Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » 5 Duta Seniman Indonesia Tampil di Venice Biennale 2013

5 Duta Seniman Indonesia Tampil di Venice Biennale 2013

Ditulis 13 Jan 2013 pukul 10:50 | Dilihat: 6576

5 Duta Seniman Indonesia Tampil di Venice Biennale 2013

5 seniman Tanah Air akan tampil dalam ajang dwitahunan pameran seni Kontemporer Venice Biennale yang digelar pada Juni-November 2013 di Kota Venice, Italia. 55th Internasional Art Exebition of the Venice Biennale merupakan pameran seni rupa kontemporer tertua sekaligus paling bergengsi di dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali.


Biennale Venezia pertama kali hadir pada 1895 dan berikutnya digelar setiap 2 tahun sekali. Penyelanggaraannya dilangsungkan selama 6 bulan penuh dan melibatkan seniman dari berbagai belahan dunia. Tahun lalu pameran seni ini diikuti 89 negara dan dihadiri 440.000 pengunjung.


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan dukungan terhadap keikutsertaan lima seniman Indonesia itu sekaligus untuk mempromosikan pariwisata dan industri kreatif  Indonesia. Partisipasi seniman Indonesia dalam pameran dunia ini merupakan bentuk pengakuan internasional terhadap perkembangan karya seni kontemporer Tanah Air.


Lima seniman Indonesia yang berhasil terpilih dan akan memamerkan karyanya dalam pameran seni tingkat dunia tersebut adalah: Albert Yonathan Setyawan, Eko Nugroho, Entang Wiharso, Sri Astari, dan Titarubi. Mereka akan memamerkan karya-karya terbaiknya di Paviliun Indonesia yang memiliki luas 500 meter persegi dan berlokasi di Arsenale sebagai salah satu dari venue utama perhelatan tersebut.


Tema Paviliun Indonesia sendiri ditampilkan berkonsep Sakti, yaitu nilai-nilai yang bersumber dari warisan budaya Indonesia. Konsep Sakti merupakan tawaran Indonesia kepada dunia mengenai betapa pentingnya ke-bhinekaan. Terpilihnya lima seniman yang mewakili Indonesia itu dinilai Dewan Artistik Bumi Purnati sebagai yang paling tepat menerjemahkan konsep Sakti.


Kehadiran Paviliun Indonesia itu diharapkan berdampak terhadap pencitraan Indonesia dari pemberitaan kegiatan tersebut. Tampilnya Paviliun Indonesia menandai pula bahwa seni rupa Indonesia siap menjadi pemain di panggung seni dunia. Selain itu, juga membawa seni rupa Indonesia sejajar dengan seni rupa papan atas dunia dan menjadikannya subyek praktek seni rupa dunia.


5 Seniman Indonesia terpilih tersebut akan memamerkan karya terbaiknya dalam Venice Biennale 2013. Albert Yonatan Setyawan, merupakan seniman rupa Indonesia bidang seni rupa keramik. Ia akan menampilkan karya seni keramik terakota dengan balutan tema spiritual-semangat hibriditas dari beberapa agama. Karyanya akan diduplikasi menjadi ribuan keramik terakota dalam susunan labirin di dalam Paviliun Indonesia. Sri Astari, adalah seniman asal Solo, Jawa tengah, yang akan menuangkan budaya Jawa dengan spiritualitas ke dalam karya seni kontemporer berbentuk instalasi seni di dalam sebuah Rumah Joglo. Titarubi, akan menampilkan karya kontemporernya dari karya sebelumnya yang berjudul Iqra yang berarti baca (bahasa Arab). Karya Titarubi ini memiliki tema yang sejalan dengan tema paviliun Indonesia yaitu Sakti berarti orang yang memiliki nalar dan perasaan tidak hanya kekuatan. Entang Wiharso, merupakan salah satu seniman rupa Indonesia yang dikenal di dunia Internasional. Pelukis dan perupa ini mengajak pengunjung mengenal dan mempersepsikan Indonesia dari dalam dan dari luar melalui suatu rangkaian instalasi seni, relief, lukisan dan patung. Eko Nugroho, dikenal dengan karya realis dan gayanya berupa kartun atau komikal. Dengan cara yang berbeda, Eko akan menerjemahkan tema Sakti yang diangkat Paviliun Indonesia berbentuk perahu rakit yang terombang-ambing menggambarkan kondisi bangsa ini menghadapi ombak dan angin besar namun tetap bertahan.


Temukan sumber informasi sejenis di laman berikut. http://parekraf.go.id/budpar , http://dev.ifinance-today.com/read


Photo Courtesy  by  http://www.labiennale.org

 

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda