Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Pengalaman Pertama Bertemu Komodo: Tourism Campaign Trip The Real Wonder of the World

Pengalaman Pertama Bertemu Komodo: Tourism Campaign Trip The Real Wonder of the World

Ditulis 7 Dec 2012 pukul 19:15 | Dilihat: 14638

Pengalaman Pertama Bertemu Komodo: Tourism Campaign Trip The Real Wonder of the World

Tidak ada yang lebih mengesankan dari sebuah pengalaman pertama. Apalagi jika pengalaman pertama tersebut adalah melihat dari dekat salah satu hewan langka yang habitat alaminya hanya ada di Indonesia saja, yaitu komodo!

 

Pemenang online quiz, tourism campaign trip dari dalam negeri (15 orang) dan luar negeri (5 orang) beruntung mendapat kesempatan langka menyambangi Taman Nasional Komodo (TNK), di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Liburan gratis tersebut berlangsung selama 4 hari 3 malam, pada 4 hingga 7 Desember 2012. Kegiatan ini diselenggarakan khusus oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui website resmi pariwisata Republik Indonesia, yaitu www.indonesia.travel.

 

Pemenang quiz nasional berasal dari beberapa kota di Indonesia. 15 pemenang quis nasional adalah: Fajar, Adi Primanto Sheva, Eka Santa M Silaholo, Rofiul Hadi, Mufti Efendi, Ibrahim Wahid, Anita Setya Dewi, Suryo, Hafizul Azim Rosyik, Yahya Warin, Joule Aza, Aryadi Ali Usman, Anton Hermadi, Dwi Rahmayanti Binti Boesrian,dan Velyz Zhang. Sementara itu, pemenang internasional berasal dari Turki (2 orang: Tolga Arslankaya dan Efife Betil), Mongolia (1 orang: Enkhjargal Baatortsogt), dan Filipina (2 orang: Melody Co dan Ulpiano II Edubos), yaitu: Enkhjargal Baatartsogt, Yonib Yon, Melody Co, Tolga Arslankaya, dan Afife Betil Akan. Selain pemenang kuis, turut meyertai juga perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan sejumlah media, yaitu: Kompas, Tempo, blogger Kompasiana, Trans TV, VOI (RRI).  Membawa serta sebagai tamu undangan adalah Miss Earth 2011 dan Miss Scuba 2011.

 

Agenda utama tourism campaign trip ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada hari kedua dan ketiga, dimana kegiatan utamanya adalah trekking di pulau yang menjadi habitat alami komodo dan juga snorkeling di Pulau Kanawa dan  Pink Beach yang populer karena keelokan taman bawah lautnya. Pink Beach atau pantai berpasir merah muda hanya ada 7 saja di dunia.

 

Hari pertama dan keempat dikhususkan untuk persiapan kedatangan dan kepulangan peserta  trip. Di hari kedua, para peserta tourism campaign trip berkesempatan mengunjungi Pulau Rinca yang dihuni sekira 2.300-an komodo. Mengambil jalur medium trek dengan ditemani 4 pawang (jagawana), peserta trip dibagi dua grup menempuh perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam.

 

Di sepanjang jalur, beberapa kali ditemui komodo dan yang paling menarik dan langka terjadi adalah kesempatan menyaksikan tiga ekor komodo menyantap lahap seekor babi hutan. Mengambil foto komodo atau berfoto dengan latar komodo tak boleh dilewatkan. Selain melihat komodo, peserta trip juga bertemu kerbau liar dan babi hutan yang populasinya masih cukup banyak. Kerbau adalah salah satu hewan yang menjadi mangsa utama komodo. Kabarnya, komodo dapat bertahan hidup dengan makan 1 kali dalam sebulan dan komodo yang kanibal ini tak segan-segan memangsa jenisnya sendiri.Salah satu ciri khas komodo adalah setelah menggigit mangsanya terutama kerbau, mereka hanya perlu menunggu dan mengintai sang mangsa hingga lumpuh oleh bakteri berbahaya dalam liurnya dan kemudian menyantapnya. 

 

Setelah makan siang di Pulau Rinca, perjalanan di hari kedua ini dilanjutkan menuju Pulau Kanawa dengan agenda utama snorkeling. Dari kejauhan, tampak pasir putih membingkai hijau toska laut, hijau pepohonan dan langit yang biru menjadi kombinasi warna pemandangan alam yang mengundang decak kagum. Keindahan ini masih ditambah lagi dengan pesona terumbu karangnya yang cantik dan masih terjaga. Oleh karenanya, peserta tidak menyiakan kesempatan tersebut untuk snorkeling setibanya di Pulau Kanawa.

 

Di hari ketiga, agenda masih sama dengan hari kedua hanya saja di tempat yang berbeda. Kali ini, peserta diajak mengunjungi Pulau Komodo yang lokasinya lebih jauh lagi dibanding dengan Pulau Rinca. Ditemani dengan 8 orang jagawana dan dibagi dalam dua grup, peserta tetap semangat melintasi jalur trekking yang sedikit berbeda dengan jalur hari kedua.

 

Menurut seorang jagawana, populasi komodo di pulau ini lebih sedikit dibanding Pulau Rinca, yaitu sekira 2.005 ekor komodo. Cukup jauh perjalanan yang ditempuh peserta sebelum akhirnya dapat bertemu komodo di pulau yang dinamakan sama dengan hewan yang liurnya mengandung sekira 60 bakteri berbahaya ini. Akan tetapi, tak tangggung-tanggung, sekalinya bertemu komodo, bukan hanya satu saja tapi 5 komodo sekaligus berpose dengan anggun dan gagahnya di depan peserta yang tak henti-hentinya mengarahkan kamera mereka.

 

Masih mengambil medium trek, perjalanan kali ini juga memakan waktu sekira 1,5 jam dengan jalur yang bervariasi, termasuk naik dan turun bukit. Sulphurea Hill adalah salah satu bukit dimana pemandangan laut lepas dan hijau pepohonan di perbukitan di sisi lain sungguh mempesona dan cantik. Setibanya di pos terakhir, nampak pula dua ekor komodo yang langsung menjadi sasaran fotografi.

 

Pink Beach tak sembarang mendapatkan namanya. Nama ini sesuai warna pasirnya yang merah muda saat tersapu ombak lantaran pasirnya yang putih tercampur pecahan karang berwarna merah. Gradasi warna pink ini kian kontras dengan warna hijau toska air laut yang juga menyimpan pesona taman bawah laut. Pantai berwarna pasir langka ini kabarnya hanya ada tujuh saja di dunia dan menjadi lokasi yang sempurna untuk menikmati suguhan makan siang dengan menu khas laut, seperti ikan dan sotong yang lezat.

 

Selesai makan siang, tanpa perlu dikomandoi, peserta langsung melakukan snorkeling. Tak perlu jauh berenang ke tengah, hanya berjarak sekian meter saja dari bibir pantai, bawah laut Pink Beach menyuguhkan warna-warni taman terumbu karang dan beragam ikan yang juga penuh warna. Pemandangan pantai berpasir merah muda ini kian cantik jika dilihat atau diabadikan dari atas bukit yang mengapitnya.

 

Sama halnya dengan hari kedua, di hari ketiga ini kegiatan ditutup dengan acara makan malam bersama. Karena malam itu adalah malam terakhir acara maka berlangsung lebih spesial. Makan malam di tepi kolam renang La Prima Hotel yang dipilih sebagai tempat menginap para peserta trip ditemani suguhan musik live dan tentu saja menu yang juga spesial menjadikan tourism campaign trip kali ini kian sulit untuk dilupakan. Ibu Ratna Suranti, selaku wakil dari kementerian, menyampaikan penutupan dan ucapan selamat dan terima kasih kepada seluruh peserta, khususnya para pemenang quiz. Foto bersama menjadi agenda yang tidak dilewatkan di malam itu.

 

Hari Jumat (7/12), peserta tourism campaign trip akan kembali ke kota asal masing-masing dengan membawa kenangan manis selama perjalanan, cerita menarik, dan juga mendapat pengalaman serta teman-teman baru. Kiranya mereka pun akan dengan senang hati membagi pengalaman penuh kesan kepada orang lain dan mengenalkan betapa Indonesia adalah negeri yang indah. Datang dan buktikan langsung kekayaan dan keindahan alam Nusantara. Ayo berwisata di negeri sendiri!

 

Kesan Tourism Campaign Trip ke Taman Nasional Komodo

Engkhjargal Baatartsogt dari Mongolia adalah pemenang pertama quiz internasional yang kini tengah berkuliah di Turki mengatakan kesannya saat menyambangi Taman Nasional Komodo, “It was wonderful and I had many amazing memories. I tried so many things for the first time, such as snorkeling and it was amazing”.


Ulpiano II Edubos (Filipina) mengaku “I had a lot of fun and am so happy to see your beautiful country. I have memorable experience, especially when I did snorkel in Pink Beach—the coral is mesmerizing”.


Melody Co (Filipina) mengatakan bahwa ia sangat senang berkesempatan tergabung dalam trip ini.  “I think the slogan of Indonesia tourism campaign “feeling is believing” is true. You have to come here to see the dragon, to meet the people, eat the food. We really had fun, we learned a lot about Indonesia. The trip is so wonderful. We’re going to bring home lot of memories and we have lot of new friends. I think here is one of the places where I would go back again.”


