Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Presiden Promosikan Pariwisata Indonesia dalam Pidato Pembukaan di ITB Berlin 2013

Presiden Promosikan Pariwisata Indonesia dalam Pidato Pembukaan di ITB Berlin 2013

Ditulis 6 Mar 2013 pukul 06:58 | Dilihat: 14490

Presiden Promosikan Pariwisata Indonesia dalam Pidato Pembukaan di ITB Berlin 2013

 

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan sambutan pidato sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia pada pembukaan Internationale Tourismus-Borse (ITB) Berlin 2013 pada Selasa (5/3). ITB Berlin merupakan bursa pariwisata terbesar di dunia dimana tahun ini Indonesia ditunjuk sebagai official partner country.

 

Di hadapan sekira 5.000 orang pelaku industri pariwisata dunia yang hadir, Presiden SBY tidak menyiakan kesempatan untuk mempromosikan dan menjual pariwisata Indonesia kepada dunia saat pidato acara pembukaan. Beliau menekankan bahwa Indonesia tidak hanya Bali saja melainkan memiliki banyak objek wisata bervariasi yang tersebar di seluruh Nusantara sebagai merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

 

"Indonesia merupakan tujuan wisata yang lengkap," ujar Presiden SBY. Bentang alam tropis Indonesia yang hangat, dipenuhi pantai dan gunung akan mengundang siapa saja untuk datang menjelajahinya. Selain bentang alam yang cantik, di Indonesia berdiri megah warisan dunia yang diakui UNESCO, yaitu Candi Borobudur, sebuah monumen Buddha terbesar di dunia. Bagi yang tertarik dengan aktivitas snorkeling dan diving, Bunaken di Maluku Utara dapat menjadi tujuan wisata.

 

Bagi yang tertarik dengan kehidupan alam liar, Indonesia juga merupakan habitat alami bagi dua hewan langka dan dilindungi, yaitu Komodo dan Orangutan. SBY bahkan menyebut Taman Nasional Komodo sebagai Jurassic Park-nya Indonesia. Tak hanya itu, Presiden SBY menambahkan Indonesia juga memiliki gunung api seperti di Sumatera yang bisa didaki dan dijelajahi. Tak lupa, beliau juga mempromosikan "Lost of Paradise" Raja Ampat di Papua.

 

Selain menjual potensi wisata di Indonesia, Presiden SBY juga mengenalkan sejumlah kekayaan kuliner Indonesia. Salah satunya adalah rendang dari Padang, Sumatera Barat yang telah dinobatkan CNN sebagai makanan terlezat di dunia. Indonesia juga memiliki berbagai makanan khas seperti nasi goreng dan sate.

 

Sebelum menutup pidatonya, Presiden SBY mengundang semua peserta untuk datang berkunjung ke Indonesia. Beliau bahkan sempat bercanda kepada hadirin agar nanti saat menikmati keindahan Indonesia cukup memakai celana pendek dan sandal jepit, kecuali jika ingin ke kantor pemerintah dan atau pesta perkawinan. Gurauan Pesiden SBY ini mengundang riuh tawa dan gemuruh tepuk tangan sekira 5.000 pengunjung malam itu.

 

Pembukaan ITB Berlin 2013 juga dimeriahkan sejumlah penampilan tim budaya khusus yang diterbangkan ke Berlin untuk memikat penonton dengan tarian dan musik, baik tradisional dan modern, mulai dari Aceh sampai Papua. Sementara, makan malam mewah menyuguhkan kekayaan kuliner Indonesia, seperti rendang, sate, dan sejumlah hidangan kuliner khas lainnya. Tim koki dari Indonesia telah diterbangkan khusus untuk menyiapkan makan malam ini.

 

Sebagai ajang pameran pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin adalah sarana promosi yang tepat untuk mengenalkan industri pariwisata Indonesia. Untuk itu, Presiden SBY berharap melalui ajang ini, peran Indonesia sebagai official partner country ITB Berlin 2013 bisa membantu mendorong pencapaian target kunjungan wisatawan tahun 2014 sebesar 10 juta orang.

 

Informasi tentang partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2013, termasuk presentasi budaya, paviliun Indonesia dan peserta, silakan klik tautan berikut.

 

Kunjungan Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Selain untuk menghadiri pembukaan ITB Berlin 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga melakukan perjalanan dalam rangka kunjungan kenegaraan selama seminggu ke Jerman dan Hongaria.  Presiden mengatakan kunjungan ke Jerman adalah atas undangan Presiden Jerman Joachim Gauch. Selama kunjungannya ke Republik Federal Jerman, Presiden dan menteri yang turut serta akan menindaklanjuti Deklarasi Jakarta yang disepakati selama kunjungan Kanselir Angela Merkel ke Jakarta tahun lalu.

 

Ada delapan bidang kerjasama bilateral yang menjadi fokus, diantaranya masalah ekonomi, pendidikan, riset dan teknologi, kesehatan, dan keamanan. Selain itu akan ada pula diskusi perihal keamanan makanan, energi dan transportasi.

 

Photo courtesy : http://travel.detik.com/read/

 

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda