Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Ulang Tahun ke-36, TMII Menjadi Lembaga Pelestari Kebudayaan Indonesia serta Didaftarkan ke UNESCO

Ulang Tahun ke-36, TMII Menjadi Lembaga Pelestari Kebudayaan Indonesia serta Didaftarkan ke UNESCO

Ditulis 21 Apr 2011 pukul 01:53 | Dilihat: 553

Ulang Tahun ke-36, TMII Menjadi Lembaga Pelestari Kebudayaan Indonesia serta Didaftarkan ke UNESCO

Dalam peringatan hari ulang tahun ke-36, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Rabu (20/4/2011) malam secara resmi ditetapkan sebagai lembaga pelestari kebudayaan Indonesia. Peresmian tersebut ditandai penandatanganan prasasti di Gedung Teater Tanah Airku TMII oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Acara penandatanganan disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI Prijanto, Direktur Utama TMII Sugiono, serta duta besar negara sahabat yang ikut menyaksikan pementasan tari dan lagu dari Workshop Seni Pelangi Nusantara.

TMII sebagai miniatur Indonesia selain diberi penghargaan oleh Kemenbudpar berupa prasasti penghargaan sebagai Lembaga Pelestari Kebudayaan Indonesia, juga didaftarkan ke UNESCO pada 28 Maret lalu. Kemenbudpar telah mengajukan TMII sebagai Penciptaan Ruang Budaya untuk Perlindungan, Pengembangan, dan Pendidikan Warisan Budaya (Best Practices of Intangible Cultural Heritage) ke UNESCO. Bersamaan dengan itu dimasukan juga tari bali dan tas noken dari Papua.

Dalam acara ini tamu UNESCO diwakili  Oda Lehman (Progamme Specialist Intangible Heritage Section UNESCO) dan David Pintado Martell (Senior Administrative Conference Clerk World Heritage Centre UNESCO). Kedatangan keduanya untuk meninjau TMII dalam kaitan dimasukkannya sebagai situs warisan dunia. Program ini bertujuan untuk mengkatalog, menamakan, dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia. Jika TMII diakui maka UNESCO akan mempromosikan TMII ke seluruh dunia. Kedatangan Oda Lehman dan David Martell di Istana Anak Anak TMII disambut oleh marching band Swara Chantika dari SDN Lubang Buaya 04 Pagi dan 16 Petang Jakarta.

Perayaan ulang tahun TMII ke-36

Hari Rabu (20/4/2011), Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berusia 36 tahun. Perayaannya itu diselenggarakan sejak 5 hingga 24 April. Di hari ulang tahunnya TMII memberikan pelayanan gratis pintu masuk kecuali untuk kendaraan mulai pukul 8.00 hingga 22.00 WIB. Panitia juga akan menyediakan berbagai paket hadiah dan doorprize untuk beberapa satuan mata acara.

Puluhan acara disiapkan memeriahkan acara Ulang Tahun ke-36 TMII 2011. Acara yang paling spektakuler adalah pemecahan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) untuk acara Membunyikan Gamelan Corobalen dan menari Bima Suci nonstop 36 jam, 36 menit, 36 detik, oleh master tari dunia Mugino Kasido dan master musik dunia Dedek Wahyudi bersama 36 tokoh lintas agama, artis dan seniman dan budayawan. Selain itu, juga digelar senam poco-poco yang melibatkan 36.000 orang.

Acara lain yang tak kalah semarak adalah Lomba Permainan Tradisional Nusantara, Gelar Citra Budaya Tradisi, Pementasan Seni Unggulan Daerah, Gelar Mahakrida Budaya Nusantara Citra Negeriku, Pemilihan Putra-putri Duta Budaya Indonesia. Ada juga Gelar Kolosal Wayang Nusantara Serat Nusaraya karya Antonius Ratumakin dari Flores dengan menghadirkan dalang muda kreatif Nanag Hape dan Bayu Aji Pamungkas “Anom Suroto”. Selain itu digelar Pawai Budaya Nusantara 33 Provinsi dengan primadona Kesenian Ndayakan dari Lereng Merapi. Total ada 23 acara yang telah disiapkan pihak TMII.

TMII  mewakil khazanah kekayaan budaya Nusantara berada dalam sebuah taman seluas 165 hektar di kawasan Jakarta Timur. TMII yang diresmikan bulan April 1975 dan berisi anjungan-anjungan rumah adat seluruh Indonesia serta menjadi salah satu pusat wisata paling popular di Indonesia.

Gagasan awal mula pendirian kawasan wisata TMII adalah oleh Ibu Negara Siti Hartinah Soeharto  pada awal 1970-an. TMII berisi 26 replika rumah adat tradisional yang ditemukan di seluruh kepulauan Indonesia. Miniatur-miniatur ini mengambarkan sejarah, kesenian, kerajinan dan tradisi dari setiap provinsi.

Sumber: www.budpar.go.id, travel.kompas.com

Berikan Komentar Anda