Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Batik Solo Diajarkan di Sekolah Mode Tertua Di Italia

Batik Solo Diajarkan di Sekolah Mode Tertua Di Italia

Ditulis 27 Apr 2012 pukul 14:08 | Dilihat: 1189

Batik Solo Diajarkan di Sekolah Mode Tertua Di Italia

Batik merupakan ikon penting budaya Indonesia sekaligus kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi. Batik juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial, budaya, dan adat masyarakat Indonesia sehari-hari. Batik lebih dari sekedar kain, setiap desain memiliki arti simbolik dan memainkan peranan penting dalam ritual sosial dan budaya masyarakatnya.

 

Batik merupakan kreativitas yang tak pernah selesai dan memiliki latar sejarah panjang di Indonesia. Sebuah sekolah mode tertua asal Roma, Italia, buktinya memasukan desain mode dengan bahan kain batik solo ke dalam kurikulum pelajarannya. Sekolah mode Koefia memandang bahwa batik sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO dari Indonesia dapat menjadi tren fesyen baru dunia nantinya.

 

Sekolah mode Koefisia akan mengajarkan desain batik solo dan hasilnya akan diikutsertakan dalam berbagai pagelaran fashion week di Italia. Pagelaran fashion heritage terdekat akan dilaksanakan sekitar minggu kedua bulan Januari 2013.

 

Hal ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Italia untuk mengembangkan kebudayaan Indonesia dan memperkenalkan kepada generasi muda Italia. Selain itu, upaya ini sekaligus untuk menggabungkan budaya Solo dengan budaya Eropa.

 

Melalui sekolah mode Koefia, batik Solo akan diperkenalkan sebagai salah satu warisan budaya yang diakui oleh UNESCO kepada masyarakat terutama kalangan muda Italia. Sekolah mode ini akan mengajarkan desain fesyen batik kepada siswanya selama tiga tahun.

 

Direktur Artistik Koefia, Bianca Lami, beserta Wakil Ketua DPRD di Lazio, Italia Raffaele D` Ambrosio dalam kunjungan ke kantor Walikota Solo, Selasa (24/4). Pihaknya mengutarakan bahwa mengetahui Solo sebagai pusat batik dari internet. Ia mengaku bersama rombongan jauh-jauh terbang ke Solo untuk melihat proses pembuatan batik karena besar rasa ketertarikannya akan dunia batik.

 

"Saya tahu dari internet bahwa Solo merupakan ibukota batik. Di sini banyak industri batik, bahkan saya dengar ada kampung dengan nama batik. Saya ingin melihatnya secara langsung," ujarnya.

 

Direktur Artistik Koefia, Bianca Lami, dan Wakil Ketua DPRD di Lazio, Italia Raffaele D` Ambrosio sangat antusias secara langsung melihat pembuatan batik secara tradisional di Solo. Mereka nantinya berniat akan menggelar lomba batik di Italia. Selain itu, mereka juga mengundang Walikota Solo Joko Widodo untuk hadir dalam pagelaran Moda, pada Januari 2013.

 

Batik solo banyak diminati oleh masyarakat modern saat ini karena corak dan warnanya yang unik dan beragam. Kekhasan batik solo sudah terkenal di seluruh Indonesia dan mancanegara, bahkan sudah menjadi produk ekspor andalan daerah.

 

Batik solo menggunakan warna sogan yaitu kombinasi warna coklat muda, coklat tua, coklat kekuningan, coklat kehitaman, dan coklat kemerahan. Batik solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya baik dalam proses batik cap maupun dalam proses batik tulis. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan pun masih tetap memakai bahan lokal seperti soga jawa.

 

Apabila Anda ingin membeli batik di Solo, cobalah pergi ke Pasar Klewer, kawasan Kampung Batik Laweyan, kawasan Kampung Wisata Batik Kauman, dan Pusat Grosir Solo (PGS). Di sana Anda bisa mendapatkan batik setengah harga di sini dari yang ada di toko-toko. Warna dan corak batiknya sangat beragam dan unik. Baca informasinya di artikel berikut: Batik Solo : Berburu Batik Tradisional

 

Temukan sumber informasi sejenis di laman berikut.

http://www.antaranews.com/berita/307579/batik-masuk-kurikulum-sekolah-mode-italia

http://m.timlo.net/baca/26517/batik-solo-dilirik-italia/ 

 

photo courtesy : investor.co.id

Berikan Komentar Anda