Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Taman Nasional Way Kambas Sementara Ditutup

Taman Nasional Way Kambas Sementara Ditutup

Ditulis 14 Nov 2013 pukul 17:29 | Dilihat: 1042

Taman Nasional Way Kambas Sementara Ditutup

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang merupakan tempat konservasi gajah, harimau, badak Sumatera dan hewan langka lainnya ditutup untuk umum sejak 1 Oktober sampai 2 Desember 2013. Penutupan ini dalam upaya pemulihan ekosistem kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG).

 

Humas Taman Nasional Way Kambas Sukatmoko mengutarakan bahwa penutupan ini bertujuan demi pemulihan ekosistem dan lingkungan hutan. Oleh karena itu, pihak TNWK menyarankan wisatawan dan pengunjung untuk sama-sama menjadwal ulang kunjungan mereka hingga Desember 2013.

 

Taman Nasional Way Kambas memiliki luas 125.621 hektar dimana merupakan rumah bagi sejumlah satwa langka dan dilindungi. Kawasan ini dikenal sebagai habitat bagi gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), dan mentok rimba (Cairina scutulata).

 

Taman Nasional Way Kambas terletak di ujung selatan Pulau Sumatera yang merupakan hutan tropis dataran rendah. Lokasinya berada di ketinggian antara 50 sampai 100 meter di atas permukaan laut dimana meliputi sebagian besar sabana dan rawa. Kondisi tersebut dianggap sangat potensial bagi tempat hidup gajah dan sejumlah binatang langka lainnya.

 

Gajah Sumatera sendiri merupakan salah satu dari tiga subspesies yang diakui sebagai gajah asia dan asli Pulau Sumatera. Secara umum, gajah asia lebih kecil dibandingkan dengan gajah afrika. Gajah sumatera merupakan gajah terkecil dari gajah-gajah yang ada di  Asia dengan tinggi bahu berkisar antara 2 dan 3,2 m. Gajah liar di Sumatera dahulu dapat ditemukan di 8 propinsi di Pulau Sumatera. Akan tetapi, kini karena kepadatan pemukiman dan menyusutnya vegetasi hutan hujan tropis telah menyulitkan untuk memperkirakan jumlah mereka.

 

Taman Nasional Way Kambas dikenal sebagai pusat pelatihan gajah atau Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang resmi didirikan tahun 1985. Di tempat tersebut keberadaan gajah sumatera dilindungi dan diberdayakan untuk patroli hutan dengan tujuan menciptakan keuntungan antara gajah dan manusia. Gajah di Sumatera dulunya digunakan oleh kerajaan yang memerintah di Sumatera untuk kendaraan berperang dan keperluan upacara.

 

Di Pusat Konservasi Gajah (PKG), pengunjung dapat melihat gajah melakukan berbagai tugas seperti mengangkut kayu atau membajak sawah. Mereka juga dapat melakukan aktivitas unik seperti bermain sepak bola dan pertunjukan menghibur lainnya.

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda