Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Puncak Arus Mudik Tahun ini Terjadi Lebih Awal

Puncak Arus Mudik Tahun ini Terjadi Lebih Awal

Ditulis 7 Aug 2013 pukul 21:39 | Dilihat: 7849

Puncak Arus Mudik Tahun ini Terjadi Lebih Awal

Pergerakan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan fenomena travel masif terbesar di Indonesia setiap tahunnya. Oleh karena itu, aktivitas tersebut senantiasa melibatkan peran dan fungsi layanan umum yang terus dipantau Pemerintah dan aparatnya selama beberapa hari sebelum dan setelah hari raya atau liburan.


Tahun ini rupanya puncak arus mudik terjadi lebih awal daripada musim mudik tahun lalu, yakni pada hari Minggu lalu (4/8). Untuk mengantisipasi arus mudik tersebut Pemerintah telah menyiapkan sejumlah fasilitas umum dan kebijakan untuk memperlancar arus mudik.


Pemerintah menyiapkan setidaknya angkutan umum yang disiagakan meliputi yaitu: 38 ribu bus, 1.300 kapal, 382 pesawat, 304 kereta api, 180 feri penyeberangan. Selain angkutan umum, Pemerintah juga menyiagakan rest area dan penunjangnya untuk pemudik dengan kendaraan pribadi.


Sementara itu, untuk pemudik yang mengendarai motor, pemerintah tahun ini menyediakan angkutan umum gratis agar pemudik pindah menggunakan angkutan umum sementara motor mereka diangkut oleh kendaraan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi rawan kecelakaan yang banyak terjadi bagi pengendara motor.


Dari survei, jumlah pemudik  tahun ini diperkirakan mencapai 24 juta orang, dimana sekira 55% menggunakan kendaraan pribadi, 45% menggunakan angkutan umum. Dari total 24 juta tersebut, sekira 82,5% menggunakan sepeda motor  atau bus.
Untuk pemudik yang mengendarai kendaraan pribadi, tercatat 60% menggunakan Jalur Pantura, 30% menggunakan Jalur Selatan, serta 10 persen adalah jalur lainnya, misal menuju Sumatera. Mayoritas pemudik bertujuan ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.


Puncak arus mudik dari Pelabuhan Penyeberangan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung terjadi pada Minggu dini hari atau H-4. Pada hari ini (7/8) atau H-2 Lebaran, terjadi penurunan drastis jumlah pemudik. Berdasarkan rekapitulasi data harian angkutan Lebaran dari PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, tercatat sebanyak 56.909 penumpang, 3.417 pemudik motor, dan 6.826 pemudik mobil menyeberangi Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, Lampung. Total pemudik yang sudah menyeberang pada H-2, hingga pukul 06.00 WIB tadi, mencapai 67.152 orang.


Sedangkan untuk arus mudik yang menggunakan  jasa angkutan udara diperkirakan mengalami peningkatan penumpang dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan dalam pidatonya bahwa sekitar 11 daerah tujuan  mudik yang berada di 5 pulau mengalami peningkatan penumpang.  Di Pulau Jawa, tujuan mudik yang mengalami pengingkatan, yakni Surabaya, Yogyakarta, Solo dan Semarang. Tujuan mudik di Pulau Sumatra adalah tujuan Medan, Padang, dan Palembang. Sementara di Pulau Kalimantan, tujuan mudik yang mengalami peningkatan adalah Balikpapan. Di Pulau Sulawesi, diperkirakan terjadi untuk tujuan Makassar/Ujungpandang. Terakhir, Denpasar, Bali juga akan mengalami peningkatan jumlah pemudik melalui jalur udara.


Kota-kota utama tujuan mudik tersebut akan melayani penerbangan sebanyak 700 penerbangan selama 14 hari antara h-7 dan h+7. Total  penerbangan tambahan selama 14 hari tersebut adalah 458 penerbangan. Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik, Bandara Soekarno-Hatta juga meningkatkan pelayanan dengan menyiapkan pesawat terbang dengan pararel “runway” dengan kapasitas 52 pergerakan pesawat per jam.


Temukan sumber informasi sejenis di laman berikut.

http://www.antarasumbar.com/berita/nasional/d/0/303422/11-kota-tujuan-diperkirakan-alami-lonjakan-penumpang.html

http://m.liputan6.com/news/read/659350/h-2-lebaran-67152-pemudik-menyeberang-dari-merak-ke-bakauheni

 

Photo Courtesy: http://bokunosekai.files.wordpress.com

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda