Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Peselancar Inggris Berupaya Pecahkan Rekor Dunia di Sungai Kampar, Riau

Peselancar Inggris Berupaya Pecahkan Rekor Dunia di Sungai Kampar, Riau

Ditulis 10 Feb 2013 pukul 10:13 | Dilihat: 15130

Peselancar Inggris Berupaya Pecahkan Rekor Dunia di Sungai Kampar, Riau

Salah satu rahasia dan kekayaan alam yang menakjubkan di Indonesia adalah fenomena alam gelombang Bono yang panjang menderu dasyat di Sungai Kampar, Kabupaten Palalawa, Provinsi Riau. Panjang gelombang ombak ini uniknya adalah mampu mencapai 60 km dengan kecepatan hingga 40 km per jam. Adapun tingginya bisa mencapai 4 sampai 6 meter. Suara gelombang Bono yang memekakkan telinga ini dapat bertahan selama 4 jam sekitar 60 km dari mulut sungai hingga mencapai pedalaman Teluk Meranti.

 

Di balik dasyatnya gelombang ombak di Sungai Kampar, rupanya telah menggundang perhatian banyak peselancar handal dunia untuk datang dan menaklukkan gelombangnya. Salah satu peselancar terkemuka dunia itu adalah Steve King. Seorang peselancar profesional asal Inggris dan sudah memegang beberapa rekor dunia. Ia berhasrat menjajal dan memecahkan rekor dunia atau Guinness World Records pada 9-14 Februari 2013 mendatang. Steve King akan berupaya memecahkan rekor dunia berselancar di atas gelombang Bono dengan jarak tempuh terpanjang dan terlama.

 

Untuk memecahkan rekor dunia ini, Steve King akan ditemani oleh kedua sahabatnya yang juga berasal dari Inggris yaitu Steve Holmes dan Nathan Maurice. Dua orang rekannya yang lain asal Perancis yaitu Fabrice Colas dan Dominique Avrilleau akan datang ke lokasi lebih awal pada 6 Februari 2013 untuk mempersiapkan segala perlengkapan. Adapun Steve King akan menyusul ke lokasi pada 8 Februari 2013.

 

Sehubungan dengan pemecahan rekor ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan memberikan bantuan dan dukungan fasilitas sebaik-baiknya. Sebelum para peselancar itu bertolak menuju lokasi, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pelalawan berencana untuk menyambutnya di Pangkalan Kerinci.

 

Sungai Kampar merupakan sebuah sungai yang berhulu di Bukit Barisan dan bermuara di Selat Malaka. Sungai ini adalah pertemuan dua buah sungai berukuran dan berdalaman hampir sama. Pertemuan air sungai dengan air laut telah menyebabkan tekanan sehingga menciptakan gelombang yang dinamai Bono. Menurut cerita masyarakat setempat, dahulu gelombang bono ini dapat membentuk 7 ombak besar yang sangat menakutkan sehingga peselancar dunia menamakan gelombak Bono sebagai Seven Ghost. Gelombang Bono dipopularkan beberapa peselancar internasional yang berasal dari Perancis dan Brazil. Sejak saat itu banyak pihak baik peselancar nasional dan internasional mencoba dahsyatnya gelombang tujuh hantu tersebut.

 

Untuk mencapai Teluk Meranti, Anda harus terbang ke Pekanbaru, ibu kota Riau dari Jakarta dan Medan. Dari Bandara Pekanbaru dibutuhkan sekira 5 sampai 6 jam untuk mencapai Teluk Meranti menggunakan mobil. Di area sekitar Sungai Kampar belum dibangun berbagai fasilitas untuk mendukung pariwisata. Oleh karenanya, lingkungan sekitar memaksa pengunjung bersiap dengan segala keterbatasan akomodasi. Di sini penduduk setempat menjadikan rumah mereka sebagai akomodasi bagi pengunjung. Meskipun sederhana namun bersih.

 

Photo Courtesy by  http://travel.detik.com/read/2013

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda