Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Danau Memukau di Rimba Raya Jantung Kalimantan

Danau Memukau di Rimba Raya Jantung Kalimantan

Ditulis 10 Dec 2012 pukul 17:28 | Dilihat: 9680

Danau Memukau di Rimba Raya Jantung Kalimantan

Riak air tenang berarak di Sungai Kapuas yang saling silang membelah daratan Kalimantan. Alirannya ternyata dihidupi sebuah danau ajaib yang bersifat musiman. Itu bukan danau biasa karena pada satu masa berselang airnya menjadi surut untuk mengaliri sungai terpanjang di Indonesia, akibatnya danau pun berubah paras menjadi daratan yang luas. Inilah salah satu tujuan wisata alam memukau di jantung belantara Kalimantan, sebuah undangan alam disodorkan kepada para petualang untuk merasakan dan melihat secara langsung keajaibannya.


Danau Sentarum adalah satu lagi bagaimana alam dibentangkan begitu megahnya di Tanah Air kita. Ini bukan danau biasa! Berdiam sebagai sebuah taman nasional, Danau Sentarum merupakan daerah hamparan banjir (lebak lebung atau floodplain) seluas 132.000 ha berupa kumpulan danau-danau besar dan kecil yang berjumlah 20 buah. Danau Sentarum adalah lahan basah, hutan rawa air tawar, serta hutan hujan tropik yang tergenang di Pulau Kalimantan. Inilah sebuah bentangan alam tipe ekosistem hamparan banjir paling luas sekaligus langka yang masih tersisa dalam kondisi baik di Indonesia, bahkan juga di Asia Tenggara.


Selama 8 hingga 10 bulan dalam setahun, Danau Sentarum akan terendam air dengan kedalaman 6 hingga 15 meter dan menyebabkan hutan sekitarnya tergenang.  Diperkirakan ada sekira 16 triliun meter kubik air per tahun di kawasan ini. Dua sungai utama yaitu Sungai Tawang dan Sungai Leboyan menjadi penghubung antara Danau Sentarum dengan Sungai Kapuas. Sungai Tawang merupakan sungai yang menghubungkan Sungai Kapuas dengan Danau Sentarum lalu Sungai Leboyan berhulu ke Sungai Embaloh.

Danau Sentarum Saat Musim Hujan Danau Sentarum Saat Musim Kemarau


Ada sebuah keunikan saat musim kemarau panjang, yaitu sebagian besar air Danau Sentarum akan mengering lalu mengubah kawasan ini menjadi padang tandus dengan tanah terbelah di sana sini. Hanya tersisa sedikit genangan dimana ikan-ikan yang tadinya berada di danau kemudian mencari tempat hidup di kolam-kolam kecil yang tersisa. Selain itu, ada hal yang berbeda dengan warna air danau yang menggenangi  hutan luas tersebut, yaitu bewarna hitam kemerahan. Itu disebabkan karena air danau mengandung tanin yang berasal dari hutan gambut di sekitarnya.


Danau Sentarum diperkirakan terbentuk pada zaman es (Pleistosen). Saat ini Danau Sentarum menjadi rumah bagi sekira 675 jenis flora meliputi 154 jenis anggrek alam. Ada juga 754 jenis fauna meliputi 266 jenis ikan, 310 jenis burung, 147 mamalia, dan 64 jenis reptil dan ampibia.


Letak dan kondisi yang berada di tengah jajaran pegunungan menjadikan kawasan Danau Sentarum sebagai daerah tangkapan air hujan. Ketika musim kemarau tiba dan tinggi air di Sungai Kapuas berangsur-angsur turun maka air dari Danau Sentarum akan mengalir ke Sungai Kapuas sehingga debit air di Sungai Kapuas relatif stabil. Keajaibannya adalah pada saat puncak musim kemarau, itu karena keadaan Danau Sentarum akan berubah paras menjadi hamparan tanah kering yang luas.


Pijakan kaki wisatawan mulai berdatangan ke puncak pandang untuk melihat langsung keindahan bentangan alam memukau ini. Di Bukit Lanjak, Nanga Kenelang dan Bukit Tekenang, wisatawan dapat melihat panorama Danau Sentarum lalu mengabadikan kemolekannya dengan kamera kesayangan mereka. Melengkapi hari-hari di sini adalah bersampan serta mengamati beraneka burung dan hewan lainnya. Ada beragam hewan yang dapat dilihat, yaitu: bekantan, siamang, orangutan, tupai, macan pohon, tupai besar, beruang madu, buaya, dan yang paling terkenal adalah ikan arwana yang harganya selangit di pasaran penggemar ikan hias.


Ibarat sebuah keranjang wisata yang lengkap, selain menikmati keanekaragaman hayati, di Taman Nasional Danau Sentarum, wisatawan juga disuguhi beragam daya tarik budaya yang memikat. Sudah banyak wisatawan berinteraksi langsung dengan beberapa suku tradisional di sekitar danau ini, seperti suku Dayak Iban, Dayak Sebaruk, Dayak Sontas, Dayak Kenyah dan Dayak Punan. Mereka hidup di sebuah rumah adat bernama rumah betang (dikenali juga dengan nama panjang atau lamin). Rumah adat tersebut memiliki ciri khas panjang rata-rata 186 meter dan lebar 6 meter. Dihuni 20 hingga 50 kepala keluarga yang hidup dengan ikatan adat kuat namun begitu ramah kepada pengunjung. Selain suku dayak di sekitar danau ini juga dihuni suku Melayu yang berprofesi sebagai petani dan nelayan. Secara keseluruhan ada sekira 45 dusun permanen dan 10 dusun musiman di Taman Nasional Danau Sentarum dan terus diupayakan dengan 64.000 hektar untuk diusulkan menjadi daerah penyangga.


Untuk mereguk keindahan Danau Sentarum maka masuki dahulu ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Pontianak. Berikutnya lanjutkan perjalanan ke Sintang-Semitau menggunakan kendaraan roda empat sekira 11 jam atau Sintang-Semitau menggunakan longboat (nama lokalnya bandong) sekira 7 jam. Dari Semitau ke Taman Nasional Danau Sentarum dapat ditempuh menggunakan perahu motor cepat melalui Lanjak.


Alternatif untuk meringkas perjalanan, manfaatkan perjalanan udara dari Pontianak ke Putussibau yang terbang sekitar 2 jam. Berikutnya lanjutkan dari dermaga di Putussibau ke Nanga Suhaid dengan perahu motor cepat sekira 6 jam. Perjalanan selama itu akan disuguhi pemandangan pesisir sungai dan pastinya akan menjumpai beragam kekayaan hayati Kalimantan.


Pastikan Anda melapor ke kantor Taman Nasional Danau Sentarum untuk kemudahan informasi dan perizinan. Pihak balai taman nasional akan membantu memfasilitasi dan memberi informasi kebutuhan Anda mulai dari transportasi hingga tempat bermalam.


Taman Nasional Danau Sentarum
Pontianak
Jl. Abdurahman Saleh 33
Pontianak, West Kalimantan
Tel./Fax. : +62-561-734613


Sintang
Jl. YC. Oevang Oeray 43
Sintang, West Kalimantan
Tel. /Fax. : +62-565-22242
Email: balai_tnds@yahoo.com; balai.tnds@gmail.com


Lanjak
Anda dapat menemukan kantor perwakilannya tepat di dermaga pinggir sungainya.

 

Ketahui lebih banyak tentang dua taman nasional di Kabupaten Putussibau dalam tautan berikut ini.

Taman Nasional Danau Sentarum

Taman Nasional Betung Kerihun

Kunjungan ke Taman Nasional Danau Sentarum dapat Anda lakukan bertepatan dengan digelarnya sebuah festival berkala, yaitu Festival Danau Sentarum Betung Kerihun pada 12 hingga 15 Desember 2012 di Lajak, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Festival ini akan dipusatkan di Alun-Alun dan Balai Adat di Kecamatan Batang Lupar dan juga di dalam area Taman Nasional Danau Sentarum. Festival ini akan menyajikan beragam kompetisi, termasuk kompetisi lagu tradisional (Dayak dan Melayu), kompetisi tari tradisional (Dayak dan Melayu),) kompetisi pantun, lomba perahu tradisional, kompetisi Pangkak Gasing, kompetisi sumpit (senjata tradisional), dan kompetisi putra putri pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu. (him)

Link Terkait

 

 

1 Komentar

Ditulis 30 Dec 2012 pukul 12:27


i love indonesia...

Berikan Komentar Anda