Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Tufa Menyambangi Pulau Lembongan dan Makan Malam bersama Wakil Menteri Kemenparekraf

Tufa Menyambangi Pulau Lembongan dan Makan Malam bersama Wakil Menteri Kemenparekraf

Ditulis 1 Feb 2013 pukul 12:04 | Dilihat: 9531

Tufa Menyambangi Pulau Lembongan dan Makan Malam bersama Wakil Menteri Kemenparekraf

Firehiwot Tufa Dado, pemenang ING New York City Marathon 2011 ikut serta dalam paket pesiar Bali Hai II Reef Cruise di hari terakhirnya berada di Bali (31/1). Didampingi suaminya, Abiy, keduanya meninggalkan Pelabuhan Benoa pukul 09.15 WIT dengan Bali Hai II menuju Pulau Lembongan dengan menempuh perjalanan sekira 1 jam.

 

Tufa nampak bersemangat dan menikmati saat mencicipi atraksi banana boat. Selanjutnya, Tufa memilih coral viewer dengan naik Bali Hai Cruises khusus yang berangkat setiap 15 menit sekali. Kapal khusus tersebut memberi kemungkinan pengunjung menyaksikan pesona bawah laut Teluk Lembongan yang indah dengan terumbu karang dan beragam ikan tanpa harus melakukan snorkeling atau scuba diving. Cukup duduk manis di sebuah ruangan berjendela kaca maka taman bawah laut berkedalaman lebih dari 10 meter hadir di depan mata. Durasi paket ini berlangsung selama 15 menit dan Tufa nampak sangat menikmati pengalaman pertamanya melihat taman bawah laut dengan kapal khusus tersebut.

 

Setibanya di pontoon, Tufa menikmati berkeliling fasilitas yang tersedia kemudian makan siang. Berikutnya ia mengikuti village tour ke Desa Jungutbatu di Pulau Lembongan. Selama sekira 45 menit, Tufa dan rombongan tur didampingi pemandu lokal berjalan di sepanjang desa dan singgah di beberapa tempat menarik. Rombongan mendapatkan penjelasan mengenai rumput laut yang dibudidayakan yang di jemur di halaman penduduk.

 

 

Keberadaan pohon randu raksasa yang usianya konon mencapai 200 tahun juga telah menarik perhatian Tufa. Tidak jauh dari situ nampak beberapa kuburan sementara warga Bali yang sanak keluarganya belum mampu mengadakan upacara kremasi (Ngaben). Kuburan sementara ini akan digali kembali dan sisa tulang belulang akan dikremasi saat keluarga mempunyai cukup uang. Biaya Ngaben memang relatif mahal dan membutuhkan persiapan sekira 2 minggu pelaksanaannya. Tidak mengherankan, beberapa sanak keluarga yang ditinggalkan mengadakan upacara Ngaben berbarengan dengan keluarga lain agar bisa berbagi dan menghemat biaya upacara Ngaben.

 

Rombongan kemudian mengunjungi seorang penenun kain ikat khas Bali dan melihat proses pembuatannya. Sehelai kain dapat selesai dalam waktu 2 minggu dan dihargai sekira Rp 300.000,-. Mengunjungi toko-toko souvenir juga masuk dalam agenda tur ke desa di Pulau Lembongan tersebut. Pulau Lembongan memiliki 2 desa, yaitu Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan.

 

Village tour adalah aktivitas terakhir yang Tufa ikuti selama tur bersama Bali Hai II. Selanjutnya, Tufa beristirahat di pontoon sambil menunggu waktu kembali ke Sheraton Bali Kuta Resort, sebuah hotel yang memberikan complimentary rooms selama Tufa berada di Bali.

 

Dinner bersama Wakil Kemenparekraf

Di hari terakhir kunjungan Tufa ke Indonesia, Firehiwot Tufa Dado berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar untuk makan malam bersama. Dalam balutan pakaian resmi khas Ethiopia, Tufa nampak anggun dan cantik. Bertempat di Rama Room Sheraton Bali Kuta Resort, dinner berlangsung dalam suasana akrab ditemani hiburan musik live menghangatkan suasana.

 

Hadir pula dalam kesempatan spesial tersebut Rizky Handayani (Direktur MICE), Diah Paham, dan Winny Christine (Marketing Agent di New York Marathon 2011-2012). Selain itu, sejumlah wakil dari media juga hadir memenuhi undangan.

 

Makan malam ditutup dengan pemberian souvenir dari Kemenparekraf kepada Tufa. Tufa sendiri membawa foto detik-detik kemenangannya mencapai garis finish di New York Marathon 2011 untuk diserahkan sebagai kenang-kenangan kepada Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar.

 

 

Indonesia merupakan salah satu sponsor ING New York Marathon 2011, ajang lomba lari marathon terbesar di dunia yang diikuti sekira 43.000 pelari dari 100 negara. Sebagai salah satu sponsor, Indonesia memberikan hadiah kepada pemenang pertama marathon berupa trip gratis ke Bali sebagai salah satu bentuk upaya mempromosikan keindahan Tanah Air.

 

Indonesia melihat ajang ING New York Marathon 2011 sebagai peluang yang unik dan besar untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan baik bagi warga Amerika maupun dunia.  Betapa tidak, jika lomba lari marathon sejauh 42 km ini mampu menyedot perhatian lebih dari 300 juta penonton di seluruh dunia.

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda