Loading...
1id.jpg banner_tamankomodo.jpg 2id.jpg 3id.jpg 4id.jpg 5id.jpg 6id.jpg 7id.jpg 8id.jpg

Liburan dan Perayaan Imlek 2563

Ditulis 24 Jan 2012 pukul 14:57 viewer 4088

Selama libur 3 hari menjelang perayaan Imlek 2563 dimanfaatkan warga kota besar untuk berlibur bersama keluarga ke sejumlah tempat wisata. Beberapa kota seperti Jakarta dan Bandung mengalami kemacetan akibat arus wisatawan yang mengisi hari liburan mereka.

 

Salah satu tempat wisata di Jakarta yang dipenuhi wisatawan adalah sekitaran Monumen Nasional (Monas). Sedikitnya 6.500 pengunjung mendatangi landmark Ibu Kota ini. Namun, karena terbatasnya fasilitas lift dan daya tampung maka pihak Pelaksana Teknis Monas membatasi hanya 2.000 pengunjung. Lain hal, dalam merayakan Imlek 2563, pengelola Taman Impian Jaya Ancol menyelenggarakan parade perahu naga, barongsai, dan lampion. Di Taman Marga Satwa Ragunan tercatat menerima sebanyak 100.000 pengunjung. Mal-mal di Ibu Kota juga dijadikan lokasi wisata bagi warga dimana sejumlah lokasi pengunjung terlihat membeludak dibandingkan hari biasanya.

 

Di bagian barat Ibu Kota, di Banten, hunian hotel di kawasan Pantai Anyer rata-rata terisi hingga 100%. Tidak hanya hotel, pantai terbuka di kawasan ini juga sudah diserbu pengunjung sejak Jumat (21/1) malam.

 

Sementara itu, di Puncak, Bogor, kemacetan mencapai 5 km. Kendaraan yang memasuki Puncak via pintu tol Ciawi mencapai 42.000 unit. Kendaraan roda dua juga terlihat memadati jalur Bogor-Gadog, Ciawi.

 

Sedangkan di Bandung, arus kedaraan ke kota ini sudah mulai terlihat sejak Jumat sore sehingga menyebabkan kepadatan pada beberapa ruas jalan terutama di pusat perbelanjaan. Jalur penerbangan ke Bandung meningkat signifikan dibanding hari bisa dengan rata-rata okupansi penumpang 70-80 persen. Cuaca di Bandung juga mendukung jadwal penerbangan sehingga tidak ada penerbangan yang ditunda. Selama libur panjang hampir semua hotel di Bandung penuh di pesan baik hotel berbintang maupun hotel melati. Sejumlah FO (factory outlet) dan distro diserbu wisatawan yang dominan asal Jakarta. Sejumlah titik FO dan distro di Bandung menyebabkan kemacetan seperti di sepanjang Jalan RE Martadinata, sepanjang Jalan Cipaganti, Jalan Dago dan Jalan Cihampelas. Beberapa mall di Bandung menyediakan atraksi menarik dalam rangka menyambut tahun baru Cina. Seperti di Bandung Trade Center (BTC) Fashion Mall yang menampilkan aktraksi barongsai naik sepeda. Di Festival Citylink menghadirkan ragam kuliner dalam "China Town Food Festival" dan pameran ragam kerajinan unik khas China dalam “Chinese Fair”.

 

Tahun Baru Imlek 2563 tahun ini dilambangkan dengan Shio Naga Air. Shio ini melambangkan kekuatan, kebaikan, keberanian, pendirian teguh. Bagi warga Tionghoa, naga merupakan lambang kewaspadaan dan keamanan dari semua makhluk mitologi China dan makhluk yang tertinggi menjadi raja semua hewan di alam semesta. Naga dimitoskan sebgai mahluk sakral dalam agama Konghucu sekaligus simbol binatang yang paling kuat. Untuk itulah naga selalu ada pada setiap tiang vihara, terutama pada tiang tempat sembahyang Dewa Langit.

 

Tahun Naga Air menjadi alasan utama meningkatnya jumlah warga yang bersembahyang di wihara di berbagai kota di Indonesia. Mereka mengharapkan rezeki melimpah, kebahagiaan bagi keluarga, dan perdamaian bangsa. Warga Ibu Kota berduyun-duyun memadati kompleks Wihara Dharma Bakti di Jalan Petak Sembilan, Jakarta Barat, untuk merayakan Imlek. Di Surabaya, warga Tionghoa juga menyambut Imlek dengan berdoa di Kelenteng Hok An Kiong di Jalan Coklat, Surabaya. Di Banda Aceh, Wihara Dharma Bakti, dipadati tidak kurang dari 2.100 warga Tionghoa untuk datang bersembahyang. Perayaan Imlek di Manado, Bitung, dan Minahasa juga berlangsung semarak.

 

Temukan sumber informasi sejenis di alamat berikut.

www.antaranews.com, www.antaranews.com/berita http://nasional.kompas.com, www.seputar-indonesia.com, www.infobdg.com

Foto Courtesy : Dokumentasi Istimewa

Berikan Komentar Anda