Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Pangandaran dapat Menjadi Contoh Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

Pangandaran dapat Menjadi Contoh Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

Ditulis 27 Jan 2011 pukul 19:59 | Dilihat: 1785

Pangandaran dapat Menjadi Contoh Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

Program pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development) di Pangandaran, Jawa Barat diharapkan menjadi best practice dan proyek percontohan untuk dikembangkan ke daerah lain di Indonesia. Hal ini diungkapkan Sekjen Kemenbudpar Drs. Wardiyatmo, MSc. Dalam jumpa pers "Kick-off Project Energy Efficiency for Sustainable Tourism in Pangandaran" yang dibuka oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (PDP) Kemenbudpar Ir. Firmansyah Rahim, MM di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (25/1). Hadir dalam jumpa pers antara lain  Setditjen PDP Winarno Sudjas, Jurgen Nauber-Coodinator Consulting on Tourism and Biodiversity UN-WTO, pejabat dari Kedubes Jerman untuk Indonesia,  dan konsultan.   

Jurgen Nauber menilai proyek pembangunan pariwisata berkelanjutan di Pangandaran pasca-tsunami 2006 telah sukses. Sementara dalam program lanjutan, UN-WTO akan  mengimplementasikan program dalam pencapaian efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan dan rehabilitasi ekosistem pantai  di Pangandaran.

Proyek tahap kedua bantuan dari Jerman sebagai negara pendonor melalui UN-WTO (United Nation World Tourism Organization) tersebut lebih fokus pada efisiensi energi sebagai kontribusi untuk mitigasi perubahaan iklim dan reduksi emisi di Indonesia.  Bantuan tahap pertama berlangsung 2006-2009 untuk recovery kawasan pariwisata Pangandaraan pasca-bencana tsunami dan telah banyak memberi kemajuan. Kemudian dilanjutkan tahap kedua 2011- 2013 dengan fokus pada efisiensi energi untuk pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara optimal. 

Program kegiatan  Energy Efficiency for Sustainable Tourism di Pangandaran ini melalui beberapa tahapan yakni pengumpulan data dasar, peningkatan kapasitas, program mitigasi, dan adaptasi di antaranya pengembangan ekosistem terumbu karang dan hutan bakau sehingga menjadi salah atraksi wisata menarik. Terumbu karang dan hutan bakau itu ketika terjadi  tsunami 2006 lalu banyak yang rusak. Program tersebut mendapat bantuan dana sebesar 1,3 juta Euro atau setara Rp16,9 miliar.

Program pembangunan pariwisata berkelakelanjutan di Indonesia , menurut Wardiyatmo, bertumpu pada 4 pilar strategis yakni pro-pertumbuhan ekonomi (pro-growth), pro-penciptaan lapangan kerja (pro-job), pro-pengentasan kemiskinan (pro-poor), dan pro-lingkungan hidup (pro-environment). Program pembangunan pariwisata berkelanjutan ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Pariwisata Indonesia Mempunyai Modal untuk Menjadi Lebih Baik

Coordinator Consulting Unit on Tourism and Biodiversity UN-World Tourism Organization Jurgen Nauber menilai pariwisata Indonesia mempunyai modal apa saja yang diperlukan untuk menjadi lebih baik. Ia berpendapat, Indonesia harus mampu tampil lebih baik dan lebih kompetitif untuk dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung.

Pariwisata Indonesia bahkan diprediksi mampu menjaring wisatawan melebihi target kunjungan yang tahun ini dipatok 7,7 juta wisatawan mancanegara jika mampu membangun struktur perencanaan pariwisata yang kuat sebagai fondasi. Jurgen menambahkan struktur yang kuat menjadi kunci keberhasilan dalam membangun sesuatu, termasuk dunia pariwisata yang lebih maju. "Indonesia harus lebih baik. Untuk itu diperlukan desain pariwisata yang akan menjadi value chain dan untuk inilah kami siap membimbing Indonesia," katanya.

Jurgen yang telah lebih dari 10 kali berkunjung ke Indonesia menilai Indonesia memiliki modal yang sangat potensial untuk dikembangkan dari sisi pariwisata, termasuk keanekaragaman alam dan budayanya. "Saat ini semua negara di berbagai belahan dunia, termasuk Asia dan Afrika, ingin sektor pariwisatanya maju. Oleh karena itulah, Indonesia harus kompetitif," ujarnya. Jurgen mengatakan, setiap kali datang ke Indonesia, turis akan disambut dengan senyum masyarakatnya yang ramah, terbuka, dan mengesankan. Menurut Jurgen, Indonesia dapat menjadi contoh sebuah negara yang masyarakatnya begitu terbuka menerima kedatangan tamu atau turis. "Saya menemukan hospitality, orang yang ramah, terbuka, dan penolong setiap kali datang ke Indonesia," katanya.

Sumber:

http://budpar.go.id/page.php?ic=511&id=5851

http://travel.kompas.com/read/2011/01/26/08072636/Indonesia.Punya.Segalanya

 

Berikan Komentar Anda