Afife (Turki) mengatakan bahwa ia sangat senang berada di sini. Ia juga menyukai keramahan orang Indonesia dan juga makanan Indonesia. “And it’s interesting to see komodo for the first time, before I saw this only on TV or internet,” ia menambahkan.


Tolga (Turki) mengatakan ia sangat menikmati trip ini, terutama saat snorkeling dimana dapat melihat banyak ikan dan terumbu karang yang indah. “Insyaallah we will come back to Indonesia because we like to be here.”


Sementara itu, beberapa pemenang quiz nasional juga tak mau ketinggalan memberikan komentar mengenai perjalanan ini. Fajar (pemenang pertama) mengatakan bahwa trip selama 3 malam 4 hari ini sangatlah menyenangkan, ia mendapatkan banyak pengalaman baru. Tak lupa ia mengungkapkan harapannya agar target 8 juta wisatawan  tahun ini dapat tercapai sehingga upaya keras promosi oleh kemenparekraf berhasil dengan gemilang.


Tanpa banyak kata, Hafiz (pemenang dari Padang) menyatakan “luar biasa” untuk menggambarkan trip ke TNK selama 4 hari kemarin. Velyz Zhang mengaku bahwa trip kali ini sangatlah seru dan ia merasa beruntung karena bisa melihat keindahan Indonesia yang belum terlalu banyak dikunjungi oleh kebanyakan orang Indonesia.


Aryadi asal Palembang berterima kasih kepada indonesia.travel dan Kemenparekraf karena memberinya kesempatan berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebelumnya ia hanya melihat komodo di TV tapi sekarang bisa menyaksikan sendiri. “Seperti mimpi,” ujarnya saat dapat melihat keindahan pantai berpasir pink dan terumbu karang yang indah dan beragam ikan. Harapannya semoga ke depannya Kemenparekraf bisa lebih meningkatkan lagi upaya promosi wisata di  TNK dan tempat lain.


Dayu Prastini (Miss Scuba 2011) menyatakan bahwa trip kali ini sangat menyenangkan. Meski ini kali ke-4 ia berkunjung ke TNK, kesenangan yang dirasa tetaplah sama apalagi jika melihat para peserta lain yang semangat. Dayu menambhakan bahwa program promosi wisata seperti ini adalah “penting dan bagus untuk mengenalkan potensi wisata Indonesia yang luar biasa, ke anak muda yang pengaruhnya kuat  di social media.” Diharapkan  para peserta akan membagi pengalamannya sehingga potensi wisata TNK akan dikenal lebih luas lagi.


Inez Elodhia (Miss Earth 2011) mengaku inilah kali pertama ia mengunjungi TNK dan melakukan snorkeling. Ia merasa beruntung dapat snorkeling pertama kali di tempat seindah Pink Beach. “Keren banget deh pokoknya,“ ujarnya menutup kesannya atas trip kali ini.


Tak hanya dari peserta dan tamu undangan, rekan media juga tak ketinggalan menyatakan kesan mereka selama perjalanan menelusuri pesona TNK. Sepsha (VOI) mengaku speechless saat melihat keindahan Kanawa, keindahan alam dari puncak Sulphurea Hill, dan melihat 3 ekor komodo memangsa babi hutan. “Yang paling menyenangkan adalah snorkeling di Pink Beach.” Tak lupa Sepsha merekomendasikan TNK sebagai salah satu destinasi terbaik di Indonesia. Harapannya adalah bahwa upaya promosi lebih ditingkatkan lagi, karena wisata di NTT sangatlah potensial.  


Arif (blogger kompasiana) menyatakan bahwa ia cukup puas dengan pengalaman melihat  komodo secara langsung dan memiliki perhatian terhadap usaha melestarikan komodo. Ia juga sangat senang bisa melihat Pink Beach. ”Harus ke Pink Beach,” pesan Arif.  


Amirullah (Koran Tempo) mengungkapkan bahwa trip ini adalah promosi yang baik sekali untuk menarik wisatawan baik dari dalam atau pun luar negeri sehingga diharapkan akan lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke TNK.

Link Terkait

 

 

2 Komentar

aryadi ali usman

Ditulis 12 Dec 2012 pukul 07:01


luar biasa dahsyat>>>Ayo berwisata di negeri sendiri>>>

suryo buronan

Ditulis 8 Dec 2012 pukul 00:39


Amazing !!!! Speechless !!!! Thank buat indonesia travel, bener-bener perjalanan yang tak terlupakan. Snorkeling di pink beach yang benar2 memukau :) Melihat komodo yang jalan dengan cuek :) I Love Indonesia...

Berikan Komentar Anda