidoarjo, Kediri , Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Sangatta, Tarakan, Kotamobagu, Sorowako dan Makassar.

 

Di Jakarta sendiri gedung perhotelan dan pusat bisnis turut serta dalam kampanye ini. Hotel Indonesia Kempinski, Grand Hyatt, Tower BCA, dan semua gedung tinggi perkantoran serta hotel di kawasan bisnis sepanjang Jalan Sudriman, Gatot Subroto dan Rasuna Said mematikan lampu mereka selama satu jam penuh. Tidak hanya lampu di dalam gedung, lampu jalan dan papan iklan di jalanan utama Jakarta, Monumen Nasional, Kantor Gubernur, dan monumen-monumen kota juga turut dipadamkan. Sedangkan untuk pusat perbelanjaan atau mall salah satunya adalah Mall Central Park yang menghemat energi sampai 215 kilowatts.

 

Gubernur Jakarta, Joko Widodo, menyalakan kembali lampu-lampu kota tepat pukul 21,30 WIB. Beliau mengatakan Earth Hour merupakan kampanye berharga untuk menghemat energi, Jokowi juga memastikan pengoperasian bangunan lebih ramah lingkungan ke depannya.

 

Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia, Nyoman Iswaryoga, mengatakan bahwa penghematan energi ini sangat penting karena sebagian besar dunia bergantung pada penghematan energi yang berasal dari fosil bumi. Penghematan energi ini dapat dimulai dengan tindakan harian yang paling sederhana, yaitu mematikan lampu yang tidak perlu.

 

Manajer Perusahaan Listrik Nasional (PLN) untuk distribusi Jakarta dan Tangerang, Bimo Samudro, mengatakan bahwa selama Earth Hour, Jakarta menghemat listrik sebesar 236 megawatt setara dengan Rp. 260 juta, meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yaitu sebesar 214 megawatt.

 

Earth Hour, diprakarsai oleh World Wildlife Fund pada 2007 dan dilakukan di Jakarta sejak 2009. Gerakan peduli energi Bumi ini merupakan bentuk komitmen Ibu Kota untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan melalui penghematan energi demi menjamin keberlangsungan Bumi.

 

Photo courtesy : http://www.helloasia.travel/

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda