Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Manusia Perlu Hutan, Hutan Butuh Orangutan

Manusia Perlu Hutan, Hutan Butuh Orangutan

Ditulis 30 Sep 2013 pukul 19:54 | Dilihat: 242

Manusia Perlu Hutan, Hutan Butuh Orangutan

Orangutan merupakan jenis kera terbesar yang dapat ditemukan di luar Afrika. Populasinya hanya ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Nama lain hewan ini adalah mawas dengan ciri berbulu cokelat kemerahan, lengan yang panjang, serta tidak mempunyai ekor.

 

Dari penelitian panjang Prof. Birute selama lebih dari 41 tahun di Tanjung Puting dipastikan bahwa orangutan memiliki kekerabatan dengan manusia pada  yaitu tingkat kesamaan DNA mencapai 96.4%. Orangutan memiliki ukuran otak yang besar, mata yang mengarah kedepan, dan tangan mereka mampu menggenggam.

 

Khusus untuk orangutan jantan saat mereka mencapai tingkat kematangan seksual maka pelipisnya akan berubah bentuk menyamping pada kedua sisi wajahnya, ubun-ubunnya akan membesar serta tumbuh janggut di sekitar wajahnya. Seekor orangutan jantan akan memiliki bobot sekira 50-90 kg, sedangkan orangutan betina beratnya sekitar 30-50 kg. Orangutan jantan dewasa mempunyai tenaga setara kekuatan 8 pria sementara satu orang utan betina sama dengan kekuatan 4 pria.

 

Orangutan tinggal di pepohonan lebat dan mereka biasa membuat sarangnya sendiri dari dedaunan. Di lebatnya hutan Kalimantan, orangutan dapat hidup di berbagai area perbukitan dan dataran rendah, daerah aliran sungai, hutan rawa air tawar, rawa gambut, tanah kering di atas rawa bakau dan nipah, sampai ke hutan pegunungan. Sebagian besar orangutan hidup dari hutan dengan memakan buah-buahan terutama durian, kulit pohon, dedaunan, bunga, serta beberapa jenis serangga. Selain itu, sering ditemukan pula orangutan memakan nektar, madu, dan jamur. Orangutan memilih meminum air bersih yang terkumpul di lubang-lubang di antara cabang pohon atau dari air sungai.

 

Orangutan memang tidak bisa berenang tetapi pernah didapati orangutan meniru penduduk manaiki perahu sendiri dengan mendayung-memegang sampan untuk menyeberangi sungai. Orangutan juga dapat menggunakan tongkat sebagai alat bantu mengambil makanan. Prof. Birute bahkan menjelaskan bahwa telah diteliti baru-baru ini orangutan mampu mempelajari 40 signal bahasa tubuh yang diajarkan manusia. 

 

Lebih uniknya, orangutan bisa tertarik pada manusia baik yang jantan maupun yang betina. Satu kasus terjadi dimana orangutan akan sangat kecewa pada ranger hutan yang biasa bersamanya suatu waktu  membawa pasangannya ke tempat tersebut sehingga membuat cemburu orangutan.

 

 

Mengapa Hutan Butuh Orangutan?

 

Hutan begitu vital fungsinya bagi manusia tetapi sedikit yang memahami bagaimana orangutan juga dibutuhkan oleh hutan itu sendiri.

 

Bagaimana cara orangutan melakukannya?

 

Orangutan hidup dengan cara yang unik, yaitu mereka membuat sarang di atas pohon secara berpindah-pindah setiap harinya. Bayangkan berapa ratus orangutan akan membuat sarang mereka masing-masing dan itu dilakukan setiap hari di berbagai penjuru hutan.

 

Orangutan akan membantu menyebarkan biji buah tanaman yang mereka makan lalu dikeluarkan bersama kotorannya. Saat jatuh ke tanah yang subur maka dipastikan biji bersama kotoran itu akan tumbuh menjadi pohon baru setiap harinya dan menyebar ke tempat yang luas di hutan belantara.

 

Orangutan juga membantu berbagai penjuru hutan mendapatkan sinar Matahari. Setiap kali orangutan membangun sarang di atas pohon dari dedaunan yang dipetik maka pohon-pohon kecil yang tidak mendapat sinar Matahari di permukaan akan mendapatkan jatah.

 

Orangutan  biasanya membuat sarang sekitar dua atau tiga kali dalam sehari dengan lebar hingga satu meter. Sarang tersebut dibuat di pagi hari untuk beristirahat atau bermain lalu pada siang atau sore harinya untuk tidur atau istirahat.

 

Biasanya satu sarang untuk satu orangutan dan disesuaikan bobot tubuhnya demi kenyamanannya. Itulah sebab, mengapa jarang terjadi bekas sarang orangutan yang satu akan digunakan oleh orangutan lainnya. Apabila terjadi maka biasanya sarang akan susun ulang agar sesuai beban tubuh.

 

Orangutan memang cenderung banyak tidur di atas pohon di sela waktu aktivitasnya. Mereka biasanya akan memilih perpaduan dedauanan untuk atap dan alasnya, termasuk disini memilih daun tarutung yang tidak disukai oleh nyamuk sehingga orangutan terhindar dari gigitan nyamuk hutan. (him/Indonesia.travel)

 

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda