Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Targetkan 9 Juta Kunjungan Wisatawan pada 2013

Targetkan 9 Juta Kunjungan Wisatawan pada 2013

Ditulis 3 Jan 2013 pukul 14:54 | Dilihat: 12523

Targetkan 9 Juta Kunjungan Wisatawan pada 2013

Meskipun kondisi ekonomi global saat ini belum stabil, Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan antara 8.500.000 sampai 9.000.000 pada 2013. Hal ini seperti ditegaskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu berdasarkan peningkatan signifikan antara 7% - 12,5% dari 8 juta kedatangan internasional pada 2012. Penetapan target ini mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi domestik sekaligus potensi kenaikan pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat khususnya di kawasan Asia Pasifik.

 

Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Esthy Reko Astuti, juga senada mengutarakan bahwa target Indonesia untuk menjaring sembilan juta wisatawan mancanegara sepanjang 2013 sudah sangat realistis. Target sembilan juta wisman itu sekaligus akan menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk mencapai target baru kunjungan 10 juta wisman pada 2014.

 

Tahun depan, Indonesia mengincar lebih banyak wisman dari negara target pasar utama di antaranya adalah: 1,75 juta wisman Singapura, 1,4 juta wisman Malaysia, 1,220 juta wisman Australia, satu juta wisman China, 505 ribu wisman Jepang, dan 360 ribu wisman Korea Selatan. Negara target market lain yang juga diincar sebagai sumber wisman ke Indonesia adalah Filipina, Taiwan, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, India, Belanda, Timur Tengah, Jerman, dan Rusia. Untuk dapat mencapai target itu, akan diupayakan pula sinkronisasi dari seluruh pemangku kepentingan terkait pariwisata di Tanah Air dan juga diarahkan pada segmen demografis tertentu dengan memperhatikan aspek atau motif tujuan sekaligus minat spesifik wisatawan masa kini.

 

Salah satu hal pendukung target itu juga adalah pada 2013 nanti Bali akan menjadi tuan rumah KTT APEC bersama dengan 10 kota lainnya di Indonesia. Acara tersebut merupakan pertemuan tingkat menteri terkait juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan WTO Ministerial Meeting. Selain itu, Bali dan Jakarta juga akan menjadi tuan rumah pemilihan Miss World 2013. Menyambut kedua acara megah besar tersebut, Bali dan Jakarta serta berbagai tujuan wisata diupayakan terus ditingkatkan pelayanannya.

 

Sementara itu, investasi dan konstruksi hotel telah mencapai rekor tinggi di seluruh negeri. Hal itu nampak dari dibangun hotel- hotel di berbagai kota-kota besar maupun di resor wisata terpencil. Investasi asing terhadap hotel dan restoran juga telah mencapai rekor 729.700.000 US Dollar, dengan 86.100.000 US Dollar untuk investasi domestik. Hal ini seperti diutarakan Yanti Sukamdani, ketua Hotel dan Restoran Indonesia.

 

Tahun 2013 ini, pariwisata Indonesia akan fokus pada pengembangan sektor MICE, kapal pesiar dan yacht, kesehatan dan kebugaran, cuisine, olah raga termasuk golf, bersepeda, maraton dan diving, kata Menteri Mari Pangestu. Semua fokus perkembangan di atas akan meningkatkan kepercayaan pada prospek positif pariwisata Indonesia  untuk 2013.

 

Beberapa acara besar direncanakan akan berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sail Indonesia yang tahun fokus pada Sail Komodo, kemudian Tour de Singkarak di Sumatera Barat, serta acara tradisional daerah seperti Lembah Baliem di dataran tinggi Papua, serta Bau Nyale di Lombok. Untuk konser sendiri tahun 2013 ini akan bertabur banyak musisi  dari dalam negeri dan luar negeri.

 

Akan ada banyak kapal pesiar berlayar di perairan Indonesia. Untuk menyambut dan mengakomodasi  kapal pesir ini Pelabuhan Benoa di Bali dan pelabuhan lain di Indonesia sudah bersiap dengan berbagai fasilitas mereka.

 

Sementara itu, sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia telah memperoleh armada pesawat baru untuk memungkinkan terbang lebih jauh, menghubungkan tujuan sekunder domestik dan menawarkan koneksi langsung internasional, terutama dari China, Asia Tenggara dan Australia. Sementara itu, Garuda Indonesia berencana menyediakan penerbangan ke London langsung dari Jakarta.

 

Saat ini, Pariwisata Indonesia berada di peringkat 4 penyumbangan devisa asing. Berada di antara peringat lainnya seperti minyak dan gas, menyusul batubara, kelapa sawit, dan produk karet. Pariwisata berada di peringkat lebih tinggi dibandingkan produksi dan ekspor pakaian jadi, barang-barang elektronik, tekstil dan produk kertas. Penerimaan total mata uang asing Indonesia diperkirakan mencapai US $ 9,07 milyar atau meningkat 6,03% dibandingkan dengan 2011. Kenaikan 5% ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan wisata rata-rata global yaitu antara 3% sampai 4% di seluruh dunia.

 

Target kunjungan wisman dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan di mana pada 2011 target tersebut ditetapkan 7 juta wisman dan berhasil tercapai, pada 2012 ditetapkan naik hingga menjadi delapan juta wisman, dan pada 2013 ditetapkan sembilan juta wisman, serta direncanakan bisa mencapai 10 juta wisman pada 2014.

 

Sementara itu, wisatawan domestik telah melakukan 245 juta perjalanan selama 2012, naik 3,81% dibandingkan dengan 2011. Diperkirakan bahwa setiap orang menghabiskan Rp. 700.000,- per perjalanan, dengan demikian, pengeluaran total wisatawan domestik selama  tahun lalu mencapai Rp 171.5  triliun, naik 9,31% dibandingkan pada 2011.

Link Terkait

 

 

1 Komentar

Illumi Arzia

Ditulis 4 Jan 2013 pukul 15:11


Kalo serius pasti bisa 10 juta kunjungan.

Berikan Komentar Anda