Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Jelajah Pangandaran: Kenalkan Beragam Potensi selain Pantainya

Jelajah Pangandaran: Kenalkan Beragam Potensi selain Pantainya

Ditulis 4 Dec 2013 pukul 09:30 | Dilihat: 358

Jelajah Pangandaran: Kenalkan Beragam Potensi selain Pantainya

Kemenparekraf melalui Direktorat Pengembangan Destinasi menggelar kegiatan "Jelajah Pangandaran" pada 28 November - 1 Desember 2013. Aktivitas selama 4 hari ini mengundang berbagai pihak mulai dari jurnalis, pelaku sosial media, blogger, fotografer,  videografer, pramuwisata, hingga tenaga pendidik.

 

Kegiatan pengembangan daerah tujuan wisata Pangandaran merupakan hasil kerja sama yang melibatkan beberapa pihak, diantaranya adalah: Masyarakat Komunitas Ikat Sunda, DMO Pangandaran, Kompepar Pangandaran, Dinas Pariwisata  Pangandaran, Pemerintah Daerah Pangandaran, HPI Pangandaran, dan Masyarakat Pangandaran yang bergerak dalam usaha pariwisata.

 

Selama kegiatan, peserta diajak untuk melihat berbagai potensi pariwisata di kawasan Pantai Pengandaran di antaranya adalah: Pantai Indah Batu Karas, body rafting di Citumang, susuri hutan magrove di Bulakserta Desa Seni Citumang, Desa Wisata Sukahurip, berbudidaya gula di Pangandaran, serta Desa Pananjung yang masyarakatnya perpaduan etnis Sunda dan Jawa (Banyumas).

 

Selain itu, rombongan juga berkesempatan melakukan kegiatan memasak dengan bahan dasar gula serta bertemu dengan ibu-ibu penggerak kerajinan olahan sampah plastik (meronce) di Pangandaran. Sebelum kembali pulang, dilakukan pula diskusi dengan Dinas Pariwisata Pangandaran dan berbagai pelaku pariwisata Pangandaran.

 

Selama kegiatan Jelajah Pangandaran ini, rombongan mendapatkan pengalaman dan informasi upaya pengembangan DMO Pangandaan yang ternyata memiliki beragam daya tarik wisata. Selama ini, Pangandaran lebih dikenal dengan pantainya saja dimana wisatawan yang dominan berasal dari Bandung dan Jakarta.

 

Sebagai salah satu pilihan utama wisata bahari di Jawa Barat, Pangandaran memiliki keunikan, yaitu dapat melihat Matahari terbit dan tenggelam di satu titik yang sama atau dengan jarak dari keduanya yang hanya beberapa belas menit saja. Kawasan wisata Pangandaran juga memiliki simpul wisata yang lengkap mulai dari wisata bahari, wisata sejarah, wisata seni budaya, serta wisata kuliner dan belanja.

 

Pangandaran pada 2006 mengalami tsunami dan kini pariwisatanya mulai ditata kembali dengan pondasi dasar yang masih sama yaitu desa nelayan dengan perahu-perahu bercadik di tepiannya. Sepanjang jalan di pesisirnya berderet penjual cenderamata mulai dari baju hingga makanan. Akomodasi yang tersedia di Pangandaran tersedia banyak pilihan terutama di Pantai Pangandaran dan Batu Karas.

 

Untuk transportasi ada dua pilihan melalui darat dan udara. Jalur darat ditempuh sekira 9 jam dari Jakarta atau 6 jam dari Bandung. Moda bus tersedia di Jakarta (Kampung Rambutan), Bandung, Tanggerang, Karawang, Cikarang, Depok, dan Tasikmalaya. Dari terminal di Pangandaran berikutnya dapat menggunakan ojek. Sementara itu, alur udara dapat memanfaatkan penerbangan dari Jakarta ke Bandara Nusawiru di Cijulang, Pangandaran. Cek jadwal penerbangan baik pergi dan pulangnya untuk mengatur berapa lama Anda ingin menikmati Pangandaran.

Link Terkait

 

 

1 Komentar

zahra

Ditulis 9 Dec 2013 pukul 11:49


wooowww,, kerrreennd .. itu yang airnya biruuu banget di daerah mana? dn nama'y apa??

Berikan Komentar Anda