Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Pemerintah Australia akan Bangun Pusat Studi Indonesia di Melbourne

Pemerintah Australia akan Bangun Pusat Studi Indonesia di Melbourne

Ditulis 3 Oct 2013 pukul 09:15 | Dilihat: 2296

Pemerintah Australia akan Bangun Pusat Studi Indonesia di Melbourne

Sebagai upaya untuk menambah pemahaman masyarakat Australia tehadap Indonesia melalui bisnis, kebudayaan, pendidikan, riset dan jaringan komunitas, Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengumumkan akan mendirikan Pusat Studi Indonesia di Australia. Rencana pembangunan pusat studi tersebut diutarakannya saat kunjungannya ke Indonesia baru-baru ini.

 

Dalam pertemuan resmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Perdana Menteri Australia yang baru terpilih tersebut menyatakan dana yang akan digunakan untuk mendirikan Pusat Studi Indonesia tersebut akan menghabiskan dana senilai 15 juta dolar Australia atau setara sekitar 160 miliar rupiah.

 

Pusat Studi Indonesia tersebut akan dibangun di Universitas Monash, Melbourne. Australia juga menggandeng Universitas Melbourne dan Universitas Nasional Australia serta lembaga riset ilmiah, CSIRO untuk bekerjasama dalam berbagai kepetingan eksplorasi dan riset kebahasaan, kebudayaan, keamanan pangan, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Hasil proyek eksplorasi dan riset yang dilakukan nantinya akan dimanfaatkan oleh institusi mitra sebagai bahan konsultasi bisnis dan kerjasama tingkat tinggi pemerintah di kedua belah pihak.

 

Dalam pernyataanya, PM Tony Abbott mengatakan bahwa Australia sangat menghormati Indonesia. Dan hubungan yang kuat menjadi dasar dari pengetahuan, pemahaman dan kerjasama dalam segala aspek yang saling menguntungkan. Sehingga pembangunan Pusat Studi Indonesia di Australia dapat memberikan konstribusi yang besar.

 

Dalam kunjungannya, Tony Abbott juga memastikan komitmen Australia dalam penerapan Colombo Plan yang akan didanai oleh Pemerintah Australia. Bentuk komitmen baru Australia dalam Program Colombo tersebut adalah akan lebih banyak warga Australia yang belajar dan bekerja di Asia dan Indonesia sebagai salah satu target sasaran pemerintah.  

 

Sementara itu, Profesor Paul Ramadge, Direktur Eksekutif dari Inisiatif Global di Universitas Monas program Asia Pasifik mengatakan bahwa pusat studi baru ini juga akan membantu mengatasi penurunan program studi mengenai Bahasa Indonesia di Australia. 

 

Photo Courtesy http://www.news.com.au/

Berikan Komentar Anda