Melantunkan lagu-lagu romantis, legenda musik pop dunia Rod Steward memukau penonton dengan penampilan memesona dan menawan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa malam (31/2012). Konser malam itu didominasi penonton berusia antara 40 hingga 50 tahun dimana mereka cukup lama menunggu sang penyanyi bersuara serak lembut tersebut untuk tampil pertama kali di Indonesia.
Suasana konser terkesan romantis dan eksklusif dengan tata panggung sederhana namun elegan. Layar raksasa sebagai latar belakang dan di dekat panggung menayangkan setiap gerakan Rod. Penonton pun diatur sedemikian rupa sehingga menambah keintiman konser malam itu.
Sekira pukul 20.00 WIB, pemain band berpakaian rapi muncul satu persatu di atas panggung kemudian disusul beberapa backing vocal wanita. Tidak lama kemudian Rod Stewart muncul dan memulai konser malam itu dengan lagu pembuka, “Love Train“ yang mengundang tepuk tangan penonton.
Berikutnya lagu romantis“Tonight’s the night” didendangkan, lalu Rod menyapa penoton, “Thank you ladies and gentleman, welcome to the show, we’re going to be here for two hours” yang diikuti teriak histeris penonton.
Konser kemudian berlanjut dengan beberapa lagu, seperti:“Havin’ a party”, “It’s a heartache”, “Some guys have all the luck”,” The first Cut is the deepest”, dan “Baby Jane”.
Dalam lagi hits sepanjang masa, “I Don’t Want to Talk about It” penonton ikut bernyanyi bersama Rod. Rod sengaja menghentikan musik dan membiarkan penonton bernyanyi, “Very kind, ladies and gentleman, very generous, very generous as well for the air conditioning, I get a frostbite when I came in”, ujar Rod setelah lagu berakhir sambil bercanda mengenai suhu ruangan yang terlalu dingin.
Acara ini tidak hanya menunjukan kemampuan Rod dalam bernyanyi tetapi juga memamerkan keterampilan anggota bandnya memainkan instrumen musik solo seperti saksofon dan biola. Bahkan, dengan gips di jarinya karena kecelakaan, gitaris Paul Warren masih bisa menampilkan kemampuan solonya. Selama lagu “Down Town Train” drummer Dave Palmer dan Perkusi Matt O’Connor berhasil menampilkan permainan yang energik mereka.
Panggung diubah menjadi set yang lebih intim, kursi ditarik keluar untuk sesi akustik. Ketika anggota band berkumpul, Rod dengan bercanda berkata “This is very similar to the last minutes of the Titanic, here” yang diikuti tawa dari anggota band dan penonton.
Ketika intro piano dimainkan, penonton kembali histeris, karena mengantarkan pada lagu “Have I told lately”, sebuah lagu romantis yang selalu melelehkan hati wanita. Dengan suara serak dan lembut, Rod membuat penonton terpukau saat mereka bernyanyi bersama dan tenggelam dalam romantisme lagu. Lagu pun dilanjutkan dengan “Reason to Believe”, “Rainy in Georgia”, dan “Ooh La La”. Suasana malam itu dipanaskan juga dengan lagu rock and roll klasik berjudul “Sweet Rock N’Roller”.
Rod Stewart kemudian berganti kostum bermotif batik, penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan saat dia menyanyikan "Rhytm of My Heart" disusul lagu “Twisting” dan “You’re in My Heart”.
Dalam konser ini untuk menunjukan keintiman, Rod tak diduga memperkenalkan keluarganya kepada penonton ketika layar memperlihatkan gambar putrinya, anak, dan cucu-cucunya. Uniknya keluarga Rod semua mengenakan kaos Celtic Football Club, yaitu klub sepak bola favoritnya. Rod pun memamerkan keterampilannya menendang bola dan membagi-bagikan lebih dari 40 bola yang sudah ditandatanganinya. Lucunya, salah satu bola yang ditendang melambung kembali punggung dan mengenai kepalanya. Kerumunan jadi riuh karena berebut mendapatkan souvenir berharga dari artis legendaris tersebut.
Setelah lagu "Sexy" sedang dimainkan Rod mengucapkan terima kasih pada penonton dan meninggalkan panggung namun acara itu belum berakhir. Karena penonton belum puas, mereka kemudian berteriak “We Want more” saat lampu-lampu mulai redup. Tapi kemudian Rod Stewart dan bandnya muncul sekali lagi di atas panggung dengan membawakan lagu penomenal “Sailing”. Sekali lagi penonton ikut bernyanyi bersama dan ikut berlayar dengan suara Rod yang menawan. Penonton bahkan bangkit dari kursi mereka dan menyerbu ke depan panggung. Konser malam itu ditutup manis dengan lagu blues “Shake Your Money Maker”.
Membuka tahun 2012 dengan konser yang menawan, konser Konser Rod Stewart “The Greatest Hits Tour” menjadi bukti bawah posisi Indonesia ideal untuk konser artis berskala internasional. Jika 2011 telah dihiasi dengan banyak acara internasional maka tahun ini jumlahnya bertambah besar karena musisi internasional banyak antri untuk tampil di Indonesia.
Liputan langsung Indonesia.Travel untuk Konser Rod Stewart“The Greatest Hits Tour”
High Pagerank Backlinks
Ditulis 22 May 2012 pukul 19:13
This is a really good read for me, Must admit that you are one of the best bloggers I ever saw.Thanks for posting this informative article.Keep blogging…