Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Tanjung Puting Gelar International Ecotourism Business Forum (IEBF)

Tanjung Puting Gelar International Ecotourism Business Forum (IEBF)

Ditulis 27 Sep 2013 pukul 19:56 | Dilihat: 1574

Tanjung Puting Gelar International Ecotourism Business Forum (IEBF)

International Ecotourism Business Forum (IEBF) yang ke-9 kembali digelar dimana kali ini DMO (Destination Management Organization) Tanjung Puting menjadi tuan rumahnya. IEBF merupakan pertemuan antara pelaku bisnis ekowisata internasional dan nasional untuk berbagi pengetahuan tentang produk dan trend bisnis ekowisata. Acara ini digelar di swiss-beLinn Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada 26-29 September 2013. IEBF secara langsung juga dijadikan ajang mempromosikan TNTP ke seluruh dunia.

 

IEBF merupakan pertemuan dan seminar tahunan yang dilaksanakan berpindah tempat antardestinasi ekowisata di Indonesia. IEBF 2013 menghadirkan 14 buyers internasional dari negara di Eropa, Australia dan Asia Pasific, yaitu: Perancis, Belanda, Australia, Korea Selatan, Thailand, Kamboja, dan Singapura. Sementara itu, untuk 14 sellers nasional yang turut serta adalah: Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Lombok, Flores, dan Riau (mereka juga berfungsi sebagai buyer bagi tur operator tuan rumah). Turut hadir pula jaringan ekowisata dan pemerintah daerah.

 

Kegiatan IEBF kali ini di Tanjung Puting menghadirkan beberapa rangkaian acara diantaranya berupa seminar dan diskusi, pertemuan bisnis (table top), serta diseminasi informasi dalam bentuk booth/meja informasi/poster dari para sellers dan tuan rumah. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak peserta merasakan pengalaman bertemu langsung dengan orangutan ke Camp Leakey  dan Pondok Tanguy di Tanjung Puting.

 

Taman Nasional Tanjung Puting telah memiliki popularitas sebagai sebuah tujuan minat khusus yang mendunia dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan destinasi lain yang serupa di Indonesia. Secara akumulatif jumlah wisatawan di TNTP terus meningkat terutama internasional, yaitu terhitung 2006 hingga 2012 mencapai 38.739 dengan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 24.037 wisatawan dan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 14.702 wisatawan.

 

Selain memberikan pengalaman original, di Tanjung Puting, rombongan IEBF berkesempatan melihat bagaimana sejarah perkembangan pusat riset orangutan tertua dan terbesar di dunia, yaitu Camp Leakey yang telah dijalankan selama puluhan tahun oleh tokoh primata dunia, yaitu Prof. Birute Mary Galdikas. Saat berkunjung ke pusat riset orangutan ini, Prof. Birute sendiri yang menjelaskan tentang kehidupan orangutan dan penanganannya.

 

Cerita dan perjalanan hidup serta perjuangan Birute menyelamatkan orangutang di Tanjung Puting telah menjadi cerita popular yang menyentuh hati dalam dunia ilmiah. Bahkan, artis Hollywood Julia Roberts pernah melakukan pembuatan film dokumenternya di Tanjung Puting yaitu, "The Wild": Orangutans and Julia Roberts. Film tersebut tanpa diduga kemudian berhasil mempopularkan wisata menyusuri Sungai Sekonyer dengan perahu klotok dari Pelabuhan Kumai di Pangkalan Bun ke Camp Leakey di Taman Nasional Tanjung Puting.

Bukan saja menjadi ibu kota orangutan dunia, Tanjung Puting juga terus mengembangkan diri menjadi pusat ekowisata terbesar di dunia. Sejak diarahkan menjadi taman nasional sejak 1933 TNTP kini seakan tidak ingin kehilangan jati dirinya sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati terbesar meski telah dikunjungi belasan ribu wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Tanjung Puting sejauh ini berhasil menggembangkan ekowisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung kepada masyarakat lokal setiap generasi. Saat ini masyarakat sekitar Tanjung Puting menjadi penerima terbesar dari kegiatan pariwisata kawasan tersebut selain melibatkan berbagai pihak, yaitu Balai Taman Nasional, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah, PHRI, HPI, dan lainnya.

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda