Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Java Heat: Film Hollywood-Indonesia Berlatarkan 100% Indonesia

Java Heat: Film Hollywood-Indonesia Berlatarkan 100% Indonesia

Ditulis 3 Mar 2013 pukul 11:04 | Dilihat: 9272

Java Heat: Film Hollywood-Indonesia Berlatarkan 100% Indonesia

Rob Allyn, sutradara asal Amerika, yang sebelumnya memproduksi trilogy Merah Putih, yaitu: "Merah Putih" (2009), "Darah Garuda" (2010), dan "Hati Merdeka" (2011), akan segera meluncurkan film terbarunya berjudul "Java Heat". Film laga berbahasa asing ini mengambil lokasi syutingnya di Indonesia, yaitu Yogyakarta.

 

Film yang diproduksi Margate House Film tersebut bekerja sama dengan Syzygy Production (Indonesia) dan menghabiskan biaya produksi sekira USD 15 juta. Film ini merupakan film pertama yang mengambil lokasi syuting di situs bersejarah Candi Borobudur.

 

"Java Heat" bercerita tentang sebuah tim khusus (misterius) dari Amerika Serikat yang bekerja sama dengan polisi Indonesia. Keduanya berusaha menangkap jaringan internasional pencuri perhiasan yang juga menculik putri Sultan Yogyakarta. Suguhan adegan laga dan kisah yang penuh intrik dalam film ini berlatarkan keindahan bangunan-bangunan tua, kemegahan Candi Borobudur, Candi Sewu, Taman Sari, bahkan terowongan bawah tanah di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

 Java Heat 2013


Java Heat melibatkan bintang-bintang Hollywood, seperti pemeran Emmet Cullen di film Twilight: Kellan Lutz serta Mickey Rourke, artis Hollywood yang pernah membintangi sejumlah film, seperti The Wrestler, Sin City, Iron Man 2, dan Killshot. Sementara pemain film Tanah Air yang terlibat adalah Ario Bayu, Atiqah Hasiholan, Mike Lucock, Verdi Solaeman dan Rio Dewanto. Sejumlah artis kawakan juga terlibat, seperti Rudi Wowor, Frans Tumbunan dan Tio Pakusadewo.

 Java Heat 2013

 

"Java Heat" bakal rilis kali pertama di Indonesia pada 18 April mendatang. Sementara itu, untuk pemutaran di Amerika dijadwalkan pada 10 Mei, menyusul negara-negara lain pertengahan Mei. Rencananya film ini akan diputar di beberapa negara di dunia dan saat ini pihak distributor Java Heat telah berhasil menjual hak edar film ini di sekira 60 negara di dunia.

 

Proses pembuatan film yang merupakan hasil kerja sama Indonesia-Hollywood ini memakan waktu sekira 2 bulan, melibatkan 500 kru dan 3000 figuran. Untuk bisa mengambil gambar di puncak Candi Borobudur, sang sutradara harus mengantongi sejumlah izin dari pemerindah daerah, pemerintah pusat, umat Buddha bahkan UNESCO. Hal ini dikarenakan Borobudur adalah situs warisan dunia yang fenomenal dan dilindungi keberadaannya. Film "Java Heat" diharapkan dapat turut mempromosikan Indonesia khususnya Yogyakarta ke dunia internasional.

 

Photo courtesy : www.whosay.com , www.aceshowbiz.com , www.filmweb.pl

Link Terkait

 

 

1 Komentar

Hawari

Ditulis 13 Mar 2013 pukul 10:33


Wah, keren ya, Indonesia sekarang mulai dilirik sama para pembuat film hollywood. Semoga ke depannya perfilman indonesia terus berkembang. aminn.... nggak sabar deh lihat film ini di bioskop. :D

Berikan Komentar Anda