Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Indonesia.travel Hadir dalam versi Bahasa Mandarin

Indonesia.travel Hadir dalam versi Bahasa Mandarin

Ditulis 13 Nov 2013 pukul 17:28 | Dilihat: 1248

Indonesia.travel Hadir dalam versi Bahasa Mandarin

Beberapa waktu lalu, Presiden Republik Rakyat Cina, Xi Jinpin melakukan kunjungan resmi kenegaraan ke Indonesia dan bertatap muka dengan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Salah satu agenda pertemuannya adalah kerjasama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI dengan Badan Kepariwisataan Nasional Cina (Chinese National Tourism Administration/ CNTA). 

 

Agenda kerja sama kedua negera tersebut menunjukkan keinginan besar dua negara besar di Asia itu untuk meningkatkan jalinan kerjasama di bidang kepariwisataan. Kedua negara sepakat mencapai target bersama dalam mendatangkan kunjungan wisatawan ke masing-masing negara sebanyak 2 juta kunjungan wisatawan dalam rentang waktu hingga 2015 mendatang.

 

Program yang direncanakan kedua belah pihak meliputi peningkatan kemudahan dalam perjalanan wisata dan peningkatan  komunikasi antara CNTA dengan Kemenparekraf, khususnya dalam rangka pembaruan MoU dan pengaturan kerja sama di bidang pariwisata yang terakhir ditandatangani tahun 2000. Berikutnya program tersebut akan ditindaklanjuti dengan rencana aksi yang konkret termasuk promosi bersama, berbagi informasi, fasilitasi perjalanan, peningkatan kapasitas, dan investasi pariwisata di kedua negara. 

 

Secara khusus, promosi pariwisata Indonesia-China digalang pula dengan memanfaatkan tatanan media elektronik internet. Dalam hal ini, Kemenparekraf telah mengembangkan situs web pariwisata Indonesia berbahasa Mandarin khusus untuk pasar China. Situs ini dapat diakses dalam waktu dekat dalam laman khusus: cn.indonesia.travel dengan mengusung tagline "Qi Huan Yinni, atau MagicalMystical and Fascinating Indonesia" atau yang artinya Indonesia Memukau Penuh Keajaiban dan Misteri. Dengan tagline ini, diharapkan wisatawan China tertarik untuk mengenal lebih dalam tentang keindahan Indonesia dan berwisata ke sana. 

 

Dengan peluncuran situs web promosi pariwisata berbahasa Mandarin tersebut, diharapkan pula penyebaran promosi pariwisata Indonesia semakin luas khususnya secara online ke Negeri Tirai Bambu. Website promosi pariwisata Indonesia untuk China cn.indonesia.travel ini tentunya tetap selaras dengan yang berjalan selama ini dalam tagline "Wonderful Indonesia" yaitu demi mengenalkan ribuan tujuan wisata, daya tariknya, serta kegiatan wisata minat khusus yang dapat dilakukan di Indonesia.

 

Demi mendukung kunjungan wisatawan asal China ke Indonesia, saat ini maskapai penerbangan terbesar di Indonesia, yaitu Garuda telah menambah jumlah penerbangannya dari lima kali sepekan menjadi tujuh kali sepekan untuk rute Jakarta-Beijing-Jakarta. Tambahan penerbangan juga dilakukan Garuda untuk melayani rute penerbangan Jakarta-Shanghai pulang-pergi.

 

Selama ini wisatawan China telah menjadikan Bali sebagai salah satu tujuan wisatanya yang paling popular, baik itu demi sebuah pengalaman baru maupun untuk kunjungan berulang. Oleh karena itu, ke depan dengan tersedianya website informasi pariwisata Indonesia maka wisatawan China akan memiliki lebih banyak lagi pilihan tujuan wisata yang dapat dikunjungi, sebut saja Candi Borobudur, Raja Ampat dan Wakatobi, serta keindahan di banyak pulau lainnya yang tidak kalah memukau seperti di Lombok, Flores, dan Sulawesi. Selain itu, wisatawan China pun dapat mencoba pengalaman langsung berpetualang mengunjungi satwa luar biasa yang dimiliki Indonesia, yaitu Komodo di Nusa Tenggara Timur dan orangutan di Kalimantan maupun di Sumatera. 

 

Hubungan historis antara Indonesia dan China sebenarnya telah terjalin jauh di abad pertama Masehi saat pedagang dari China berlayar ke Nusantara untuk berniaga. Para biksu China pun datang ke Nusantara untuk menimba ilmu agama Buddha di Kerajaan Sriwijaya. Kini, hubungan yang sejak lama dijalin tersebut akan kembali dipererat lagi dalam konteks kunjungan wisata antara warga negara dan hubungan people to people dimana hal tersebut dapat meningkatkan hubungan bilateral di bidang lain, termasuk perdagangan dan investasi. 

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda